Handheld Retro Terancam Makin Mahal Berkat Naiknya Harga Chip Qualcomm
Kenaikan harga chipset Qualcomm dikabarkan akan membuat handheld retro dari Retroid, AYANEO, dan merek lain berpotensi dijual lebih mahal.
Kecintaan gamer akan game retro dan kemudahan bermain di mana saja yang ditawarkan oleh handheld gaming membuat pasarnya kian menanjak naik, terutama dalam beberapa tahun belakangan ini. Berbagai produsen seperti Retroid, AYANEO, hingga merek-merek baru berlomba menghadirkan perangkat yang semakin bertenaga dengan chipset Qualcomm. Namun keputusan itu justru hadirkan kekhawatiran baru, akibat kenaikan harga chipset dari Qualcomm.
Laporan terbaru via Bloomberg mengungkapkan bahwa Qualcomm telah memberi tahu para mitra manufakturnya mengenai rencana kenaikan harga chipset. Kenaikan biaya produksi semikonduktor membuat perusahaan tersebut tidak lagi mampu menyerap seluruh biaya tambahan, sehingga beban tersebut akan diteruskan ke produsen perangkat. Dampaknya, handheld yang mengandalkan Snapdragon berpotensi mengalami kenaikan harga saat memasuki gelombang produksi berikutnya.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi nama-nama seperti Retroid, AYANEO, dan berbagai produsen handheld retro lainnya yang belakangan semakin agresif merilis perangkat baru. Beberapa produk terbaru mereka menggunakan chipset Snapdragon G Series sebagai nilai jual utama, berkat performa emulasi yang tinggi serta efisiensi daya yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Bahkan, dampak dari kenaikan harga itu sebenarnya sudah mulai terlihat. Beberapa produsen handheld retro telah beri sinyal akan adanya penyesuaian harga pada sejumlah produk mereka, akibat meningkatnya biaya produksi dan rantai pasokan, seperti Retroid pada media sosial mereka. Bukan tidak mungkin pula handheld yang saat ini sudah dibanderol mahal, seperti AYANEO dengan harga $4000, akan semakin mahal lagi.
Bagaimana menurut Anda mengenai kemungkinan adanya kenaikan harga handheld retro akibat keputusan Qualcomm? Apakah Anda tertarik untuk membeli handheld baru di tengah krisis harga seperti sekarang ini?










