Nintendo Perlihatkan Joy-Con Baru dengan Baterai yang Bisa Diganti Sendiri
Nintendo perlihatkan Joy-Con baru untuk kedua Switch, dengan baterai yang bisa diganti sendiri untuk memenuhi regulasi Uni Eropa mulai 2027.
Tren perangkat elektronik yang semakin sulit diperbaiki belakangan ini akhirnya mulai mendapat perlawanan, terutama setelah Uni Eropa memperketat regulasi soal hak konsumen untuk memperbaiki perangkat mereka sendiri. Dampaknya kini mulai terasa di industri game, dengan Nintendo menjadi salah satu perusahaan gaming pertama yang mulai menyesuaikan desain hardware-nya.
Nintendo diketahui tengah menyiapkan revisi baru Joy-Con yang memungkinkan pengguna mengganti baterai sendiri tanpa harus mengirimnya ke pusat servis. Informasi mengenai controller baru ini terungkap, setelah perusahaan asal Jepang tersebut menerbitkan panduan resmi lengkap beserta video yang menjelaskan proses penggantian baterai untuk model Joy-Con terbaru. Namun, fitur ini hanya tersedia pada model revisi dan belum berlaku untuk Joy-Con generasi lama.

Sebagai bagian dari perubahan tersebut, Nintendo juga akan menjual Battery Replacement Kit yang berisi baterai baru, obeng khusus, pinset plastik, alat pembuka casing (spudger), hingga perekat baru untuk memasang baterai. Meski prosesnya terdiri dari 13 langkah, semuanya dirancang agar dapat dilakukan sendiri oleh pengguna dewasa tanpa perlu membongkar komponen internal yang lebih rumit.
Langkah ini bukan muncul tanpa alasan. Mulai Februari 2027, regulasi baru Uni Eropa mengharuskan berbagai perangkat elektronik portabel, termasuk console game, menggunakan desain yang memungkinkan baterai dilepas dan diganti dengan lebih mudah. Karena itu, Nintendo mulai menghadirkan revisi untuk sejumlah produknya di Eropa, termasuk Switch 2, Joy-Con, Pro Controller, hingga controller Nintendo 64 dan GameCube untuk Nintendo Switch Online.
Meski revisi ini pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi regulasi, manfaatnya tentu juga dirasakan langsung oleh konsumen. Selama ini, baterai yang mulai melemah sering kali menjadi alasan utama sebuah controller harus diganti, padahal komponen lainnya masih berfungsi dengan baik. Dengan desain baru ini, umur pakai Joy-Con berpotensi menjadi jauh lebih panjang sekaligus mengurangi limbah elektronik.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada kepastian apakah model Joy-Con dengan baterai yang dapat diganti sendiri juga akan dipasarkan di luar wilayah Eropa. Pasalnya bukan tidak mungkin banyak pengguna perangkat Switch di negara lain berharap Nintendo akhirnya menghadirkan desain serupa secara global.
Bagaimana menurut Anda? Apakah desain Joy-Con yang lebih mudah diperbaiki seperti ini seharusnya menjadi standar baru untuk semua controller di masa depan?










