Review Dishonored: Game Action yang Tak Boleh Anda Lewatkan!

Reading time:
October 16, 2012

Perhatikan Chaos – Hadirkan Multiple Endings

Tidak hanya sekedar menawarkan kebebasan, Dishonored juga memberikan reward dari setiap aksi Anda lewat beragam konsekuensi yang direpresentasikan oleh sebuah sistem bernama Chaos. Sebagian besar dari Anda tentu penasaran, apa keuntungannya memilih jalur yang lebih sulit sebagai seorang Assassin yang benar-benar mengandalkan stealth, atau seorang Pacifist yang tidak pernah ingin membunuh siapapun? Apa yang akan Anda dapatkan jika Anda memilih jalan yang lebih kompleks untuk menempuh jalur Non-Lethal untuk mengakhiri sepak terjang setiap target yang ada dan bukannya membunuh mereka begitu saja? Jawabannya ada pada tingkat Chaos yang lebih rendah. Semakin sedikit kekacauan yang Anda hasilkan, semakin mudah pulalah Emily untuk mengambil tahta sang ibu dan mengembalikan keteraturan pada Dunwall.

Dishonored 30
Dishonored memperkenalkan sistem baru bernama Chaos. Semakin brutal dan barbar aksi Anda, semakin parah juga kekacauan yang Anda timbulkan. Hasilnya? Dunia akan berekasi seiring dengan hal ini.
Dishonored 90
Chaos akan menentukan ending seperti apa yang Anda dapatkan di Dishonored. Chaos yang rendah akan memberikan Anda alternatif ending terbaik.

Semakin banyak musuh yang Anda habisi, semakin banyak darah yang tumpah, semakin tinggi pula tingkat Chaos yang Anda dapatkan. Lebih banyak mayat, berarti lebih banyak tikus, yang juga akan membuat Rat Plague semakin parah. Hasilnya? Tidak hanya lusinan penjaga yang akan Anda temui, Anda juga harus berhadapan dengan jumlah The Weepers yang akan meningkat secara signifikan. Brutalitas yang Anda tunjukkan akan berkorelasi positif dengan kekacauan yang Anda hasilkan di setiap misi. Lalu apa yang Anda dapatkan jika jalur kedamaian dan stealth yang Anda pilih, yang harus dibayar dengan kesabaran ini? Dishonored menawarkan beragam ending untuk mengakhiri cerita Corvo. Semakin rendah Chaos yang Anda hasilkan, semakin baik pulalah ending yang Anda dapatkan. Apakah ending terbaik ini pantas untuk dikejar atau tidak? Semua pilihan ini kembali ke tangan Anda masing-masing. Namun dengan beragam alternatif cara, cerita, dan konsekuensi yang ia tawarkan, Dishonored seolah didesain untuk mengundang Anda memainkannya berulang kali, menjajal semua pengalaman yang berbeda-beda ini.

Kesimpulan

Dishonored 28
Lewat keunikan gameplay dan kebebasan untuk menentukan hampir semua aksi di dalamnya, Dishonored menciptakan sebuah atmosfer gameplay yang membuat permainan peran menjadi sangat maksimal. Tidak perlu diragukan lagi, ia menjadi sebuah game action yang WAJIB dimainkan!

Luar Biasa, itu mungkin kata yang tepat untuk mewakili performa yang ditawarkan oleh Dishonored secara keseluruhan. Untuk kesekian kalinya, Bethesda berhasil membuktikan diri sebagai salah satu developer / publisher kawakan yang boleh dibilang, jarang mengecewakan gamer, bahkan dengan IP barunya sekalipun. Dishonored menjadi sebuah mahakarya yang datang dengan kualitas yang tidak boleh dilewatkan. Lewat keunikan gameplay dan kebebasan untuk menentukan hampir semua aksi di dalamnya, Dishonored menciptakan sebuah atmosfer gameplay yang membuat permainan peran menjadi sangat maksimal. Terlepas dari tugas utama Anda yang memang membunuh, Anda tetap memiliki kebebasan untuk menentukan jenis Assassin seperti apa yang Anda inginkan. Anda bisa menjadi Assassin yang berperang terbuka, stealth, atau bahkan Pacifist sekalipun. Oleh karena itu, Anda dituntut tidak hanya menjadi fatal, Anda juga harus berpikir cerdas dengan menentukan jalur perjalanan dan cara apa saja yang dapat Anda pilih untuk menyelesaikan setiap misi ini.

Salah satu keunggulan yang lain dari Dishonored adalah dunianya yang dibangun dengan desain setting dan karakter yang begitu menawan. Lantas apakah game ini datang tanpa kelemahan? Multiple endings yang ia tawarkan justru boleh dibilang sebagai bumerang yangn meruntuhkan pondasi dari Dishonored sendiri. Dengan kebebasan yang ia tawarkan dan beragam peran yang dapat Anda pilih, akan jauh lebih bijak jika Arkane dan Bethesda menetapkan indikator ending yang jauh lebih beragam daripada hanya sekedar melihatnya dari tingkat kekacauan yang Anda hasilkan. Mengapa? Dengan menggunakan sistem seperti ini, Dishonored secara tidak langsung mendorong dan mengarahkan Anda untuk bermain dengan cara bermain tertentu, semuanya untuk mengejar ending terbaik. Akan jauh lebih bijak, jika mereka menyediakan indikator yang lebih beragam, atau jika tidak, menyamaratakan semua ending yang ada. Dengan begitu, kebebasan yang ia tawarkan hampir absolut.

Terlepas dari kekurangan ini, Dishonored memang berkembang menjadi sebuah game yang menawan, cukup untuk membuat naluri gaming Anda terpompa secara konstan selama memainkannya. Tidak akan mengherankan jika Bethesda terdorong untuk menjadikan seri ini sebagai sebuah pengawal franchise yang mungkin akan sering temukan dalam beberapa tahun ke depan. Satu yang pasti, akan sangat disayangkan jika Anda melewatkan game yang satu ini. Anda harus memainkannya!

Kelebihan

Dishonored 56
Assassin juga butuh hiburan.. Untuk apa menonton televisi ketika Anda punya hiburan lain yang lebih menarik.. Ehm..ehm..
  • Desain setting dan karakter
  • Kebebasan untuk menentukan cara bermain
  • Kemampuan magic yang keren
  • Quest yang akan terus membuat Anda sibuk
  • Easter egg yang tidak terduga
  • Plot cerita
  • Replayability

Kekurangan

Dishonored 44
Sayang seribu sayang, kebebasan ini dicederai oleh hadirnya sistem multiple endings yang sugestif. Dengan membaginya ke dalam good dan bad ending, Arkane dan Bethesda secara tidak langsung meminta gamer untuk memainkan Dishonored dalam gaya permainan tertentu. Sangat disayangkan.
  • Multiple endings yang “sugestif”

Cocok untuk gamer: penggemar stealth-action, pencinta Deus EX

Tidak cocok untuk gamer: yang menyenangi game action yang tidak membutuhkan otak

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…