Review Titanfall: Sangat Memenuhi Harapan!
Pengalaman yang Tidak Banyak Berbeda dari Masa Beta!

Hype yang terbayarkan, ini mungkin menjadi kesan pertama sebagian besar gamer PC dan Xbox One yang sempat mencicipi masa beta Titanfall yang sempat dibuka beberapa bulan yang lalu. Mengutip dari kesimpulan kami yang memuji kemampuan Respawn untuk menyediakan pengalaman yang sangat berimbang terlepas dari kehadiran pasukan infanteri dan Mecha yang berbeda secara ukuran, Titanfall juga mengusung level yang tidak hanya luas secara horizontal, tetapi juga vertikal. Permainan yang cepat dengan sistem parkour juga memberikan identitas yang unik.
“Luar biasa dan dengan pemenuhan kualitas yang melebihi ekspektasi, ini mungkin kalimat yang paling tepat untuk menyimpulkan pengalaman bermain Titanfall beta kami. Untuk sebuah proyek yang bahkan belum dirilis penuh, game multiplayer yang satu ini berjalan cukup sempurna. Tidak ada bug yang mengganggu, dan Anda tidak akan berhadapan dengan masalah koneksi yang fatal, terlepas dari ramainya user yang mungkin bergabung dalam fase ini. Sementara di sisi gameplay, Titanfall memperlihatkan identitas yang kuat, membuatnya lebih dari sekedar “klon” yang mengkombinasikan Call of Duty dan Hawken. Kesempatan melakukan parkour, map yang memungkinkan Anda terus bergerak secara dinamis, Titan yang tidak imbalance, dan sentuhan “single player” yang unik membuat Titanfall begitu manis. Adrenalin Anda akan mendorong Anda bergerak dari satu pertempuran ke pertempuran lainnya, tak ubahnya adiksi. Waktu permainan yang terhitung singkat namun tetap bisa dinikmati juga menjadi poin lain yang pantas untuk dicatat.
Apa yang bisa disimpulkan oleh versi beta ini? Kami atau Anda yang sudah menjajalnya pasti akan jatuh pada satu kesimpulan yang sama: Anda harus memainkan full version game ini! Dengan rilis Maret 2014 yang memang tinggal menghitung minggu, Titanfall menyediakan segudang alasan yang membuatnya memang pantas untuk ditawarkan di range harga saat ini. Permainan multiplayer yang menyenangkan, epik, adiktif, dan unik akan terus menarik Anda, duduk diam di depan komputer, hingga berjam-jam, dan melupakan begitu banyak hal yang lebih penting.”
Lantas, dengan versi retail yang akhirnya dirilis ke pasaran, konten ekstra seperti apa yang ditawarkan oleh Titanfall ini?
Secara garis besar, hampir tidak ada yang berbeda antara sensasi gameplay Titanfall versi beta dengan retail yang kini sudah tersedia di pasaran. Anda masih akan menemukan pertempuran yang sama cepat, sama seimbang, dan sama epiknya. Namun tentu saja, ekstra beberapa konten ditawarkan untuk memenuhi gap harga USD 50 ini, apalagi mengingat fakta bahwa ia adalah sebuah game multiplayer yang seharusnya didesain untuk bertahan untuk waktu yang sangat lama. Seperti yang sempat kami bahas sebelumnya, mode campaign hanyalah salah satu di antaranya.


Salah satu yang ditambahkan adalah jenis senjata, perlengkapan, dan beragam perk yang tentu saja kini hadir dalam variasi yang lebih masif, apalagi mengingat level cap yang kini tentu meningkat dibandingkan dengan versi beta beberapa waktu yang lalu. Sistem yang sama tetap dipertahankan, semakin tinggi level Anda, semakin banyak pula senjata yang bisa Anda buka dan gunakan. Namun point tertinggi tentu saja terletak pada opsi kustomisasi yang kini jauh lebih bisa memfasilitasi gaya bermain Anda, terlepas dari kelas utama yang dipisahkan bergantung pada senjata utama yang bisa digunakan – Rifleman, CQB, dan Assassin. Rangkaian senjata dan perk yang lebih efektif kini bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Namun pesona utama tentu saja ada pada varian Titan yang bisa Anda gunakan. Setelah harus berkutat dengan core “Atlas” yang seimbang selama masa beta, Anda akhirnya berkesempatan untuk menggunakan ekstra dua chassis yang bisa dibuka setelah Anda menyelesaikan mode campaign dari dua sudut pandang kubu yang ada. Anda akan bisa menggunakan Stryder – core Titan yang mengorbankan armor dan kemampuannya bertahan dari segala serangan untuk tampil gemilang di sisi kecepatan gerak dan manuver. Sementara chassis lain – Ogre, bersifat sebaliknya. Ogre memiliki armor dan daya tahan yang jauh lebih kuat, namun tidak akan bisa bermanuver cepat untuk menghindari serangan yang ada. Terlepas dari inti chassis yang digunakan, kustomisasi yang ditawarkan di antara ketiganya tetap sama, termasuk senjata dan serangan spesial yang bisa Anda gunakan.


