Komponen Disc Drive Alami Kelangkaan, Ancam Hilangnya Perangkat di Masa Depan
Kelangkaan komponen optical drive mengancam dukungan disc drive eksternal pada console Sony dan Microsoft generasi berikutnya.
Selama ini peralihan dari game fisik ke game digital lebih banyak dipandang sebagai keputusan bisnis. Bukan hanya distribusi lebih murah, penjualan langsung melalui toko digital jauh lebih menguntungkan dan publisher punya kendali lebih besar atas ekosistemnya. Namun, situasinya kini bisa menjadi lebih serius karena industri disc drive sendiri mulai kehilangan pemasoknya. Artinya, Sony dan Microsoft mungkin bukan hanya memilih meninggalkan media fisik pada generasi berikutnya, tetapi perlahan kehilangan pilihan untuk mempertahankannya.
Menurut laporan KitGuru yang mengutip Windows Central dan kemudian mendapat dukungan dari Digital Foundry, disebutkan bahwa sejumlah perusahaan yang saat ini masih memproduksi komponen khusus untuk optical disc drive mulai beralih ke pasar lain. Ketika jumlah pemasok semakin sedikit, biaya produksi perangkat tersebut ikut meningkat dan pembuatan disc drive dalam jumlah besar menjadi semakin sulit.

Dampaknya bisa cukup besar, karena disc drive yang dulu merupakan komponen murah dan mudah didapatkan kini berubah menjadi perangkat niche dengan rantai pasok yang semakin rapuh. Bahkan jika Sony atau Microsoft tetap ingin menawarkan disc drive eksternal sebagai opsi aksesori, kelangkaan komponen bisa membuat harganya melonjak hingga ratusan Dolar. Dengan kata lain, mempertahankan dukungan fisik bisa membuat harga perangkat tambahan terlalu mahal untuk pasar console berskala masif.
Ironisnya, kondisi pasar itu secara kebetulan sejajar dengan kebijakan kontroversial Sony untuk menghentikan dukungan game fisik pada Januari 2028. Sony menyebut perubahan preferensi konsumen dan pergeseran industri hiburan menuju digital sebagai alasan utama. Sementara itu, Microsoft belum mengumumkan keputusan serupa untuk generasi berikutnya, bahkan Xbox saat ini justru sedang menguji fitur yang memungkinkan game dari disc Xbox dikonversi menjadi lisensi digital.
Sedangkan untuk gamer, persoalannya menjadi lebih besar daripada sekadar hilangnya benda fisik. Disc selama ini memberikan jalur kepemilikan, perdagangan game bekas, koleksi, dan akses terhadap perangkat lunak tanpa sepenuhnya bergantung pada toko digital. Jika pasokan hardware untuk membaca disc ikut menghilang, posisi konsumen dalam mempertahankan opsi tersebut menjadi semakin lemah.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai kelangkaan pasokan komponen disc drive yang mengancam keberadaan periferal itu di masa depan?










