Review Playstation 4: Awal Dari Generasi Gaming yang Baru!

Reading time:
January 9, 2014

Desain dan Fitur

The Console

Desain bentuk yang tidak konvesional dan minimalis, Playstation 4 terlihat elegan.
Desain bentuk yang tidak konvesional dan minimalis, Playstation 4 terlihat elegan.

Elegan akan menjadi kata pertama yang Anda lontarkan ketika melihat Playstation 4 secara langsung. Dibungkus dengan warna hitam dan bentuk yang terhitung tidak konvensional untuk sebuah konsol, Playstation 4 menawarkan desain yang cocok untuk ditempatkan di ruang bermain Anda – bahkan untuk sekelas ruang tamu sekalipun. Jika melihat tema yang ingin diusung oleh Sony, mereka tampaknya mengandalkan desain yang minimalis untuk menghasilkan kesan futuristik yang lebih kentara. Hampir semua port yang Anda butuhkan di depan tersembunyi dengan baik di sela-sel adesain yang ada, dari blu-ray drive hingga slot USB 3.0 di bagian depan. Tidak hanya itu saja, dua tombol eject dan power juga dibentuk kecil dan hampir tidak terlihat, yang untungnya, bisa diaktifkan dengan hanya sedikit sentuhan.

Satu yang menarik dari Playstation 4 adalah hadirnya sebuah lampur indikator tegak lurus yang membelah konsol itu sendiri. Tidak hanya sekedar estetika, lampu ini dihadirkan sebagai indikator beragam proses yang tengah terjadi di Playstation 4 Anda saat ini. Sebagai contoh? Ia akan berwarna biru ketika mulai booting, putih ketika Anda memainkan game yang ada, dan kembali berwarna orange ketika berada dalam mode standby. Dengan indikator seperti ini, Anda akan tahu apakah Playstation 4 Anda bekerja dengan semestinya atau tidak.

Sebuah lampu kecil berada di tengah Playstation 4, menjadi indikator proses yang tengah berjalan di konsol yang satu ini.
Sebuah lampu kecil berada di tengah Playstation 4, menjadi indikator proses yang tengah berjalan di konsol yang satu ini.
Semua port yang Anda butuhkan terletak di bagian belakang konsol, dengan dua ekstra slot USB 3.0 di bagian depan.
Semua port yang Anda butuhkan terletak di bagian belakang konsol, dengan dua ekstra slot USB 3.0 di bagian depan.
Tidak hanya unik, bentuk ini juga membuat Playstation 4 digunakan dalam posisi baring maupun berdiri.
Tidak hanya unik, bentuk ini juga membuat Playstation 4 digunakan dalam posisi baring maupun berdiri.

Dengan sebagian besar ruang didesain sebagai exhaust untuk melepas udara panas dari dalam konsol, Sony memang tidak punya banyak pilihan selain menempatkan semua port yang dibutuhkan gamer di bagian belakang Playstation 4 ini. Anda akan menemukan slot HDMI sebagai port display utama (tenang saja, Sony juga menyertakan sebuah kabel HDMI 2.0 dalam paket penjualan), Ethernet port, dan port AUX di dalamnya untuk memfasilitasi kebutuhan gaming Anda yang lain. Sementara untuk Anda yang tidak memiliki kabel ethernet, Playstation 4 juga mendukung kemampuan konektivitas secara wi-fi untuk terhubung dengan internet. Desain jajargenjang yang ia tawarkan tidak hanya membuat tampilan Playstation 4 unik, tetapi juga membuatnya lebih mudah digunakan secara vertikal untuk Anda yang memang lebih senang dengan konsol yang berdiri tegak.

Sejak awal perkenalannya, Sony sendiri juga sudah menegaskan bahwa Playstation 4 akan menjadi satu-satunya konsol saat ini yang memudahkan Anda untuk mengganti storage yang ada. Dan mereka benar-benar membuktikan hal tersebut. Bukan sesuatu yang sulit untuk mengganti storage bawaan Playstation 4 ini, apalagi jika Anda memang lebih tertarik menyuntikkan SSD untuk performa yang jauh lebih cepat.

