Nintendo Diprediksi Jadi Benteng Terakhir Game Fisik di Industri Console
Analis memprediksi Nintendo akan menjadi produsen console terakhir yang mempertahankan media fisik di tengah tren industri menuju distribusi digital.
Tidak bisa dipungkiri bahwa industri game kini tengah memasuki salah satu titik perubahan terbesarnya dalam dua dekade terakhir. Setelah perlahan meninggalkan kepemilikan fisik demi kenyamanan distribusi digital, kini produsen console utama, yaitu PlayStation dan Xbox siap menutup ketersediaan media fisik sepenuhnya di platform mereka. Di tengah tren tersebut, Nintendo justru diprediksi akan mengambil jalur yang berbeda.
Analis Circana, Mat Piscatella, dalam wawancara dengan VGC menilai Nintendo berpotensi menjadi produsen console terakhir yang masih mempertahankan media fisik. Pendapat ini muncul menyusul keputusan Sony untuk menghentikan produksi game PlayStation dalam format disc mulai Januari 2028, serta berbagai laporan yang menyebut Microsoft juga tengah mengarahkan Xbox generasi berikutnya menuju ekosistem digital tanpa disc drive.

Menurut Piscatella, Nintendo kemungkinan besar tidak akan mengubah strateginya hanya karena kompetitor memilih meninggalkan media fisik. “Nintendo akan tetap menjadi Nintendo,” ungkapnya, terlebih melihat raksasa gaming asal Kyoto tersebut selama ini memang dikenal lebih konsisten menjalankan visinya sendiri dibanding mengikuti tren industri.
Meski demikian, mempertahankan media fisik bukan berarti Nintendo sepenuhnya mengabaikan transformasi digital. Pada Switch 2 misalnya, perusahaan itu masih menawarkan game dalam bentuk fisik, tetapi sebagian judul menggunakan Game Key Card, kartu fisik yang berfungsi sebagai lisensi untuk mengunduh game. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Nintendo juga mulai beradaptasi dengan meningkatnya ukuran game modern, dan kebutuhan distribusi digital, tanpa benar-benar meninggalkan format fisik.
Bagi banyak gamer, keberadaan media fisik masih memiliki nilai yang sulit digantikan. Selain memberikan kepemilikan yang lebih nyata, format fisik juga dianggap penting untuk koleksi, jual beli game bekas, hingga upaya preservasi game di masa depan. Kekhawatiran inilah yang menjadi fokus utama dari gerakan perlawanan akan kebijakan digital only dari PlayStation.
Menariknya, keputusan perusahaan itu untuk tetap mempertahankan media fisik juga memiliki keuntungan bisnis tersendiri. Berbeda dengan PlayStation dan Xbox yang sejak lama mengandalkan optical disc, Switch menggunakan cartridge yang lebih ringkas, tahan lama, dan masih menjadi pilihan populer di kalangan konsumen, terutama keluarga serta pasar ritel. Selama permintaan masih tinggi, tidak ada alasan bagi Nintendo untuk meninggalkannya.
Terlepas dari benar atau tidaknya prediksi tersebut, arah industri gaming tampaknya semakin jelas. Distribusi digital terus menjadi fokus utama para produsen console, sementara media fisik perlahan berubah dari standar menjadi sebuah pilihan. Jika Nintendo benar-benar menjadi perusahaan terakhir yang mempertahankannya, maka mereka bukan hanya berbeda dari kompetitor, tetapi juga menjadi penjaga terakhir tradisi kepemilikan game secara fisik.
Bagaimana menurut Anda mengenai prediksi itu?










