Blizzard Hadirkan Overwatch Rush, Game Mobile Seru yang Siap Rilis di Indonesia
Blizzard hadirkan hero shooter Overwatch Rush, game mobile seru yang bawa dunia Overwatch ke dalam pertarungan cepat.
Meskipun Overwatch saat ini telah berumur satu dekade, kepopuleran game hero shooter itu harus diakui masih begitu besar, bahkan setelah dihantam oleh beberapa game pesaing sekalipun. Melihat potensi besar itu, Blizzard selaku kreatornya akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam pasar yang belum dimanfaatkan oleh franchise itu, yaitu mobile gaming, melalui Overwatch Rush.
Walaupun game mobile ini terkesan seperti port, karena migrasinya ke platform baru, tetapi pada kenyataannya Overwatch Rush merupakan game baru yang dibangun dari nol dengan menggunakan latar dunia Overwatch, dengan gameplay hero shooter yang masih kental dan juga dijanjikan lebih seru. Pasalnya, pihak developer memutuskan untuk sesuaikan game ini dengan sifat mobile player, yang sukai gameplay fast pace dan tampilan top-down, meninggalkan sudut pandang first person seperti game originalnya.


Guna tetap mempertahankan nuansa Overwatch yang dicintai oleh fansnya selama satu dekade, game ini akan hadirkan map yang juga ditemui pada game originalnya, seperti Temple of Anubis, Busan, dan juga tak ketinggalan Eichenwalde. Tidak berhenti sampai di situ, Hero yang bisa dimainkan juga sama, dengan roster awal berjumlah 9 Hero seperti Mercy dan Tracer.
Menariknya, tim developer menyatakan game ini akan berlangsung sangat cepat per match, dengan perkiraan sekitar 3 hingga 5 menit saja. Dengan demikian, gamer yang memainkannya di tengah perjalanan atau sedang menunggu giliran antrian tidak perlu khawatir akan terganggu sesi bermainnya.
Wajar saja, sebab Overwatch Rush sengaja menggunakan game mode yang memang tidak berlarut lama. Misalnya, mode Free for All yang mengadu semua pemain demi mendapatkan 5 kill untuk memenangkan match. Ada pula mode Dual Free for All, yang memasangkan pemain dalam tim melawan tim lain, dan hanya butuh 8 kill untuk memenangkan match.
Mode lain yang tak asing adalah Control Point, match klasik yang mengadu 2 tim berisi 4 pemain di setiap timnya, untuk mengambil point dan mempertahankannya. Tak kalah menariknya adalah mode Nano Grab, yang mengadu 2 tim untuk mengumpulkan uang bernama Nano di arena pertarungan dan membawanya kembali ke base. Lucunya, musuh dapat mencuri Nano itu dari tangan pemain dengan mengalahkannya, membuat mode ini akan begitu rusuh.
Untuk Hero yang bisa dimainkan, mereka memiliki sistem progresi yang menarik dan luwes. Pertama adalah Talent, yang bisa memberikan efek tambahan terhadap skill yang digunakan Hero. Misalnya, Tracer bisa menambahkan efek serangan AoE ketika dia melakukan Blink, atau mungkin berikan healing hingga memberikan debuff ke musuh di sekitarnya. Dengan demikian, setiap pemain bisa menyesuaikan Talent itu dengan strategi bermain timnya.


Sistem progresi Hero yang tidak kalah menarik adalah Mod, yang bisa mengubah statistik dari Hero itu sendiri. Bila Anda menyukai Hero tertentu tetapi ingin dia lebih menyerang, maka Mod bisa membuatnya unggul dalam serangan, atau mungkin stats hybrid layaknya karakter di dalam game MMO. Tentu saja selain itu, Hero juga dihiasi dengan beragam kosmetik yang pastinya akan menjadi bintang utama di dalam sistem monetisasi Overwatch Rush.
Saat ini, Overwatch Rush sudah siap untuk memasuki masa Soft Launch, dan Indonesia, Malaysia, serta Filipina telah terpilih sebagai negara pertama yang bisa memainkan game ini. Peluncurannya akan dimulai di Indonesia pada 31 Agustus, untuk kemudian disusul dengan Malaysia dan Filipina.
Alasan utama dari pemilihan 3 negara itu ternyata berhubungan erat dengan optimasi matchmaking, karena region yang sama akan lebih meringankan ping dan juga zona waktu bermain yang relatif sama. Untuk itu, bila Anda mengaku fans dari Overwatch, maka jangan sampai ketinggalan mencoba Overwatch Rush.
Bersamaan dengan perilisan resmi itu, Blizzard juga akan menambahkan 3 map baru. Map itu antara lain Narwhal Cove (Gibraltar), Portero Mansion (Dorado), dan Hydronet Gardens (Cairo). Blizzard juga menjanjikan akan terus berikan konten baru pada setiap season, termasuk tentunya event, map baru dan juga Hero baru.
Satu hal terakhir yang perlu dicatat adalah game ini bukan MOBA, meskipun memiliki tampilan yang mirip, karena gunakan view top-down. Akar dari game ini masih ada pada Hero Shooter, jadi Anda masih harus bisa membidik serangan dan juga tidak akan menemui unsur MOBA seperti tower dan creep. Anggap saja Anda memainkan Overwatch tanpa sudut pandang FPS.
Nah, bagaimana menurut Anda sendiri mengenai Overwatch Rush? Apakah Anda tertarik untuk memainkan game Hero Shooter yang begitu fast pace ini?