Tidak perlu lagi harus memastikan konsol dalam kondisi hidup ketika Anda ingin mengunduh atau mengunggah konten tertentu. Anda bisa melakukannya dalam mode standby Playstation 4.
Tidak perlu lagi harus memastikan konsol dalam kondisi hidup ketika Anda ingin mengunduh atau mengunggah konten tertentu. Anda bisa melakukannya dalam mode standby Playstation 4.

Tambahan fitur yang menarik dari Playstation 4 adalah Standby Mode. Tidak lagi sekedar membawa konsol ini ke dalam mode “istirahat”, Sony kini memungkinkan beragam aktivitas yang berjalan di belakang Playstation 4 tetap berlanjut, bahkan ketika Anda tengah mengunduh game secara digital, mengupload gambar, atau sekedar menambahkan DLC dari PSN store. Semua proses unduhan ini tetap akan terus berlanjut bahkan ketika Anda “mematikan” Playstation 4 ini.

The Controller

Dualshock 4 hadir dengan begitu banyak perbaikan yang signifikan.
Dualshock 4 hadir dengan begitu banyak perbaikan yang signifikan.

Jika kita membicarakan salah satu improvement terbaik yang disuntikkan Sony di konsol terbarunya ini, maka penghargaan itu pantas untuk diarahkan pada desain kontroler baru mereka – Dualshock 4. Bagi gamer yang sempat mencicipi Playstation 3, Dualshock 3 memang bukan kontroler yang terhitung ergonomis, apalagi jika Anda ingin memainkan game-game yang membutuhkan eksekusi dua tombol trigger – LT dan RT secara frekuentif. Karena kelemahan inilah, desain kontroler Xbox 360 begitu dipuja dna digunakan secara lintas platform. Untungnya, Sony belajar banyak dari hal ini. Selain menyuntikkan beberapa fitur yang diadaptasikan di dalamnya, desain yang ditawarkan Dualshock 4 menjadi salah satu yang diimpikan gamer Sony selama ini.

Jauh lebih panjang dibandingkan versi sebelumnya, Dualshock 4 menawarkan grip gaming yang jauh lebih bisa diandalkan. Anda akan punya ruang yang cukup besar untuk menggenggam kontroler ini dengan nyaman. Perubahan yang cukup signifikan juga disuntikkan di bagian analog yang kini terasa lebih responsif dan “berat”, tidak lagi licin dan sulit dikendalikan seperti versi sebelumnya. Untuk Anda yang khawatir bahwa kontroler ini tetap tidak akan nyaman untuk game first person atau third person shooter, Anda boleh berlega hati. Sony menyuntikkan tombol LT + RT yang kini lebih terasa “Xbox 360”, dengan posisi yang tidak terlalu keluar dari jalur kontroler dan nyaman untuk ditekan. Anda bisa merasakan feedback yang lebih kentara dari mekanisme trigger yang baru ini. Untuk urusan desain kontroler, Sony memang melakukan tugas yang sangat baik di Dualshock 4.

Bagian analog dan triggernya kini jauh lebih responsif dan nyaman digunakan dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagian analog dan triggernya kini jauh lebih responsif dan nyaman digunakan dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagian tengah Dualshock 4 memuat area touchpad, yang potensial, walaupun belum terlihat signfikan saat ini.
Bagian tengah Dualshock 4 memuat area touchpad, yang potensial, walaupun belum terlihat signfikan saat ini.
Satu yang menarik, Dualshock 4 tidak lagi memuat tombol Start-Select, yang kini digantikan oleh Options dan Share.
Satu yang menarik, Dualshock 4 tidak lagi memuat tombol Start-Select, yang kini digantikan oleh Options dan Share.

