NostalGame: Command & Conquer Generals – Zero Hour

Reading time:
December 5, 2013

Apa yang Kami Benci dari Command & Conquers: Generals – Zero Hour?

Musik

Sayangnya, tidak diperkuat dengan musik menggugah dan memorable sekelas Hell March atau Grinder.
Sayangnya, tidak diperkuat dengan musik menggugah dan memorable sekelas Hell March atau Grinder.

Berapa banyak gamer RTS yang tidak pernah mendengar nama “Hell March” atau “Grinder” sebelumnya? Mereka yang sempat mencicipi seri Red Alert tentu sangat mengerti bahwa kedua musik adalah pemicu adrenalin terefektif di Red Alert 2. Teriakan awal dan nada keras yang mengalun ini seolah menyiapkan Anda untuk berani bertarung dengan faksi apapun. Sayang seribu sayang, sensasi seperti tidak ditawarkan oleh seri Generals, dan tentu saja – Zero Hour. Terlepas dari musik unik yang menemani aksi Anda selama menjalani faksi tertentu, EA sepertinya lupa menjadikan musik epik yang memorable di dalamnya.

Traffic Jam!

Macet!
Macet!

Ini mungkin menjadi salah satu kejadian paling menyebalkan yang seringkali terjadi pada kami, apalagi ketika kami memutuskan untuk menggunakan China Tank atau GLA apapun sebagai faksi utama. Membuat tank dalam jumlah besar dan memerintahkan mereka untuk mobile secara bersama-sama memang menghasilkan sensasi epik tersendiri, namun di sisi yang lain – masalah. Tidak jarang, apalagi ketika Anda masuk ke dalam jalur bottleneck, semua kendaraan seolah menjadi dungu secara instan. Alih-alih bergerak dalam formasi menyamping yang memungkinkan mereka bergerak bersama, Anda justru akan lebih sering melihat kemacetan tanpa alasan yang membuat gerak tank menjadi sangat lambat dan tidak teratur. Seperti sebuah benang kusut yang sulit diurai. Ketika Anda memaksa untuk tetap bergerak ke depan markas musuh? Maka yang Anda dapatkan adalah kehancuran. Mengapa? Karena alih-alih datang dan menyerang secara bersama-sama, Anda justru harus berkutat dengan tank yang lebih memilih mengantri untuk dihancurkan secara bergiliran. What the..

Cheesy Actors

Akting live-action di mode Story seolah melemparkan Anda kembali ke film Hollywood kelas kacangan di tahun 90-an.
Akting live-action di mode Story seolah melemparkan Anda kembali ke film Hollywood kelas kacangan di tahun 90-an.

Dan untuk kesekian kalinya, komitmen EA untuk mempertahankan identitas sebuah seri Command and Conquer lewat aksi live-action di bagian Story mode justru membuatnya kembali tampil memalukan. Akting yang di bawah standar dengan percakapan yang terkesan cheesy menjadi pemandangan yang tidak terlalu menyenangkan. Anda seperti dilempar kembali dan dipaksa untuk menonton sebuah film Hollywood kelas B dengan budget yang lebih rendah dibandingkan uang jajan makan siang Anda selama sekolah. Mungkin ada beberapa gamer yang merasa bahwa ini merupakan salah satu charm tersendiri, namun bagi kami, mimpi buruk.

Super Weapon Faction

Membangun senjata pemusnah massal dengan cepat dan masif? Menjadi mimpi buruk tersendiri.
Membangun senjata pemusnah massal dengan cepat dan masif? Menjadi mimpi buruk tersendiri.

Dari semua faksi yang ditawarkan oleh Zero Hour, negara-negara yang membawa embel-embel “Super Weapon” di dalamnya mungkin akan menyenangkan ketika menjadi bagian Ally, namun ketika menjadi musuh? Anda akan bertemu dengan momen  paling menyebalkan yang pernah ada. Mode Skirmish 8 negara dengan sistem open battle tanpa Ally memang menjadi mode favorit kami. Namun ketika pilihan random ternyata memaksa Anda bertarung dengan tiga atau lebih negara Super Weapon di tingkat kesulitan Hard, maka 99% kemungkinan Anda akan berteriak frustrasi dan kalah. Walaupun tidak terlalu kuat di sisi senjata, namun faksi-faksi ini akan dengan mudah membangun super weapon secara cepat dan masif. Hanya dalam 15 menit, Anda bisa berhadapan dengan 8 buah particle cannon dan bom atom yang siap untuk diluncurkan. Dan ketika semua senjata ini mengarah ke base Anda? Tidak ada gunanya lagi meneruskan permainan

Jarmen Kell

Sniper yang bisa menembak menembus tank dan
Sniper yang bisa menembak menembus tank dan “mematikan” kendaraan berat apapun? Logic!

