Review Blue Reflection – Second Light: JRPG Sangat “Berbudaya”!
Kesimpulan

Blue Reflection: Second Light adalah game JRPG yang solid, terlepas dari apapun motivasi Anda terjun masuk ke dalamnya. Anda yang datang karena konten “berbudaya” yang jelas menjadi salah satu nilai jualnya akan cukup puas dengan semua fan-service yang ia tawarkan, dari physics payudara, bentuk, jenis pakaian, hingga beragam sudut kamera yang mereka gunakan. Gust sepertinya memahami calon pasar seperti ini. Sementara Anda yang datang untuk pengalaman JRPG yang seharusnya juga akan terpuaskan lewat cerita “khas” JRPG yang super gila dan mekaniknya yang walaupun repetitif, cukup solid. Semuanya dibalut dengan sisi presentasi yang juga tak banyak dikeluhkan.
Tentu saja, ia tidak datang sempurna. Selain gameplay yang bisa terasa repetitif karena strategi bertarung yang tak akan banyak bervariasi dari awal sampai akhir, kami juga tidak bisa menoleransi jumlah cut-scene yang ia tawarkan. Idenya memang cerdas dan sederhana, membiarkan setiap karakter punya kesempatan untuk bersinar terlepas dari jumlah yang ada. Namun sulit untuk peduli jika Anda bisa dihantam dengan 3 cut-scene berkali-kali di satu ruang yang sama, yang tidak bisa Anda kendalikan, dan terjadi hanya karena Anda berdiri di sana sebagai pemicu.
Apakah kami merekomendasikan Blue Reflection: Second Light? Untuk pangsa pasar yang ia tuju, yang datang karena sudah mengetahui seperti apa game racikan Gust selama ini, maka game ini akna memenuhi apa yang Anda inginkan dengan cukup memuaskan. Sementara mereka yang sekadar “penasaran” dan baru hendak terjun untuk pertama kalinya, selalu ada opsi untuk menunggu hingga harganya lebih bersahabat atas nama mencari tahu, apakah game ini memang untuk Anda atau tidak. Namun pada akhirnya, ini adalah JRPG yang sangat “berbudaya”.
Kelebihan
Desain karakter wanita
Cerita penuh misteri dan ternyata keren
OST yang cukup asyik dan memenuhi perannya masing-masing
Kokoro
Datang dengan konsep “Yuri-bait” yang cukup unik
Sistem pertarungan masih butuh strategi
Aksi crafting dan bangun sekolah datang dengan reward memuaskan
Kekurangan

Strategi yang sama bisa membuat pertarungan repetitif
Jumlah cut-scene kebanyakan
Cocok untuk gamer: yang mencintai game JRPG milik Gust, yang menyukai konsep ala Atelier Ryza
Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan JRPG tanpa fan-service, tidak menyukai konsep ala Atelier Ryza










