Petisi #SaveMassEffect Dapat Dukungan Besar Guna Selamatkan Franchise
Petisi #SaveMassEffect berhasil mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan setelah BioWare ditutup dan Mass Effect berikutnya dibatalkan oleh EA.
Keputusan Electronic Arts untuk menutup studio legendaris BioWare dan pembatalan game Mass Effect berikutnya ternyata tidak menghentikan fans untuk memperjuangkan masa depan seri RPG tersebut. Sebaliknya, keputusan itu justru memicu gelombang protes yang mendorong komunitas meminta franchise ini tetap berlanjut, meskipun studio yang membesarkannya sudah tidak lagi beroperasi. Petisi bertajuk #SaveMassEffect pun mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan hanya dalam beberapa hari, memperlihatkan besarnya kekecewaan fans terhadap keputusan tersebut.
Petisi #SaveMassEffect yang dibuat oleh Joe Smith pada 21 Oktober 2026 itu tidak sekadar meminta EA menghidupkan kembali BioWare. Mereka mengajukan dua opsi untuk mempertahankan franchise ini, yaitu EA kembali mendanai pengembangan game Mass Effect berikutnya dengan dukungan yang memadai, atau melisensikan kekayaan intelektualnya kepada studio lain yang mampu meneruskan franchise tersebut.

Perhatian terhadap #SaveMassEffect juga semakin membesar setelah trailer proyek yang disebut Mass Effect: Universe bocor ke internet sehari setelah BioWare ditutup. Cuplikan tersebut dilaporkan sebagai materi praproduksi yang menampilkan rekaman in-engine, yakni visual yang dirender menggunakan teknologi game, bukan trailer final, dengan jurnalis Bloomberg Jason Schreier memastikan keaslian trailer tersebut.
Pada trailer tersebut, diperlihatkan sosok protagonis baru dengan nuansa cerita yang menyerupai thriller mata-mata, bersama Liara T’Soni dan sejumlah karakter lain. Cuplikan itu memicu kekecewaan tambahan karena memperlihatkan bahwa tim BioWare tampaknya telah memiliki arah kreatif yang cukup jelas untuk proyek berikutnya.
Bagi fans franchise ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar kelanjutan dari sebuah seri game populer semata. Mass Effect dikenal lewat pilihan dialog yang memorable, hubungan dengan anggota kru Normandy yang menarik, serta keputusan pemain yang dibawa dari satu game ke game berikutnya. Identitas tersebut menjadikannya seri RPG naratif yang paling diingat.
Namun, dukungan komunitas belum tentu mengubah keputusan bisnis EA, terlebih sekarang raksasa gaming itu telah menjadi perusahaan private. Menyerahkan lisensi kepada pengembang lain pun tidak otomatis menjamin proyek baru akan terwujud, sebab EA tetap harus menemukan mitra yang tepat dan menyepakati arah pengembangan serta pembiayaannya.
Hingga berita ini ditulis, petisi #SaveMassEffect telah berhasil melampaui 100.000 tanda tangan. Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya reaksi komunitas akan kelanjutan franchise RPG yang memiliki tempat spesial di hati gamer dan juga dalam sejarah gaming itu.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang turut menandatangani petisi untuk menyelamatkan Mass Effect itu?