Tidak masuk akal dan overpowered, dua kalimat ini tampaknya cocok untuk menggambarkan sosok Jarmen Kell – unit khusus dari GLA. Bagaimana tidak? Seorang sniper yang mampu membaur bersama dengan lingkungan ketika tidak bergerak, Jarmen Kell juga dapat dengan mudah membunuh hampir semua unit yang ia temui, tidak hanya infanteri, tetapi juga tank. Terlepas dari fakta bahwa hal ini mustahil untuk dilakukan di dunia nyata, namun Kell bisa membunuh semua pilot tank dan pesawat hanya dengan satu kali tembak, menjadikan mereka sebagai kendaraan lowong yang bisa dikuasai oleh unit GLA manapun. Sekarang bayangkan, apa gunanya Anda membangun sebuah tank sebesar Overlord atau Emperor yang mampu menahan tembakan rudal sekalipun, jika mereka tidak berkutik melawan seroang sniper yang dapat dengan mudah melumpuhkan mereka? Doesn’t even make sense! Frak this guy!

Sensasi Setelah Memainkannya Kembali

Generals Zero Hour (16)
0 tahun setelah rilis, dan Command & Conquers: Generals – Zero Hour masih mampu membuktikan diri sebagai salah satu game RTS terbaik yang pernah dirilis di industri game.

10 tahun setelah rilis, dan Command & Conquers: Generals – Zero Hour masih mampu membuktikan diri sebagai salah satu game RTS terbaik yang pernah dirilis di industri game. Ada sensasi nostalgia yang cukup kentara jika melihat mekanik gameplay yang masih mengusung cita rasa RTS klasik ini, dimana Anda hanya untuk membangun markas dan unit secepat dan semasif mungkin untuk memenangkan pertempuran yang ada. Sayangnya, selama kurun waktu 10 tahun tersebut, industri game sudah mengalami perkembangan teknologi yang begitu pesat. Game yang terlihat begitu indah di tahun 2003 ini ternyata tidak lagi terlihat relevan di sisi visual. Sempat membuat kami bertanya-tanya, mengapa kami dulu sempat memuja kualitas grafis yang ia tawarkan. Sensasi memorable yang begitu kental masih mengalir setiap Anda meluncurkan bom atom atau SCUD Storm hanya untuk melihat efek yang ia hasilkan. Bukan perkara yang sulit untuk kembali menguasainya. Kekurangan dan sumber frustrasi yang sempat kami bicarakan di atas tidak lagi menjadi sesuatu yang diperhatikan seiring Anda kembali tenggelam dalam dunia Generals ini.

Di sisi yang lain, NostalGame ini kian memperkuat ekspektasi akan fitur dan kualitas seperti apa yang akan dihadirkan oleh EA di masa depan, yang sudah dikonfirmasikan akan terus berlanjut di bawah developer baru. Ada keinginan besar untuk bermain kembali sebagai GLA atau China, melemparkan bom atom skala masif ke base musuh dan teman sembari tersenyum jahat, atau sekedar melemparkan rasa frustrasi karena keteledoran membangun sistem pertahanan yang mumpuni. Jika EA berhasil menghadirkan sensasi yang mampu ditawarkan Generals dan Zero Hour di proyek selanjutnya, maka tidak perlu diragukan lagi, akan ada jutaan gamer RTS yang siap untuk menjadi pembeli pertama. Terlalu muluk? Semoga saja harapan yang satu ini terkabul.

Walaupun waktu tidak memungkinkan kami untuk menggali kembali aspek cerita atau faksi yang ditawarkan oleh Command & Conquers: Generals – Zero Hour, game ini berhasil menawarkan sensasi nostlagia dan kualitas game RTS yang mungkin tengah Anda rindukan sejak pertama kali Anda melihat logo ikoniknya menyala di layar kaca. Oh how much we miss this game..

Bagaimana dengan Anda sendiri yang pernah memainkan Command & Conquers: Generals – Zero Hour sebelumnya? Bagian mana yang paling Anda sukai dan benci dari game yang satu ini? Feel free to share!

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…
December 7, 2022 - 0

Review The Callisto Protocol: Permulaan yang Menjanjikan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Callisto Protocol ini? Mengapa…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…