NVIDIA DLSS 5 Kini Dikabarkan Jalan di GPU Lawas RTX 20 Series
NVIDIA DLSS 5 yang bocor beberapa waktu lalu kini berhasil dimodifikasi agar berjalan di RTX 20, game lawas, API lama, hingga emulator PCSX2.
Setelah teknologi grafis NVIDIA DLSS 5 alami kebocoran beberapa waktu lalu, komunitas dan modder seakan berlomba untuk mencobakannya ke berbagai platform dan game. Setelah berhasil menjalankannya di RTX 30 yang seharusnya tidak masuk ke dalam perangkat yang didukung resmi, kini modder mendorongnya lebih jauh ke GPU lawas RTS 20 Series.
Melalui informasi dari media sosial, eksperimen itu memanfaatkan versi DLSS 5 Neural Rendering yang bocor dari build awal NBA 2K27. Komunitas kemudian memodifikasi runtime tersebut agar dapat bekerja pada GPU yang lebih tua. Salah satu proyek bernama DLSS5-Feeder bahkan memungkinkan teknologi tersebut digunakan pada game yang tidak memiliki dukungan DLSS secara native, dengan jalur kompatibilitas untuk DirectX 11, DirectX 12, game 32-bit, DirectX 9 melalui wrapper, hingga Vulkan.

Lebih menariknya lagi, cakupannya ternyata tidak berhenti pada game PC baru saja. Pengujian komunitas dilaporkan berhasil menerapkan Neural Rendering pada sejumlah game lama seperti Metro 2033 Redux, Splinter Cell: Blacklist, BioShock Remastered, dan Fable Anniversary. Bahkan Manhunt yang dijalankan melalui emulator PCSX2 turut menjadi korban, membuka kemungkinan bahwa teknologi AI NVIDIA itu dapat digunakan untuk memperbarui tampilan game yang sama sekali tidak pernah dirancang dengan DLSS.
Namun, eksperimen ini sekaligus memperlihatkan mengapa NVIDIA membatasi DLSS 5 pada perangkat keras yang lebih baru. Pada RTX 30, misalnya, eksperimen awal di sana memaksa workload GPU melebihi kemampuannya dan menghasilkan penurunan performa yang ekstrem. Pengujian Deep Rock Galactic pada RTX 3080 bahkan dilaporkan turun dari sekitar 138 FPS menjadi hanya 4 FPS ketika DLSS 5 diaktifkan.
Tampaknya tidak puas dengan hasil itu, kini komunitas mulai mencoba menggunakan jalur Floating Point FP16 untuk GPU Turing dan Ampere sehingga kompatibilitasnya lebih baik, tidak seperti pada eksperimen di RTX 3080 yang masih gunakan FP8 yang memang dirancang untuk AI, tetapi menghasilkan perhitungan yang tidak akurat dan beban yang tinggi.
Bila komunitas dan modder memang dapat menerjemahkan teknologi terbaru dari NVIDIA itu ke dalam format yang bisa diterima oleh GPU lawas, maka hal ini menjadi terobosan yang sangat menarik untuk meningkatkan kualitas visual untuk gamer budget, dan game dengan spesifikasi rendah yang tidak miliki visual indah.
Perkembangan ini menarik untuk diikuti karena memperlihatkan bahwa batas kompatibilitas DLSS 5 ternyata tidak sepenuhnya ditentukan oleh game. Komunitas berhasil menyediakan data yang dibutuhkan Neural Rendering, bahkan untuk software yang tidak mengenal DLSS, tetapi harga yang harus dibayar bisa sangat besar dalam bentuk FPS rendah, latency tinggi, artefak gambar, hingga elemen interface game yang ikut diubah.
Bagaimana menurut Anda mengenai keberhasilan modder dan komunitas untuk menyematkan DLSS 5 ke tempat yang tidak seharusnya?










