Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Reading time:
September 22, 2021

Fantasi Elok

Kena Bridge of Spirits jagatplay 22
Hanya mengambil si desa dan daerah sekitarnya sebagai setting, Anda tidak akan disuguhkan lore soal dunia Kena secara keseluruhan.

Terlepas dari minimnya informasi yang dibagi oleh sang developer – Ember Lab soal dunia yang sebenarnya ditempati oleh Kena, ia tetap disajikan sebagai sebuah dunia fantasi dengan cara kerja yang tentu saja berbeda dengan dunia nyata. Kita bicara soal dunia dimana arwah bisa eksis dan berinteraksi dengan dunia nyata, dimana seorang Spirit Guide adalah pekerjaan yang dikenali dan diakui, dimana sihir dan monster eksis di satu ruang yang sama. Kita memang tidak bisa melihat seperti apa keseluruhan dunia Kena bekerja, namun kita setidaknya bisa “mengintip” porsi kecil dari desa yang kita singgahi, yang berisikan teknologi-teknologi sederhana, hutan rindang, dan begitu banyak reruntuhan kuno di beragam sudut yang ada.

Walaupun ia banyak bekerjasama dengan talenta kreatif Indonesia, seperti di voice acting dan musik yang akan kita bicarakan di sesi khusus nantinya, Kena: Bridge of Spirits tidak lantas menjadikan kebudayaan Asia Tenggara sebagai basis untuk desa yang Anda singgahi ini. Bahwa terlepas dari dominannya pepohonon yang seolah mewakili iklim hujan tropis yang kita miliki, tidak ada satupun hal yang mencerminkan seolah-olah ia datang “meminjam” satu kebudayaan spesifik. Desain arsitektur rumah, desain monster yang Anda temui, desain senjata, desain gambar rune yang tertempel di beragam reruntuhan, semuanya seolah datang dari kisah cerita fantasi yang generik. Tetapi bukan berarti ia tidak tampil elok. Apa yang ditawarkan Kena: Bridge of Spirits dari awal permainan akan siap membuat mata Anda termanjakan.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 23
Dunianya juga tak terlihat “meminjam” satu kebudayaan secara spesifik.
Kena Bridge of Spirits jagatplay 94
Terasa dramatis? Tentu saja!

Salah satu hal yang berhasil dicapai oleh Kena dari sisi bangun dunia adalah proses dramatisasi lewat efek tata cahaya dan cuaca yang harus diakui, mendukung atmosfer cerita dengan cukup tepat. Anda terkadang bergerak memanjat sebuah tebing tinggi untuk menemukan sebuah lokasi spesifik dimana ia jelas didesain untuk membuat Anda terkesima dengan tata dunia yang berada di dataran lebih rendah. Terkadang pertarungan boss dilakukan di antara pepohonan, yang diikuti dengan sinar bulan yang menolak untuk padam. Di kesempatan lain, Anda berujung melewati sebuah hutan lebat dengan hujan deras yang seolah mengindikasikan bahaya yang siap untuk menanti Anda.

Memainkannya di Playstation 5, yang notabene juga dijadikan Sony sebagai ajang pamer performa dan fitur sejak tahun lalu, Kena: Bridge of Spirits datang memesona. Untuk Anda yang mencintai framerate, ada opsi untuk menikmatinya di 60fps dengan dynamic 4K, atau 30fps di 4K native untuk Anda yang lebih menyukai visual. DualSense juga akan memainkan perannya di game ini. Walaupun sensasi Haptic Feedback-nya berujung tidak seintens yang kami bayangkan, namun setidaknya ia memaksimalkan aksi Adaptive Trigger-nya, mengingat tombol serangan dan panah yang bisa diakses Kena sangat mengandalkan tombol L2 dan R2. Namun di situasi pertarungan yang benar-benar intens, teruitama saat Anda hendak mengandalkan busur panah, ini bisa jadi bumerang tersendiri.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 74
Fungsi Adaptive Trigger akan senantiasa terasa berkat fungsi R2 dan L2 yang akan sering Anda gunakan.

Berbeda dengan sesi review kami yang lain, kami tidak akan membicarakan soal kualitas audio, musik, dan voice acting di sesi yang satu ini. Seperti yang bisa Anda prediksi, ada sesuatu yang istimewa dengan aspek ini di Kena: Bridge of Spirits yang menurut kami, lebih menarik untuk disajikan menjadi sebuah sub-judul terpisah. Sesuatu yang kita semua, terutama gamer Indonesia, pantas dibanggakan.

