FIFA Siapkan Ekosistem Gaming Berbasis Sepak Bola Baru
FIFA resmi tinggalkan strategi satu game flagship dan umumkan strategi gaming baru dengan ekosistem berisi banyak partner game dan esports.
Sebagai nama besar di kancah gaming olahraga sepak bola kelas dunia, masa depan brand FIFA di industri video game belakangan ini masih belum jelas, terutama setelah mereka berpisah dengan Electronic Arts. Akhirnya, badan sepak bola dunia itu ambil keputusan bulat untuk franchise gamenya. Bukannya kembali membuat satu game sepak bola utama untuk menyaingi EA Sports FC, FIFA justru memilih pendekatan yang jauh lebih luas dan ambisius.
Lewat pengumuman strategi baru bertajuk Digital Football Strategy, FIFA perlihatkan adanya rencana ekspansi besar ke ranah gaming, esports, hingga platform digital melalui kerja sama dengan banyak publisher dan developer sekaligus. Organisasi sepak bola terbesar dunia itu kini ingin memposisikan dirinya sebagai pusat dari “ekosistem game sepak bola” lintas genre dan platform, terutama menjelang Piala Dunia 2026.

Berbeda dengan era lama yang hanya bergantung pada satu franchise tahunan, mereka kini membagi pendekatan ke dalam beberapa kategori game berbeda. Mulai dari simulasi sepak bola realistis, game arcade, simulasi non-aksi, hingga pengalaman casual non-simulasi. Strategi ini memperlihatkan bahwa mereka tampaknya sadar industri game sepak bola modern tidak lagi hanya soal simulasi kompetitif seperti dulu.
Sejauh ini, badan sepak bola dunia itu sudah menggandeng tujuh proyek berbeda untuk membangun ekosistem tersebut. Beberapa nama besar seperti Football Manager 26 dan eFootball ikut masuk dalam daftar kerja sama resmi. Sementara itu, game baru hasil kolaborasi dengan Netflix Games akhirnya mendapatkan nama resmi, yaitu FIFA World Cup, yang direncanakan rilis tahun ini. Selain itu ada pula proyek seperti FIFA Rivals, FIFA Heroes, hingga kolaborasi esports dengan Rocket League.
Langkah ini terasa cukup menarik karena mereka tampaknya tidak lagi mencoba “menggantikan” EA Sports FC secara langsung. Sebaliknya, organisasi tersebut justru ingin hadir di sebanyak mungkin genre dan komunitas gaming yang ada. Dari mobile, Roblox, esports, hingga streaming platform seperti Netflix, mereka terlihat ingin membangun identitas digital yang jauh lebih fleksibel dibanding era sebelumnya.
Meski begitu, tantangan terbesarnya tetap sama, yaitu apakah pendekatan multi-game seperti ini cukup kuat untuk menandingi dominasi EA Sports FC yang sudah mengakar selama ini? Atau justru strategi baru ini membuka peluang untuk menjangkau kalangan gamer yang lebih luas dibanding sebelumnya? Bagaimana menurut Anda mengenai strategi baru ini?










