Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Reading time:
June 21, 2021

Visual Super Indah

Guilty Gear Strive jagatplay part 1 54
Guilty Gear Strive adalah game fighting terindah yang pernah kami cicipi.

Kemampuan Arc System Works untuk memanfaatkan Unreal Engine 4 atas nama meracik sebuah game berbasis visual cell-shading yang memanjakan mata memang tidak perlu lagi diragukan. Lewat proyek seperti Dragon Ball FighterZ dan Granblue Fantasy Versus misalnya, mereka jelas memahami bagaimana menerjemahkan karakter dari franchise orang lain menjadi game fighting dengan detail karakter memesona, tata cahaya memesona, dan tentu saja ragam efek yang siap untuk membuat segala sesuatunya kian ciamik dan dramatis di saat yang sama. Dengan Guilty Gear yang notabene merupakan franchise milik mereka sendiri, Arc System Works berhasil membawa visual game fighting ke tingkat yang baru.

Tampil sebagai game fighting bergaya anime yang kental, hampir semua bagian dari sisi presentasi yang disajikan Strive berujung terlihat keren. Dari desain karakter, desain kostum yang mereka kenakan, pilihan kontras warna untuk kostum utama dan alternatif yang ada, mulusnya animasi tiap serangan, efek-efek partikel yang muncul, sedikit efek slow-motion saat counter untuk efek dramatis dan juga strategi dalam bertarung, aksesoris-aksesoris yang ikut bergerak bersama dengan karakter, hingga efek tata cahaya yang siap menyinari bagian tubuh karakter yang terpapar serangan dari musuh atau sekadar pencahayaan di lingkungan misalnya. Hampir semua sisi presentasi ini akan membuat mata Anda termanjakan, sembari memastikan tak begitu mengganggu ritme petarungan dan barisan informasi yang Anda butuhkan.

Guilty Gear Strive jagatplay part 1 83
Hampir semua sisi presentasi visualnya akan memanjakan mata Anda.
Guilty Gear Strive jagatplay part 1 109
Ada beberapa scene dengan shading bayangan yang terlihat tidak akurat.

Jika ada satu-satunya kelemahan yang kami dapatkan, yang sebenarnya juga tak terlalu signifikan jika tak terlalu Anda perhatikan, hanyalah kualitas bayangan di mode Story. Mengingat mode ini benar-benar tampil sebagai film yang bergerak dari scene ke scene, ia terkadang tak menangkap akurat soal shading bayangan dan sumber cahaya yang ada. Kami mengingat ada salah satu scene dimana karakter berjalan di sebuah lorong dengan jendela besar yang tentu saja juga dibatasi beberapa sekat dinding di antaranya. Terlepas dari seberapa jauh karakter ini berjalan, apakah mereka melewati area dinding ataupun jendela itu sendiri, shading bayangan biasanya tak banyak berubah. Sekali lagi, hal seperti ini tidak akan mempengaruhi kenyamanan Anda bermain.

Kami juga merasa tak terlalu terpesona dengan desain level yang mereka jadikan sebagai arena pertarungan. Anda memang kini disuguhkan dengan sistem perpindahan area yang kini membuat setiap arena punya setidaknya dua  lokasi. Namun harus diakui, sebagian besar level ini terasa generic dan tidak cukup untuk membangkitkan sedikit pun rasa kagum. Apalagi mengingat sebagian besar karakter-karakter penunjang yang berdiri di dalamnya terkesan memandang pertarungan Anda sebagai “kejadian biasa”. Tidak ada satupun dari mereka yang memberikan reaksi untuk aksi yang Anda ambil, membuatnya tak terlihat dan terasa dinamis.

Guilty Gear Strive jagatplay part 1 24
Medan pertarungan terasa statis.

Untuk urusan suara? Sisi presentasi yang satu ini bahkan bisa dibilang menjadi bagian terbaik dari rilis Guilty Gear Strive itu sendiri. Seperti lelucon yang seringkali terdengar – bahwa seri baru Guilty Gear biasanya lahir begitu sang kreator, Daisuke Ishiwatari sudah punya cukup banyak bahan lagu rock untuk dijadikan sebuah album, hal yang sama juga terjadi di Strive. Pacu adrenalin yang sudah Anda dapatkan dari sesi fighting kian diperkuat dengan dentuman musik rock Ishiwatari yang berkualitas. Kita bicara soal belasan track musik rock, termasuk si lagu utama “Smell the Game” yang kesemuanya berisikan vokal. Terlepas dari apakah Anda adalah gamer veteran Guilty Gear yang mungkin tak terlalu tertarik dengan perubahan gameplay di Strive, sulit rasanya untuk tidak tetap jatuh hati pada apa yang ditawarkan Ishiwatari di sini.

Maka dengan kombinasi sisi presentasi ini, Guilty Gear Strive sepertinya pantas menyandang predikat sebagai game fighting paling “metal” yang paling ada. Ia tampil indah dari sisi visual, ia memanjakan telinga dari sisi soundtrack, dan ia berisikan begitu banyak efek dan kegilaan dari sisi cerita yang bahkan tak lagi bisa dinalar begitu saja. Ini adalah game yang berhasil memadukan tema dan sisi presentasinya dengan manis.

Mudah Dimasuki, Sulit Dikuasai

Guilty Gear Strive open beta jagatplay 98 1
Tak sulit untuk dimainkan, namun tetap punya begitu banyak ruang untuk dipelajari dan dikuasai.