Ternyata Tak Mudah

Kena Bridge of Spirits jagatplay 107
Bukan RPG, Kena: Bridge of Spirits adalah sebuah game action adventure.

Secara sederhana, Kena: Bridge of Spirits memang bisa dikategorikan sebagai game action / adventure. Terlepas dari tampilan dan potensi yang sebenarnya bisa ia dorong, Ember Lab memutuskan untuk tidak memberikan cita rasa RPG yang kental di sini. Anda memang akan mendapatkan sebuah pohon skill sederhana dan resource untuk mengaksesnya, namun tidak ada sistem level atau memperkuat karakter berdasarkan konsep grinding misalnya. Maka Kena: Bridge of Spirits datang sebagai game petualangan yang di atas kertas, sederhana.

Maka Anda akan bergerak dari satu area ke area selanjutnya, yang biasanya akan diisi oleh dua hal – Puzzle dan Battle. Sebagian besar puzzle yang ditawarkan juga akan bisa diselesaikan selama Anda bisa sedikit berpikir rasional, dengan clue yang biasanya tercecer dan tersembunyi di lokasi yang super dekat. Clue biasanya disajikan implisit dimana Anda benar-benar harus butuh sedikit kewaspadaan untuk memerhatikan apa yang “berbeda”. Selain yang mengasah otak, Kena juga menawarkan puzzle berbasis platformer, dimana ketangkasan tangan Anda akan sangat diandalkan. Memahami kemana Anda harus melompat, reruntuhan mana yang perlu Anda “bangkitkan” dengan kemampuan bomb waktu milik Kena, hingga membaca peta dengan tepat akan jadi sesuatu yang perlu Anda lakukan.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 54
Puzzle tak sulit diselesaikan dengan sedikit aksi peras otak.
Kena Bridge of Spirits jagatplay 30
Desa berfungsi sebagai hub dengan beberapa daerah yang bisa dibuka selama Anda menemukan kunci sesuai saat ekplorasi.

Untuk urusan yang satu ini, Kena: Bridge of Spirits juga menjadikan sang desa kosong yang Anda singgahi sebagai sebuah hub yang menarik. Walaupun cerita terus bergerak kesana-kemari, Anda akan selalu kembali ke desa ini, baik untuk sekadar mengakses cut-scene demi progress cerita atau bergerak ke lokasi selanjutnya. Ia menjadi menarik karena sang desa juga memuat begitu banyak pintu tertutup yang kuncinya, bisa Anda temui jika Anda rajin melakukan aksi eksplorasi saat menyelesaikan cerita utama. Kunci ini biasanya akan membuka akses ke area baru desa, yang biasanya berujung memberikan Anda reward resource tertentu. Tenang saja, walaupun Anda tidak ambil pusing dengan sistem ini, Anda tidak akan melewatkan item atau senjata penting. Semua senjata dan kemampuan yang bisa Anda akses, kesemuanya akan didapatkan lewat progress cerita, yang tidak mungkin dilewatkan. Oleh karena itu, Anda bisa tenang.

Maka sisanya, Kena akan bertarung melawan beragam monster yang siap menghadangnya. Tampilan bak film kartun 3D mungkin meninggalkan kesan di atas kertas  bagi Anda bahwa game ini akan mudah, namun percaya atau tidak, di tingkat kesulitan normal sekalipun, Kena akan jadi game yang siap untuk membuat Anda merasa super frustrasi. Kita tidak hanya bicara soal pertarungan boss saja, tetapi juga kombinasi-kombinasi musuh yang Anda hadapi.

Mengapa? Karena seperti halnya seri Souls, musuh datang dengan dua fakta tak terbantahkan: pertama, mereka tanky. Kedua, mereka bisa menghabisi Anda dengan setidaknya hanya 4 pukulan saja. Kena memang dipersenjatai dengan beberapa hal lain selain aksi pukul dan panah, seperti kemampuan roll atau parry misalnya. Berita buruknya? Beberapa serangan boss yang seharusnya berpusat pada satu titik tiba-tiba bisa “mengejar” karakter Anda saat roll, tanpa bisa Anda jelaskan. Berita buruk kedua? Timing parry untuk dilanjutkan ke aksi counter-attack, benar-benar tipis. Terkadang Anda sudah membaca jelas gerakan serangan musuh, memahami animasinya, namun timing yang Anda kira tepat untuk melakukan parry ternyata tidak setepat yang Anda bayangkan. Situasi terakhir ini memang membangkitkan trauma gamer-gamer yang sempat mencicipi seri Dark Souls atau Bloodborne.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 106
Sesulit Souls? Di beberapa skenario, di tingkat kesulitan normal sekalipun, iya.
Kena Bridge of Spirits jagatplay 93
Tidak selalu harus berkutat pada boss, ia juga sering menyajikan kombinasi musuh yang akan membuat Anda sibuk.

