Steam Frame VR Diklaim Akan Dijual Mulai Dari $1000
Steam Frame dikabarkan akan dibanderol di atas USD 1.000 akibat naiknya biaya komponen chip Qualcomm yang belum lama ini naik harga.
Semakin dekatnya momen rilis Steam Frame VR, yang sempat diprediksi tidak lama lagi berkat munculnya software pendukungnya di Steam, kontan melahirkan pertanyaan yang begitu penting di mata calon pembelinya, yaitu harganya. Jika sebelumnya Steam Frame diprediksi hadir sebagai headset VR yang lebih terjangkau dibanding Valve Index, bocoran terbaru justru mengarah pada skenario yang sebaliknya.
Laporan terbaru via PCGamesN yang mengacu kepada video YouTube dari leaker Tyler McVicker, yang kini telah dihapus, menyebutkan bahwa Steam Frame diperkirakan akan dibanderol dengan harga di atas USD 1.000, jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi awal. Kenaikan tersebut diyakini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen, terutama chip Qualcomm yang belum lama ini mengalami kenaikan cukup tinggi. Meski Valve sendiri masih belum mengumumkan harga resminya, angka tersebut mulai dianggap masuk akal mengingat kondisi pasar saat ini.

Harga tersebut akan menempatkan Steam Frame pada posisi yang cukup unik. Kini bukannya bersaing langsung dengan headset VR mainstream seperti Meta Quest 3, perangkat terbaru Valve itu justru akan masuk ke segmen premium yang menyasar para enthusiast PC. Berkat dukungan SteamOS, kemampuannya menjalankan library game Steam, serta fokus pada pengalaman VR berkualitas tinggi, Steam Frame memang menawarkan sesuatu yang berbeda. Namun pertanyaannya, apakah keunggulan tersebut cukup untuk membenarkan banderol empat digit dalam mata uang Dollar?
Kondisi ini juga menjadi cerminan tantangan yang sedang dihadapi industri hardware gaming secara keseluruhan. Belakangan, harga GPU dari berbagai vendor mulai merangkak naik, sementara perangkat baru seperti Steam Machine juga meluncur dengan harga yang lebih mahal dari prediksi awal. Artinya, Valve bukan satu-satunya perusahaan yang harus menghadapi tekanan biaya produksi akibat krisis komponen global.
Bagi gamer, terutama mereka yang telah lama menantikan penerus Valve Index, harga berpotensi menjadi faktor penentu. Perangkat VR memang terus berkembang, tetapi adopsinya masih tergolong niche dibanding PC maupun console. Harga di atas USD 1.000 berisiko membuat Steam Frame hanya menarik bagi kalangan ekonomi atas, sementara gamer casual kemungkinan akan memilih alternatif yang lebih terjangkau meski dengan kompromi performa.
Bagaimana menurut Anda? Jika Steam Frame benar-benar dibanderol di atas USD 1.000, apakah Anda masih tertarik untuk memilikinya?










