10 Momen Final Fantasy Paling Memorable!

Reading time:
June 24, 2013

5. Waltz for the Moon (Final Fantasy VIII)

waltz for the moon

Jika kita membicarakan salah satu kekuatan Final Fantasy, maka desain karakter utama yang tidak pernah diposisikan memiliki kepribadian sempurna boleh terbilang menjadi salah satu identitas utama. Terlepas dari bentuk fisiknya yang luar biasa, Squall Leonheart adalah seorang remaja yang kikuk dan dingin. Namun ini semua ini seolah tercairkan ketika perlahan namun pasti, ia tertarik pada sosok Rinoa. Event yang terjadi di lantai dansa – Waltz for the Moon seolah menjadi awal dari takdir dan tragedi yang akan menimpa dua sejoli ini. Untuk ukuran sebuah game yang dirilis di masa kejayaan Playstation dulu, FMV ini begitu populer, bahkan cukup untuk membuat mereka yang non-gamer atau gamer yang tidak mencintai seri Final Fantasy, mengenalnya.

4. Ending (Final Fantasy VII: Crisis Core)

crisis core ending

Sebuah akhir kisah yang tragis untuk seorang tokoh protagonis, tetapi juga menjadi awal untuk kisah protagonis yang lain. Pertarungan besar antara Zack melawan Shinra memang tidak pernah akan berakhir manis. Di bawah deru hujan dan tubuhnya yang sekarat, Cloud berhadapan dengan trauma dan titik balik hidup yang membuatnya menjadi sosok Strife yang selama ini kita kenal. Mewarisi Buster Sword dan keinginan untuk terus memastikan sosok Zack terus hidup dalam memori, Cloud bahkan membangun benteng psikologis yang menghancurkan dan membangun kembali memori yang selama ini tidak ia miliki. Memori bahwa dirinya adalah Zack. Ending Crisis Core menjadi pondasi untuk cerita salah satu tokoh protagonis Final Fantasy dengan gangguan psikologis berat ini. Tidak hanya itu saja, air mata Aerith juga kian menyempurnakan hal tersebut.

3. Lake Macalania Kiss Scene (Final Fantasy X)

tidus yuna kiss

Tumbuh dan beranjak dewasa bersama dengan para penggemarnya, ada konten yang lebih dewasa di tawarkan oleh Square Enix di Final Fantasy X. Tidak hanya berkisar tema utamanya yang berkisar tentang keyakinan, tetapi kisah romantis antara dua karakter utamanya – Tidus dan Yuna. Berbeda dengan tiga seri FF sebelumnya yang menjadikan kisah cinta sebagai bumbu yang dipresentasikan dengan sangat implisit, Square Enix sangat terbuka di seri kesepuluh ini. Tidak hanya sekedar lewat dialog atau cerita yang ditawarkan, tetapi juga lewat salah satu FMV paling romantis dan ikonik yang pernah ada – adegan ciuman di Lake Macalania. Ini menjadi kunci yang mendefinisikan salah satu tragedi cinta terbaik di seri FF, sebelum dihancurkan oleh Square Enix sendiri dengan merilis FF X-2 ke pasaran.

2. Aerith’s Death (Final Fantasy VII)

aerith death

Kematian bukanlah sesuatu yang mudah dihadapi, walaupun itu terjadi di seorang karkater fiksi. Keterikatan yang mulai menguat dengan sosok wanita manis di FF VII – Aerith, yang bahkan mulai dapat diandalkan dalam pertempuran ternyata harus dibayar dengan salah satu adegan paling tragis di sejarah Final Fantasy – kematian Aerith. Pedang Masamune Sephiroth yang haus darah menembus jantung Aerith dan menewaskannya, tepat di depan mata Cloud yang tidak bisa melakukan apapun. Lupakan tentang kualitas visualisasinya yang masih begitu kasar, popularitas dan dampak emosional yang dihasilkan oleh adegan ini begitu kuat hingga petisi pun meluncur untuk memaksa Squaresoft di kala itu, menyediakan alternatif yang memungkinkan Aerith untuk terus hidup. Namun sekali lagi, tragedi ini lah yang akhirnya membentuk dunia FF VII yang lebih kaya.

1. The Opera (Final Fantasy VI)

opera celes ff6

Pernahkah Anda menikmati sebuah game JRPG yang mampu membuat bulu kuduk Anda merinding hanya karena cerita, karakterisasi, hingga hal sederhana seperti musik yang disuntikkan di dalamnya? Jika belum, Anda harus menjajal seri Final Fantasy terbaik yang pernah diciptakan – Final Fantasy VI. Selain Kefka yang ikonik dan porsi setiap karakter yang mendapatkan cerita yang sama beratnya, seri keenam Final Fantasy ini juga memuat salah satu adegan yang siap untuk memukau setiap gamer yang baru pertama kali mencicipi game yang satu ini. Suara 16 bit midi yang mengalun merdu dan pilihan untuk menentukan lirik yang keluar di layar kaca, suara Celes akan mampu menggetarkan hati gamer penggemar JRPG manapun. Anda yang sempat mencici seri lawas ini tentu saja mengerti sensasi yang dihadirkan oleh scene yang begitu kuat ini.

Di atas adalah 10 momen paling memorable di sepanjang franchise Final Fantasy menurut sudut pandang kami. Sebagian besar memang dimulai dari Final Fantasy VI yang memang mulai mampu memvisualisasikan emosi karakter dengan sangat baik lewat serangkaian scene yang ada, dan tidak hanya terpaku soal pertempuran para hero untuk menyelamatkan dunia. Beberapa seri lain seperti XII dan XIII yang walaupun memiliki sistem battle yang inovatif dan menarik, terhitung gagal untuk meninggalkan momen memorable dan jalinan cerita yang menggugah. Dengan tren kualitas yang kian menurun, adalah harapan bagi para gamer penggemar FF untuk dapat menemukan kembali momen luar biasa sekelas 10 momen di atas untuk Final Fantasy XV mendatang.

Bagaimana menurut Anda gamer yang juga menggemari Final Fantasy? Momen mana yang menurut Anda paling memorable dari semua seri Final Fantasy yang pernah Anda mainkan, namun kebetulan tidak masuk di dalam list kami? Feel free to discuss and expand the list..

 

 

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…