Hasbro Batalkan Game Dungeons & Dragons Garapan Giant Skull
Hasbro membatalkan game Dungeons & Dragons garapan Giant Skull, studio milik Stig Asmussen, kurang dari setahun setelah proyek diumumkan.
Siapa sangka, ternyata dukungan nama besar di belakang sebuah proyek tidak selalu menjamin game tersebut akan bisa sampai ke tangan pemain. Terutama ketika industri game belakangan ini semakin berhati-hati dalam mengelola investasinya, bahkan proyek yang dipimpin oleh kreator berpengalaman sekalipun tetap bisa dihentikan jika dianggap belum memenuhi visi publisher, seperti yang terjadi pada game Dungeons & Dragons terbaru yang tengah dikembangkan studio Giant Skull milik Stig Asmussen.
Informasi itu datang dari Hasbro melalui Wizards of the Coast, yang resmi membatalkan proyek tersebut, kurang dari satu tahun setelah diumumkan pada Juni 2025. Berdasarkan laporan Bloomberg, kerja sama publishing antara kedua pihak telah berakhir, yang secara otomatis menghentikan pengembangan game ini.

Juru bicara Wizards of the Coast menjelaskan bahwa mereka secara rutin mengevaluasi setiap konsep di berbagai tahap produksi. Setelah melakukan penilaian yang mendalam, perusahaan itu memutuskan untuk tidak melanjutkan konsep awal yang diajukan Giant Skull, meski tetap menyatakan rasa hormat yang besar terhadap Stig Asmussen dan timnya, serta menegaskan hubungan profesional keduanya masih berjalan baik.
Sebelum dibatalkan, proyek ini dirancang sebagai game action adventure single player yang memungkinkan pemain menjelajahi semesta baru Dungeons & Dragons. Game tersebut dijanjikan menghadirkan narasi yang imersif, pertarungan heroik, dan traversal dinamis, formula yang sangat sejalan dengan rekam jejak Asmussen.
Nama Stig Asmussen sendiri tentu bukan sosok asing bagi gamer. Ia dikenal sebagai producer dari game Star Wars Jedi: Fallen Order serta God of War III, dua game yang dipuji karena kualitas combat dan desain level-nya. Karena itulah, pengumuman proyek ini sempat memunculkan ekspektasi tinggi bahwa Dungeons & Dragons akhirnya akan mendapatkan adaptasi action modern yang berkualitas tinggi.
Pembatalan ini juga menjadi proyek Dungeons & Dragons kedua yang dibatalkan dalam waktu relatif singkat, setelah Starbreeze Studios menghentikan pengerjaan Project Baxter. Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun popularitas franchise D&D melonjak dalam beberapa tahun terakhir, mengubahnya menjadi proyek game AAA tetap bukan tugas yang mudah.
Bagi Hasbro, keputusan ini kemungkinan mencerminkan strategi yang semakin selektif dalam mengembangkan properti intelektual mereka ke media video game. Sementara bagi Giant Skull, pembatalan ini tentu menjadi kemunduran, meski Asmussen menegaskan bahwa kondisi studio tetap baik.
Bagaimana menurut Anda mengenai pembatalan proyek Dungeons & Dragons ini oleh Hasbro? Apakah Anda masih berharap Giant Skull akan menghadirkan game action adventure besar lainnya di masa depan?










