Nintendo Switch 2 Versi Zelda 40 Tahun Kini Dijual Reseller Hingga $1700
Akibat kelangkaan karena sold out, reseller kini jual Nintendo Switch 2 Zelda 40th Anniversary hingga US$1.700, jauh di atas harga resmi US$520.
Belum juga mulai beredar produknya di pasar, Nintendo Switch 2 versi The Legend of Zelda 40th Anniversary Edition kini sudah menjadi sasaran panas di pasar reseller. Console edisi khusus yang dibanderol resmi US$519,99 ini langsung habis di sejumlah retailer setelah pre-order dibuka, untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Bahkan, beberapa listing menyentuh hingga sekitar US$1.700, memperlihatkan betapa tingginya reseller menilai produk spesial itu.
Nintendo sebelumnya memperkenalkan console tersebut sebagai bagian dari perayaan 40 tahun The Legend of Zelda. Ketika diumumkan, harganya ditetapkan US$519,99 atau sekitar US$20 lebih mahal dibanding harga Nintendo Switch 2 reguler, sementara penjualannya dijadwalkan mulai 29 Oktober 2026. Console ini hadir dengan Joy-Con bernuansa hijau dan emas, dock bernuansa hitam emas dengan elemen Triforce, serta desain khusus pada kemasannya.

Masalahnya muncul segera setelah pre-order tersedia. Sejumlah retailer besar dilaporkan kehabisan stok dengan cepat, sementara listing reseller mulai menawarkan unit yang sama dengan harga sekitar US$700 hingga US$1.000, bahkan bisa lebih mahal. Ada pula listing yang mencantumkan bundle hingga US$1.700, meskipun angka tersebut merupakan harga yang diminta penjual, bukan bukti bahwa console itu telah terjual pada nominal tersebut. Bahkan ada listing yang menampilkan estimasi pengiriman pada September, padahal Nintendo baru menjadwalkan produk ini untuk dirilis pada 29 Oktober.
Selain console, Nintendo juga menyiapkan aksesori dengan tema serupa. Zelda 40th Anniversary Edition Pro Controller dijual seharga US$99,99, atau US$109,99 jika dipaketkan dengan stand khusus, sedangkan carrying case dibanderol US$39,99. Ketiganya juga dijadwalkan meluncur pada 29 Oktober. Sementara itu, remake Ocarina of Time baru akan hadir pada 5 November dan tidak termasuk dalam paket Nintendo Switch 2 edisi anniversary tersebut.
Fenomena ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing untuk perangkat Nintendo bertema Zelda. Seperti yang terlihat pada Switch OLED The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom, yang juga memiliki daya tarik tinggi di kalangan kolektor. Bedanya, Nintendo Switch 2 edisi Zelda 40th Anniversary Edition merupakan edisi khusus pertama Switch 2, sehingga permintaannya datang dari dua kelompok sekaligus, yaitu fans berat Zelda yang mengincar perangkat koleksi dan pemilik Nintendo Switch 2 yang ingin memiliki varian berbeda dari console mereka.
Sebenarnya harga tinggi di pasar sekunder saat ini belum tentu mencerminkan nilai pasar sebenarnya. Listing dengan harga tinggi hanya menunjukkan berapa banyak uang yang diminta reseller, bukan harga yang bisa ditoleransi oleh konsumen. Sayangnya dalam situasi seperti ini, terkadang tingginya harga listing justru dapat menciptakan tekanan psikologis berupa fear of missing out (FOMO), ketika calon pembeli merasa harus membayar mahal sebelum stok semakin sulit ditemukan.
Menariknya, laporan terbaru menyebut Nintendo telah pastikan adanya rencana restock untuk pasar Inggris dan Irlandia, sementara console tersebut juga disebut akan tersedia melalui toko fisik Nintendo tertentu saat peluncuran. Artinya, kelangkaan pada masa pre-order belum berarti perangkat ini tidak akan ditambah lagi ketersediaannya oleh Nintendo.
Bagaimana menurut Anda mengenai situasi kelangkaan console edisi spesial itu, yang sampai memicu reseller menjualnya dengan harga begitu tinggi?










