Producer Final Fantasy VII Remake Siap Garap JRPG Baru Setelah Revelation
Naoki Hamaguchi mengaku ingin tetap mengerjakan JRPG setelah Final Fantasy VII: Revelation rampung, buka kemungkinan untuk menangani IP baru.
Menyelesaikan sebuah proyek besar sering kali menjadi awal dari tantangan berikutnya. Hal itu tampaknya juga berlaku bagi Naoki Hamaguchi, sosok yang memimpin trilogi remake Final Fantasy VII, dan kini tengah bersiap untuk menuntaskan salah satu game paling ambisius dalam sejarah Square Enix.
Seperti yang pastinya Anda ketahui, perjalanan remake dari Final Fantasy VII akan mencapai puncaknya melalui Final Fantasy VII: Revelation yang dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027 kelak. Sebagai penutup dari trilogi yang dimulai sejak 2020, game ini memikul ekspektasi besar dari para penggemar yang telah mengikuti kisah Cloud dan kawan-kawan selama bertahun-tahun lamanya.

Melalui wawancara terbaru bersama Game Informer, Hamaguchi mengaku bahwa fokus utamanya saat ini masih sepenuhnya tertuju pada Revelation. Ia ingin memastikan bab terakhir trilogi tersebut mampu memberikan penutup terbaik bagi para pemain setianya. Di saat bersamaan, ia juga menanggapi dengan nada bercanda berbagai permintaan penggemar yang berharap dirinya ikut mengerjakan remake atau remaster untuk FFVI.
Meski belum ada keputusan resmi mengenai proyek berikutnya, Hamaguchi mengungkapkan bahwa karya kreatif selanjutnya hampir pasti masih berada di ranah JRPG. Menurutnya, Square Enix memiliki kemampuan untuk terus menghadirkan JRPG berskala besar yang mampu menarik perhatian pemain di seluruh dunia.
Namun yang menarik, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengerjakan franchise selain Final Fantasy. Bahkan, Hamaguchi mengakui bahwa kesempatan untuk bisa menangani IP game berbeda justru terdengar sangat menarik, karena menawarkan tantangan baru yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.
Dengan Revelation yang akan menutup kisah dari FFVII Remake, banyak fans yang mulai bertanya-tanya apakah Hamaguchi akan kembali dipercaya mengerjakan seri Final Fantasy utama berikutnya, atau justru melahirkan RPG baru dari IP lain milik perusahaan asal Jepang tersebut.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Hamaguchi lebih cocok memimpin proyek Final Fantasy berikutnya, atau justru akan lebih menarik jika ia diberi kesempatan menghidupkan IP baru milik Square Enix?










