Razer Jelaskan Alasan Gunakan AI Grok di Hologram “Waifu” Mereka
Ketika Razer tampilkan teknologi hologram companion “Waifu” mereka di CES 2025, muncul kecemasan karena gunakan AI Grok.
Semakin berkembangnya teknologi AI yang hanya butuh waktu beberapa tahun saja semenjak menetas, hingga kini bisa gantikan fungsi manusia di perusahaan dengan banyaknya PHK massal karena alasan “efisiensi”, tentu menjadi berita baik dan juga buruk di saat bersamaan. Itu sebabnya ketika Razer gunakan AI Grok pada perangkat konsep hologram companion atau “Waifu” pada CES 2025, muncul kekhawatiran tersendiri di kalangan online.
Guna meredakan kekhawatiran itu, CEO Razer Min-Liang Tan berikan jawabannya ketika diwawancara oleh The Verge. Menurutnya, Grok yang merupakan AI buatan perusahaan milik Elon Musk dan juga digunakan pada X/Twitter merupakan yang terbaik untuk model percakapan interpersonal. Karena konsep hologram “Waifu” itu bertujuan utama untuk menjadi teman percakapan penggunanya dan juga manager aktivitas, maka kekuatan itu dianggapnya paling tepat.

Alasan utama munculnya kekhawatiran akan penggunaan Grok sendiri sebenarnya masuk akal. Pasalnya, Grok belakangan ini mendapatkan kontroversi dengan kemampuannya “melucuti” pakaian dari foto orang yang ada di dalam tweet, hanya dengan perintah yang sederhana saja tanpa adanya pencegahan lebih lanjut. Itu sebabnya beberapa pihak memprediksi akan adanya pelanggaran privasi ketika AI itu digunakan sebagai “Waifu”, terutama bila terjadi intrusi keamanan via online oleh hacker.
Konsep dari hologram bernama Project AVA yang digunakan oleh Razer sendiri sebenarnya cukup revolusioner. Dengan menggunakan tabung kecil yang bisa diletakkan di meja, ia akan memproyeksikan model 3D di udara dan membuatnya bergerak layaknya makhluk hidup berkat bantuan AI. Modelnya juga bisa dipilih, mulai dari Waifu anime yang cute hingga model manusia asli, bahkan sampai atlet esports kenamaan Lee “Faker” Sang-hyeok.
Berkat bantuan kamera dan microphone di sana, model itu nantinya akan bisa berkomunikasi layaknya manusia asli dan menjadi teman di rumah. Karena sifatnya yang masih berupa konsep, pimpinan Razer sendiri memang ingin mendapatkan masukan dari industri akan perangkat ini, dan juga menyatakan bisa gunakan beragam pembatasan hardware untuk AI Grok di masa depan.
Nah, bagaimana menurut Anda sendiri mengenai konsep teknologi hologram Waifu ini? Apakah menurut Anda penggunaan AI Grok di sana juga mengkhawatirkan?