Namun bukan sekedar desain ergonomi yang membuat kontroler ini semakin menarik. Kenyamanan di tangan juga diperkuat dengan serangkaian inovasi yang disuntikkan oleh Sony di dalamnya. Salah satu yang paling kentara? Tentu saja kehadiran ruang touch pad besar yang kini memakan ruang tengah Dualshock 4 sendiri. Walaupun fungsinya sendiri masih belum terhitung signifikan ketika navigasi atau di game yang hadir saat ini, namun touch pad ini mengandung potensi yang besar untuk dimanfaatkan di masa depan. Perubahan yang lain adalah hilangnya tombol Start – Select, yang kini digantikan oleh dua tombol kecil – Share dan Options. Options berfungsi tak ubahnya tombol start di kontroler sebelumnya, sementara Share – memang ditujukan untuk berbagi konten game yang tengah Anda mainkan secara instan. Inovatif memang, tetapi menyisakan sedikit masalah. Ukuran tombol Share – Options yang terlalu kecil membutuhkan waktu adaptasi tersendiri ketika Anda berusaha mengaksesnya. Tidak jarang Anda justru akan tidak sengaja menekan tombol touch pad ketika berusaha menangkap momen gaming seru Anda dalam bentuk screenshot.

Seperti yang dilakukan Nintendo di Wii, Dualshock 4 juga memuat sebuah speaker kecil di tengah untuk menghasilkan ilusi ruang tiga dimensi ketika bermain game.
Seperti yang dilakukan Nintendo di Wii, Dualshock 4 juga memuat sebuah speaker kecil di tengah untuk menghasilkan ilusi ruang tiga dimensi ketika bermain game.
Lewat port jack di bagian bahwa kontroler, Anda bisa menyematkan perangkat audio apapun di sana. Jika perangkat audio Anda juga mendukung mic, Anda bisa mengakses voice command Playstation 4 secara otomatis.
Lewat port jack di bagian bahwa kontroler, Anda bisa menyematkan perangkat audio apapun di sana. Jika perangkat audio Anda juga mendukung mic, Anda bisa mengakses voice command Playstation 4 secara otomatis.

Salah satu desain lain yang ditambahkan oleh speaker. Seperti konsep yang pernah disuntikkan Nintendo di Wii, speaker kecil ini memang ditujukan untuk mengeluarkan sound effect tertentu dari dalam game. Tujuannya? Menghadirkan ilusi ruang dimensi yang lebih kentara. Implementasi suara ini sendiri sudah terlihat di Killzone: Shadow Fall ketika Anda mengambil audio log tercecer, atau ketika Anda memulai pertempuran di salah satu dunia RESOGUN. Suara yang cukup jernih dan keras mampu keluar dari speaker kecil. Bagian terbaik dari Dualshock 4 ini? Tentu saja kehadiran sebuah port jack 3.5 mm yang bernaung di bagian bawah kontroler. Anda bisa memasang headset 3.5 favorit Anda ke Dualshock 4 dan otomatis mendapatkan ruang gaming yang lebih personal. Jika headset Anda juga memiliki mic? Anda juga akan bisa mengakses voice command Playstation 4 secara langsung. Tidak perlu bantuan PS Camera, Anda bisa memerintah Playstation 4 hanya dengan menggunakan suara via headset ini. Ingat, Sony juga menyediakan sebuah headset mono dalam bundle, hingga Anda bisa mencoba fitur ini sejak hari pertama.

Satu masalah yang juga terselesaikan? Anda kini tidak perlu lagi repot untuk menghidupkan Playstation 4 Anda hanya untuk sekedar mengisi baterai Dualshock 4 itu sendiri. Berkat teknologi USB 3.0 yang diusung konsol ini, Anda bisa tetap mengecas baterai yang ada ketika Playstation 4 berada dalam kondisi standby. What a pleasure..

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…