StarCraft Open World Shooter Dijanjikan Bukan Game Live Service

Reading time:
September 17, 2026
Blizzard menjanjikan StarCraft baru yang berubah haluan menjadi open world shooter bukanlah game live service, tetapi berbasis narasi.

Ketika Blizzard mengumumkan kembalinya StarCraft pada BlizzCon 2026 sebagai open world shooter, tidak sedikit fans yang merasa khawatir akan condongnya pengembangan game itu ke live service, seperti yang menjadi tren di industri gaming belakangan ini. Guna menjawab kekhawatiran itu, Blizzard melalui Dan Hay selaku General Manager sekaligus Creative Director proyek ini, menegaskan bahwa game itu merupakan shooter open world berbasis narasi, bukan game live service.

Melalui wawancara bersama Inven Global, Hay menegaskan bahwa pemain akan mendapatkan sebuah game dengan struktur cerita yang jelas, termasuk awal, tengah, dan akhir yang pasti. Dia juga menyebut game ini bukan pengalaman musiman, melainkan produk mandiri yang dapat dimainkan tanpa tuntutan untuk terus kembali demi mengejar konten baru.

starcraft

Hay juga menambahkan bahwa penggunaan format open world memungkinkan tim developer untuk membawa pemain lebih dekat untuk memahami dunia StarCraft, setelah 70 tahun berlalu pasca perang yang terjadi di game sebelumnya. Hanya dengan melihatnya lebih dekat dengan sudut pandang game shooter, pemain dapat merasakan langsung efek dari perang antara Terran, Zerg, dan Protoss.

Penggunaan gameplay semacam ini juga disebutnya akan membawa pemain langsung di medan pertempuran, sebagai karakter yang dapat menjelajahi dunia, menjalankan misi, mencari sumber daya, dan memperkuat gear tempurnya. Trailer perdana memang masih minim gameplay, tetapi dari sana Blizzard menekankan pengalaman dari perspektif prajurit yang ada di lini terdepan sebagai alasan utama perubahan genre ini.

Keputusan untuk tidak mengadopsi model live service seperti ini juga menarik untuk ditelaah, terutama jika melihat sejarah Blizzard selama beberapa tahun belakangan. Meski perusahaan itu memiliki pengalaman panjang mengelola Overwatch, yang terus mendapatkan ekspansi, musim, atau konten baru, tetapi proyek StarCraft ini justru memilih struktur gameplay tradisional yang lebih terkendali.

Bagi sebuah franchise legendaris yang sudah lama tidak mendapatkan game baru, pendekatan tersebut memungkinkan Blizzard untuk lebih fokus pada kualitas cerita via campaign, dan dunia yang ingin dibangun tanpa harus memikirkan bagaimana mempertahankan pemain selama bertahun-tahun. Terlebih melihat sentimen gamer belakangan ini terhadap live service, yang sudah mulai mencapai titik jenuh.

Meski demikian, perubahan dari RTS menjadi shooter tetap menjadi tantangan terbesar bagi tim developernya. StarCraft selama ini dikenal lewat genre RTS, yang libatkan keseimbangan antara tiga ras dengan karakteristik berbeda, serta manajemen peperangan yang menjadi identitas utamanya. Penolakan dari fans setianya pasti akan terus ada.

Blizzard sebelumnya bahkan sudah dua kali mencoba membawa franchise ini ke genre shooter lewat StarCraft: Ghost dan proyek StarCraft: Ares, yang keduanya berakhir batal. Karena itu, proyek baru yang dipimpin Dan Hay ini bukan sekadar comeback, tetapi juga kesempatan ketiga Blizzard untuk membuktikan bahwa franchise itu dapat berhasil di luar genre asalnya.

Bagaimana menurut Anda mengenai keputusan Blizzard untuk tidak membawa game legendaris itu ke ranah live service?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…