Review Headset Gaming Creative Sound Blaster Recon3D Omega: Nirkabel Jempolan dengan Fungsi Komplit!

Reading time:
April 30, 2013
Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 33
Creative Sound Blaster Recon3D Omega

Jika kita membicarakan salah satu elemen yang mungkin seringkali dinomorduakan terlepas dari statusnya yang terhitung krusial ketika bermain game, maka audio tampaknya pantas untuk menduduki list yang satu ini. Apa pasal? Sebagian besar gamer, apalagi mereka dengan budget yang terbatas, lebih terperangkap pada pikiran untuk mendapatkan visualisasi grafis semaksimal mungkin dan cenderung mengesampingkan elemen yang lain. Hasilnya? Pengalamannya sendiri menjadi tidak sebaik yang diperkirakan. Padahal dengan hadirnya rangkaian peripheral gaming audio yang kini bertebaran di pasaran, gamer sebenarnya memiliki opsi alternatif yang bisa diandalkan. Salah satunya? Headset gaming yang baru tiba di meja kami – Creative Sound Blaster Recon3D Omega.

Headset yang satu ini tentu saja menarik perhatian kami. Bagaimana tidak? Selain desain elegan yang membalut permukaannya, statusnya  sebagai sebuah headset gaming wireless tentu saja menawarkan sensasi dan fungsi yang lebih unik dibandingkan dengan peripheral gaming konvesional lainnya.Tidak hanya itu saja, untuk sebuah fungsi yang membutuhkan akurasi dan ketepatan suara untuk pengalaman yang lebih maksimal, statusnya yang nirkabel tentu saja berpotensi menghadirkan segudang masalah. The best part? Ia hadir dengan sebuah sound card yang diklaim mampu menyempurnakan fitur Sound Blaster Recon3D ini dengan lebih baik. Lantas seberapa baik performa Creative Sound Blaster Recon3D Omega ini? Kita akan membahas pengalaman yang ia tawarkan.

Desain dan Fitur

Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 361
Dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan dibalut dengan warna hitam yang elegan, lampu biru lembut yang menyala di sisi headset dan sound card ini memperkuat sisi kosmetik yang ada.

Dengan ukuran yang tidak seberapa besar, Sound Blaster Recon3D Omega memang terlihat cukup elegan, apalagi dengan warna hitam yang menjadi identitas utamanya. Dengan lampu berwarna biru lembut yang menyala setiap kali headset ini dikenakan, Creative tampaknya juga menjadikan sisi kosmetik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seri Sound Blaster kali ini. Hal ini juga tercermin dari desain transmitter-nya yang juga menawarkan atmosfer yang sama. Ujung tombak fungsi wireless ini memuat segudang tombol shortcut untuk mengakses beragam fungsi dan fitur yang ditawarkan secara instan. Jadi Anda tidak perlu lagi repot untuk harus selalu mengotak-ngatik driver yang ada.

Sebagai sebuah headset dengan ukuran yang terhitung proporsional, Recon3D Omega menawarkan ear pad yang sangat nyaman. Dengan bahan kulit sintetis yang menyelimuti busa yang lembut, telinga Anda akan termanjakan olehnya, walaupun dikenakan dalam waktu yang lama. Sudut putar pad-nya yang juga cukup luas, Anda bisa menyesuaikan diri untuk menggunakan headset ini dalam posisi telinga paling nyaman. Tidak seperti headset dengan bahan serupa yang keras dan terasa menekan, Recon3D Omega ini mendarat lembut di telinga, meminimalisir panas dan potensi munculnya keringat berlebih. Namun sayangnya, komposisi ini tidak lantas menjadi formula mumpuni untuk memerangkap suara yang ada. Pada volume tertentu, suara yang dihasilkan dapat terdengar keluar.

Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 1
Dengan kulit sintetis yang menyelimuti busanya yang lembut, Recon3D Omega ini tidak akan terasa menekan di kulit. Ia tidak akan membuat telinga Anda berkeringatan.
Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 26
Menutup gendang telinga dengan baik, sayangnya headset ini kurang dapat memerangkap suara yang ada. Dalam volume tertentu, Anda akan berhadapan dengan suara yang keluar.

Nama besar “gaming” yang disandang oleh Recon3D Omega memang bukan sekedar klaim omong kosong, dan Creative membuktikan hal tersebut. Tidak sekedar dapat difungsikan sebagai peripheral untuk PC, lewat sebuah mekanisme sederhana, Anda juga dapat memanfaatkan kualitasnya yang mumpuni untuk mendapatkan pengalaman audio yang maksimal ketika Anda sedang bermain game di dua konsol definisi tinggi – Playstation 3 dan XBOX 360. Bagian terbaiknya? Anda dapat melakukan semua ini dengan instruksi yang sederhana. Lewat buku manual yang disisipkan di paket penjualan dan deskripsi lewat gambar, Anda tidak perlu kerepotan untuk dapat memastikan fungsi ini berjalan dengan baik, apalagi dengan beragam kabel yang juga sudah disediakan di dalamnya. Lewat beberapa tombol shortcut yang terdapat di dalam transmitter yang ada, Anda bisa mengadaptasikan serangkaian fitur yang ada dengan cepat.

