Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine
Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti biaya produksi yang tinggi dan keputusan tanpa subsidi seperti console.
Valve akhirnya buka suara soal harga Steam Machine yang begitu tinggi, karena dibanderol lebih dari $1000. Ketika diumumkan belum lama ini, angka ini langsung memicu kejutan di kalangan gamer, terutama karena posisinya kini melampaui console generasi saat ini yang sudah lebih dulu mengalami kenaikan harga. PS5 Pro misalnya berada di kisaran $899,99, sementara Xbox Series X 2TB dijual sekitar $799,99.
Menurut penjelasan Valve via The Verge, keputusan harga tersebut bukanlah hasil dari strategi agresif atau upaya mencari margin besar. Sebaliknya, perusahaan itu mengklaim bahwa harga Steam Machine dibuat sedekat mungkin dengan biaya komponen dan tenaga produksi. Bahkan, margin yang diambil disebut lebih tipis dibandingkan Steam Deck. Dengan kata lain, perangkat ini nyaris tidak memiliki ruang subsidi seperti yang umum terjadi di industri console.

Menariknya, Valve juga menegaskan bahwa mereka tidak memilih jalur jual rugi atau nyaris impas seperti console, lalu keuntungan dikunci melalui ekosistem tertutup, mulai dari penjualan game hingga layanan berlangganan. Valve tampaknya enggan mengikuti pola tersebut demi mempertahankan konsep “open ecosystem” yang selama ini menjadi identitas Steam. Konsekuensinya, pengguna tidak “terkunci” dalam satu platform, tetapi harus menerima harga hardware yang jauh lebih mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Di sisi lain, Valve juga mengakui bahwa perkiraan awal mereka terhadap penurunan harga komponen tidak berjalan sesuai rencana. Bukannya turun, biaya komponen justru tetap tinggi atau bahkan meningkat. Tekanan dari industri yang kini banyak menyerap supply chip, termasuk kebutuhan pusat data AI, ditambah menyusutnya beberapa produsen komponen PC, membuat situasi semakin sulit untuk bisa ditekan ke level harga yang lebih ramah pembeli.
Kondisi ini juga berdampak pada produksi perangkat Valve secara keseluruhan. Perusahaan itu disebut hanya mampu memproduksi sekitar dua pertiga dari target awal Steam Machine, karena keterbatasan komponen. Bahkan, lini perangkat lain seperti Steam Frame VR dan Steam Controller ikut pula terdampak, dengan isu ketersediaan yang berpotensi berlanjut hingga peluncuran resmi di musim panas ini.
Pada akhirnya, Steam Machine terlihat bukan sekadar perangkat gaming baru, tetapi juga refleksi dari realitas industri hardware saat ini, yaitu mahal, terbatas, dan semakin dipengaruhi oleh kompetisi sumber daya global.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai alasan yang diberikan terkait pemilihan harga Steam Machine yang begitu tinggi itu?