Membaca beragam komentar komunitas Guilty Gear yang tersebar di internet, sepertinya aman untuk menyebut bahwa Strive memang datang dengan perubahan mekanik yang cukup ekstrim. Arc System Works sepertinya memang berambisi untuk membuat seri ini jauh lebih bersahabat untuk gamer-gamer pendatang baru, sembari memberikan tantangan baru bagi para gamer veteran untuk mempelajari kembali sistem baru yang ia usung. Semuanya tentu saja dalam format kompetitif yang sesungguhnya.

Kami tentu tidak punya pengetahuan teknis cukup mendalam untuk menjabarkan kepada Anda soal apa yang membuat Strive berbeda dari seri-seri Guilty Gear sebelumnya. Namun dari yang kami jajal, setidaknya dari karakter favorit kami – Giovanna dan Nagoriyuki, ia memang jadi game yang tidak terlalu sulit untuk dimainkan. Hampir sebagian besar jurus yang bisa Anda akses hanya membutuhkan putaran arah yang sederhana, dengan kombinasi serangan pendek yang tak sulit untuk menghasilkan damage besar, serta sistem counter di timing tepat yang bisa memperlambat sedikit waktu – dan pada akhirnya menyediakan ruang lebih besar bagi Anda untuk meneruskan serangan lanjutan. Tombol-tombol yang perlu Anda pelajari dan kuasai untuk hal ini tidaklah sulit.

Guilty Gear Strive jagatplay part 1 82
Sebagian besar jurus yang bisa Anda akses hanya butuh tombol-tombol sederhana.
Guilty Gear Strive jagatplay part 1 17
Pukulan-pukulan kecil kini akan sering Anda gunakan.

Satu hal yang menarik dari sistem kombinasi serangan pendek dengan damage besar seperti ini, setidaknya yang dari kami temukan, adalah betapa pentingnya serangan pukulan dan tendangan lemah di Strive lebih dari game fighting yang lain. Pukulan dan tendangan lemah ini terasa seperti aksi “coba-coba” untuk melihat apakah pertahanan musuh terbuka, yang bisa diikuti dengan satu atau dua serangan tambahan. Mengingat damage setiap jurus terhitung signifikan, pukulan kecil seperti ini selalu terbayar manis. Mengingat frame serangan pukulan dan tendangan lemah juga cukup singkat, ia biasanya bisa “memotong” serangan kombinasi dari musuh hingga Anda bisa punya kesempatan.

Sisanya seperti game fighting pada umumnya adalah mempelajari apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan karakter Anda dan karakter yang tengah Anda lawan. Sebagai contoh? Giovanna termasuk karakter yang cukup lincah, hingga aksi lompat dua kalinya cukup efektif untuk mengecoh lawan dan membuka serangan. Sementara karakter seperti Nagoriyuki hadir sebagai “karakter” berat dengan mobilitas rendah, yang kemudian dijustifikasi dari damage-nya yang besar. Nagoriyuki tentu diperkuat dengan beberapa gerakan yang membuatnya bisa maju atau mundur secara instan, yang butuh Anda manfaatkan dengan maksimal. Namun ia tidak bisa melompat dua kali dan punya sistem “darah” ekstra yang bisa membuatnya berubah jadi Vampire yang memang punya damage besar, namun akan menguras bar HP dengan cepat. Ada keunikan seperti ini di setiap karakter yang perlu Anda mengerti.

Kombinasi seperti ini memang membuat Strive mudah untuk dimainkan, terutama untuk mereka yang punya setidaknya basis game fighting di franchise yang lain. Namun ketika Anda menyelaminya lebih dalam, Anda akan memahami bahwa ia tetap punya lapisan kompetitif yang tinggi untuk mereka yang ingin mendalami game ini dengan lebih intense. Kita bisa bicara soal mekanisme seperti “Roman Cancel” yang notabene bisa sedikit memperlambat waktu dan membuat Anda punya keuntnugan strategis singkat. Bermain online dengan skill level sepantaran dengan kami (level 5), kami jarang bertemu dengan user lain yang memanfaatkan sistem ini untuk memperpanjang kombo mereka. Menonton mereka yang pro di Youtube dan Anda akan menemukan bagaimana Roman Cancel jadi bagian yang esensial. Anda juga akan bertemu dengan mereka yang mampu mengeksekusi kombo panjang untuk mendorong musuh ke dinding level untuk ekstra damage. Beda skill level ini bisa bak surga dan neraka.

Guilty Gear Strive jagatplay part 1 84
Anda akan bisa melihat beda skill yang jelas melawan mereka yang mahir, dari hal seperti memanfaatkan Roman Cancel di timing tepat, misalnya.

Bagi gamer pendatang baru yang datang untuk menikmati sisi visual dan keasyikan bermain dengan efek-efek serangan bombastis, mereka tetap akan bisa melakukannya dengan apa yang sudah ditawarkan Arc System Works saat ini. Mereka yang ingin menikmatinya sebagai game fighting tanpa terjun terlalu dalam mode kompetitif? Mode offline seperti Arcade misalnya, akan menawarkan ruang tingkat kesulitan cukup tinggi jika Anda ingin menguji diri. Sementara mereka yang ingin atmosfer kompetitif yang lebih kentara? Selalu ada mode online untuk bertarung dan menguji dimana tingkat batas kemampuan Anda dalam sistem yang menarik. Bahkan yang terakhir ini bisa dibilang, jadi andalan Guilty Gear Strive.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…