Kualitas yang ditawarkan Creative di Recon3D Omega ini juga didukung lewat perangkat lunak yang terhitung mumpuni. Seolah didesain untuk mengeluarkan setiap jengkal potensi yang ia tawarkan, driver ini akan membantu mengkustomisasi Recon3D Omega sesuai dengan preferensi audio pribadi Anda masing-masing. Kita tidak hanya sekedar membicarakan equalizer dan preset yang ada, tetapi juga serangkaian konfigurasi menu, dari mengatur atmosfer THX hingga mencari kejernihan suara yang memang Anda butuhkan. Dengan user-interface yang sederhana, Anda akan dapat langsung merasakan perbedaan ini secara real-time, untuk setiap opsi yang Anda pilih untuk hidup dan matikan. Maka untuk Anda yang memang mencari pengalaman audio yang lebih spesifik, driver ini akan membantu Anda mencapai kebutuhan ini.

Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 47
Sound Card ini sendiri memiliki beragam shortcut untuk fungsi dan fitur yang ada, termasuk kemudahan untuk menggunakannya tidak hanya untuk PC, tetapi juga Playstation 3 dan XBOX 360.
Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 28
Creative menyuntikkan “Shoot Mode” – sebuah fitur yang memang didesain khusus untuk memaksimalkan detail suara di game tertentu, khususnya FPS.
sound blaster driver gif
User-interface yang sederhana dengan berbagai kustomisasi yang dapat dilakukan untuk menghasilkan preferensi audio masing-masing, Anda bisa merasakan perbedaannya secara real-time.

Transmitter Recon3D Omega yang disuntikkan di dalamnya juga memuat dua tombol ekstra yang akan mampu beradaptasi pada kebutuhan multimedia Anda, tidak hanya gaming, tetapi juga film. Di sisi gaming, headset ini menyediakan sebuah fitur unik bernama “Shoot Mode” yang jika dihidupkan, akan secara otomatis meningkatkan sensivitas suara pada setiap efek yang muncul dari game. Kita membicarakan derap kaki yang lebih keras dan mudah dibedakan, suara senjata yang lebih fokus, hingga ledakan. Mode seperti tentu saja menjadi ekstra tambahan yang luar biasa untuk gamer yang memang kompetitif di dunia FPS, dimana detail suara akan sangat menentukan hidup dan matinya karakter yang kita gunakan. Sementara untuk mode THX, ia akan menjadi fitur yang Anda agung-agungkan ketika mencicipi film HD yang ada. Menawarkan sensasi layar lebar dalam lingkup kecil telinga Anda. Kedua fitur inilah yang menjadi kekuatan utama Recon3D Omega ini.

Creative Sound Blaster Recon 3D Omega 381
The power of wireless!

Ada satu keunggulan dari posisinya sebagai headset nirkabel yang mungkin terdengar minim, namun ternyata berefek besar ketika kami menjajalnya ketika gaming. Dengan jarak yang tidak tergantung pada kabel, Anda bisa membawa headset ini dalam jarak yang cukup jauh. Fitur yang mungkin tidak terdengar signifikan ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer, namun ternyata menguntungkan di beberapa situasi, seperti yang sempat terjadi di kami. Kehausan tetapi di saat yang sama tengah menunggu giliran untuk masuk server ke DOTA 2, kami berhadapan dengan dilema besar. Mengambil minum dan kemungkinan tidak bergabung dalam match yang sudah siap atau dengan sabar menunggu dan kehausan, tetapi memastikan diri ikut dalam match yang ada. Dengan Recon3D Omega ini, Anda bisa saja melenggang mengambil minum sembari memerhatikan feedback audio dari persiapan match DOTA 2 yang tengah tersiar di PC. Sebuah solusi yang secara mengejutkan, sangat membantu.

Lantas bagaimana dengan spesifikasi teknis yang ada? Berikut adalah list lengkapnya:

Headphone

  • Driver Units: 50mm Neodymium magnet
  • Frequency Response:    20Hz ~ 20kHz
  • Impedance: 32ohms
  • Sensitivity: 102dB/mW

Microphone

  • Microphone Type: Noise Canceling Condenser
  • Frequency Response: 100Hz ~ 6.5kHz
  • Impedance: <2.2kohms
  • Sensitivity: -40dBV/Pa

Sound Blaster Recon3D

  • Playback:  24-bit Digital-to-Analog conversion (up to 48 kHz to stereo output)
  • Audio Inputs: One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Microphone In, One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Aux In/Optical In
  • Audio Output:   One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Analog Line Out or Headphones Playback
  • Interface: USB powered
  • Tactic Link™ Wireless Interface
  • Wireless Technology:  Uncompressed 2.4GHz
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…