Tidak hanya pertarungan boss saja, bahkan pertarungan biasa pun bisa berujung super menantang di beragam situasi tertentu. Kena:Bridge of Spirits seringkali melontarkan Anda kombinasi-kombinasi musuh yang didesain super efektif membunuh Anda. Ada situasi dimana Anda bertemu dengan monster golem besar yang tanky dan butuh usaha tersendiri untuk dihabisi ketika ia bisa menghasilkan damage besar ke Anda, yang datang dengan monster kecil yang berlari cepat dan meledakkan diri, di tengah serbuan monster lebah yang terus menembakkan proyektil dari jarak jauh. Ada banyak situasi dimana Anda harus menelan kematian lebih dahulu untuk memahami siapa yang harus Anda bunuh terlebih dahulu untuk memberikan keuntungan strategis. Bahkan ketika Anda tahu pun, aksi untuk mengeksekusinya dengan aman pun tidak mudah. Lebih menjengkelkannya lagi? Checkpoint biasanya membutuhkan Anda berjalan beberapa langkah, terkadang memicu cut-scene kembali (yang tetap butuh waktu untuk di-skip), dan baru bisa menjajalnya kembali.

Berita baiknya? Setidaknya selain tombak dan panah yang ia miliki, Kena akan dibantu oleh monster-monster kecil yang bisa Anda kumpulkan dan temukan di sepanjang perjalanan, bernama Rot. Mereka akan berfungsi sebagai satu kesatuan, tanpa ada kebutuhan untuk mengendalikan mereka secara terpisah. Di proses eksplorasi, Rot bisa Anda suruh untuk menyelesaikan puzzle tertentu, dari sekadar mengangkat dan memindahkan barang hingga sekadar menggerakkan tuas. Di pertarungan? Selama ia memiliki charge “Keberanian” yang terkumpul saat Anda memasukkan serangan, ia bisa diperintahkan untuk hal-hal ofensif. Anda bisa mengarahkannya ke musuh biasa untuk membuat mengeksekusi “Stun” yang akan membuat mereka terganggu untuk beberapa waktu. Anda juga bisa meleburnya ke dalam serangan Anda – dari melee, panah, hingga bomb untuk efek yang lebih mantap. Namun fungsi yang terpenting? Anda bisa memerintahkan mereka untuk “memanen” tanaman terbatas yang tersedia di arena untuk memulihkan HP Anda.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 72
Temukan lebih banyak rot untuk aksi serangan spesial yang akan mempermudah pertarungan.
Kena Bridge of Spirits jagatplay 67
Tidak ada regen saat bertarung, tidak ada item penyembuh yang bisa Anda stock.

Karena percaya atau tidak, seolah tingkat kesulitan normal ini masih belum cukup untuk memberikan rasa frustrasi, Kena sama sekali tidak dibekali dengan kemampuan healing yang bisa Anda akses kapanpun Anda mau. Tidak ada sistem item, sistem makanan, ataupun sistem untuk mengorbankan Rot untuk memulihkan diri. Jika arena pertarungan yang Anda berusaha selesaikan ternyata tidak memuat tanaman yang kami maksud sebelumnya, maka Anda harus bertahan hidup hingga ia selesai.

Kena juga tidak memiliki sistem regen, hingga aksi lari-lari di arena pun tidak akan berkontribusi apapun. Berita lebih gilanya lagi? Tanaman yang notabene punya jumlah terbatas ini, bahkan maksimal 3 di pertarungan boss super sulit sekalipun, tidak akan memulihkan HP Anda hingga penuh. Tanaman ini maksimal memulihkan hanya ½ dari total bar Anda. Ini bukanlah game yang mudah, bahkan di tingkat kesulitan normal sekalipun.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…