Review Infinite Crisis – Beta: MOBA Dengan Superhero DC!

Reading time:
February 7, 2014

Dan Tentu Saja – Microtransactions

Sebagai game free to play, menjadi sesuatu yang rasional bagi Infinite Crisis untuk menyuntikkan sistem microtransactions di dalamnya.
Sebagai game free to play, menjadi sesuatu yang rasional bagi Infinite Crisis untuk menyuntikkan sistem microtransactions di dalamnya.

Microtransactions adalah sebuah mekanisme yang terhitung sangat lumrah untuk game-game yang ditawarkan dalam format free to play, tentu saja, selama ia tidak terasa “dipaksakan” dan mempengaruhi gameplay Anda secara signifikan. Beberapa game, khususnya mereka yang mengusung tema MOBA berhasil menerapkan sistem ini dengan sangat baik dan diterima positif oleh gamer yang memang mencintai setiap dari mereka. Jika harus dibandingkan, sistem yang ditawarkan oleh Infinite Crisis lebih mirip dengan apa yang sempat diusung oleh HON di masa lalu, dan bukannya DOTA 2. DOTA 2 yang ditangani oleh Valve memang menjadikan item kosmetik sebagai satu-satunya sumber uang yang paling efektif, di luar biaya yang harus Anda habiskan jika ingin mengakses lebih banyak fitur seperti kesempatan menyaksikan Turnamen dan sebagainya. Sementara di sisi hero? Mereka membuka semuanya untuk Anda akses secara instan sejak permainan untuk menjamin permainan yang lebih intens. Sementara Infinite Crisis menuntut Anda untuk membeli hero-hero tersebut.

Anda harus membeli hero jika ingin membukanya. Jika tidak? Anda hanya bisa menggunakan hero gratisan dari Turbine yang dirotasi.
Anda harus membeli hero jika ingin membukanya. Jika tidak? Anda hanya bisa menggunakan hero gratisan dari Turbine yang dirotasi.
Opsi uang nyata dibuka untuk mengumpulkan koin yang dibutuhkan lebih cepat.
Opsi uang nyata dibuka untuk mengumpulkan koin yang dibutuhkan lebih cepat.
Anda juga bisa membeli package kekuatan lain di luar karakter.
Anda juga bisa membeli package kekuatan lain di luar karakter.

Seperti konsep yang sempat diterapkan HON di masa lalu, Anda yang tidak ingin membayar hanya akan mendapatkan akses jumlah hero terbatas, yang memang akan dirotasi dalam jangka waktu tertentu. Anda hanya bisa membuka 5 dari semua hero yang dibuka oleh Turbine. Ingin membuka akses hero tertentu secara permanen? Satu-satunya cara adalah dengan membeli hero tersebut, baik dengan menggunakan uang yang Anda dapatkan dari permainan (namun akan membutuhkan waktu lama) atau menggunakan uang nyata Anda.

Tidak hanya sekedar karakter, beberapa item yang mempengaruhi kemampuan Anda di medan pertempuran seperti Amplifier juga ditawarkan sebagai item yang bisa dibeli dengan menggunakan uang nyata. Untuk menarik sisi kosmetik, Turbine juga menawarkan beragam kostum menarik untuk masing-masing hero yang ada. Tertutupnya akses hero memang cukup disayangkan, namun tidak mempengaruhi jalannya pertandingan di level yang signifikan. Di sisi yang lain, ini membantu perasaan terus tertarik, apalagi jika akses hero baru dibuka untuk umum.

Kesimpulan

Infinite Crisis (67)
Tidak ada yang spesial, kalimat ini mungkin menggambarkan apa yang ditawarkan oleh Infinite Crisis, terutama bagi banyak gamer yang sudah menjajal genre MOBA sebelumnya. Kesederhanaan yang ia tawarkan justru mungkin akan membuat banyak gamer, terutama yang mengusung mekanik lebih kompleks untuk melihatnya sebagai sebuah produk MOBA yang diciptakan sekedar untuk tampil menyenangkan, dan bukan kompetitif.

Tidak ada yang spesial, kalimat ini mungkin menggambarkan apa yang ditawarkan oleh Infinite Crisis, terutama bagi banyak gamer yang sudah menjajal genre MOBA sebelumnya. Kesederhanaan yang ia tawarkan justru mungkin akan membuat banyak gamer, terutama yang mengusung mekanik lebih kompleks untuk melihatnya sebagai sebuah produk MOBA yang diciptakan sekedar untuk tampil menyenangkan, dan bukan kompetitif. Walaupun demikian, kehadiran mode dua jalur yang terhitung unik tetap membuat game ini tetap menarik untuk dijajal, setidaknya untuk menawarkan sensasi gameplay unik sebuah game MOBA yang berbeda. Menghadirkan dinamika gameplay yang berbeda, salah satu kelebihan yang pantas untuk diacungi jempol adalah kreativitas untuk membangun beragam varian bentuk hero dan skill dari sosok karakter ikonik dengan tingkat popularitas yang sudah  mendunia di industri hiburan.

Walaupun demikian, ada beberapa catatan yang pantas diambil dari game yang satu ini. Sebagai gamer yang tumbuh besar bersama DOTA, cukup mengejutkan bahwa sebagai kompensasi jumlah hero terbatas yang mereka tawarkan untuk gamer yang tidak membayar, Infinite Crisis memungkinkan dua tim untuk memilih dan menggunakan hero yang sama. Ini tentu saja terhitung aneh untuk sebuah game MOBA. Permasalahan mungkin ada pada timing permainan yang terkadang terlihat tidak konsisten, membuat creeping bukan perkara mudah untuk dikuasai. Indikator efek serangan juga menjadi isu tersendiri, membuat Anda sulit membedakan kondisi saat ini, apakah tengah diserang atau tidak, apalagi dengan serangan besar penuh efek visual yang terkadang terasa chaotic.

Jika harus menilai apa yang menjadi nilai jual Infinite Crisis saat ini? Ia tampaknya hanya menawarkan karakter superhero dan villain ikonik DC sebagai kekuatan utama, di luar lingkungan gameplay yang memang harus diakui sangat bersahabat. Ia mungkin tampil sangat menarik di mata gamer yang baru ingin menjajal MOBA, namun tidak untuk gamer yang sudah mencicipi MOBA yang lebih kompleks dengan atmosfer kompetitif yang lebih kentara.

Kelebihan

Mode capture the flag menghadirkan sensasi yang cukup unik untuk sebuah genre MOBA
Mode capture the flag menghadirkan sensasi yang cukup unik untuk sebuah genre MOBA
  • Variasi karakter DC yang ditawarkan
  • Komunitas yang lebih bersahabat
  • Gameplay unik di mode capture the flag
  • Kesederhanaan yang mungkin menarik gamer yang hendak menjajal MOBA

Kekurangan

Dua buah superman saling bertarung? What the..
Dua orang superman saling bertarung? What the..
  • Hero yang tidak dibuka sepenuhnya
  • Kualitas visual yang tidak menarik
  • Beberapa karakter yang kemampuanya tidak terasa balance
  • Efek serangan yang terlalu “meriah”- sulit untuk dibedakan
  • Aura kompetitif yang kurang kuat
  • Desain item dan efek yang tidak terlihat signifikan
  • Hero yang sama bisa digunakan di dua tim yang berlawanan

Cocok untuk gamer: yang baru hendak mencicipi apa itu MOBA

Tidak cocok untuk gamer: yang mencintai atmosfer kompetitif di DOTA, LOL, atau HON

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…