Selain kustomisasi yang jauh lebih terbuka, kehadiran versi full retail Titanfall tentu saja menghadirkan jauh lebih banyak map untuk bisa Anda jelajahi. Namun terlepas dari varian desain yang ditawarkan, hampir semua map ini menawarkan cita rasa yang sama – level yang tidak hanya tampil luas secara horizontal, tetapi juga vertikal. Anda akan selalu punya kesempatan untuk melakukan gerakan gerakan parkour yang tidak hanya memfasilitasi kecepatan gerak Anda, tetapi juga mobilitas Anda ke atas. Walaupun demikian, ada dua elemen baru yang disuntikkan Respawn di dalamnya: Zipline dan Turret. Zipline dalam bentuk tali yang membentang dari satu bangunan ke bangunan lainnya akan membantu Anda bergerak lebih efektif, sementara turret yang sudah Anda retas akan menjadi salah satu “pendukung” aksi Anda, terutama ketika Anda berusaha untuk menghancurkan Titan dari kubu lawan.
Sayangnya, Interaksi Lingkungan yang Terbatas

Tidak bisa menghancurkan gedung layaknnya Battlefield 4? Ini justru menjadi pilihan yang justru menurut kami merupakan keputusan terbaik yang bisa dipilih oleh Respawn Entertainment. Dengan meniadakan efek lingkungan yang hancur, Titanfall memastikan gameplay yang tetap berimbang, terutama ketika Anda tengah berperang tanpa Titan. Beragam bangunan yang bisa Anda masuki akan menjadi semacam benteng pertahanan paling efektif, sekaligus counter terbaik ketika Anda ingin menghancurkan Titan yang lain. Minimnya objek yang bisa dihancurkan benar-benar menjadi ekstra fitur yang pantas untuk disyukuri dari Titanfall. Lantas, mengapa kami menyayangkan interaksi lingkungan yang terbatas?
Bukan masalah objek tidak bisa dihancurkan yang kami permasalahkan, tetapi fakta bahwa ada beberapa potensi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dari desain map yang ada, namun terlewatkan begitu saja oleh Respawn. Padahal, jika mereka memberikan sedikit saja elemen interaktivitas di sana, Titanfall akan tampil jauh lebih memesona. Benar sekali, kita tengah membicarakan monster-monster raksasa yang bisa Anda temui di beberapa map yang ada. Sebagai contoh? Ketika Anda bertempur di satu map bernama Boneyard. Planet asing dengan ekosistem luar biasa ini akan mengejutkan dan menarik hati Anda sejak pertama kali Anda diterjunkan. Berisikan monster terbang raksasa yang tampil tak ubahnya naga dan tulang belulang monster yang bahkan jauh lebih besar, mengisyaratkan bahwa Anda akan terlibat dalam perang yang epik. Namun sayangnya, semua ini tampil sekedar sebagai sebuah kosmetik.


Dengan kehadiran monster-monster seperti ini, tentu menjadi sesuatu yang sangat diantisipasi, bahwa Anda bisa membangun level interaktif tersendiri dengan mereka, dan akan jauh lebih baik – jika hal tersebut berpengaruh langsung pada jalannya pertempuran. Namun semua harapan tersebut, jatuh dan gugur begitu saja. Berusaha menembak naga atau bahkan monster lebih masif yang berjalan di latar belakang, Anda hanya akan melihat sekedar efek peluru Anda begitu saja, tanpa memicu reaksi apapun. Mimpi untuk membuat binatang-binatang ini marah dan menyerang Anda atau menghasilkan efek tersendiri di pertarungan tidak akan terjadi. Mengendarai Titan memang membuat Anda bisa membunuh para naga ini, namun untuk sekedar poin, tanpa efek signifikan apapun. Untuk urusan yang satu ini, jujur, kami cukup kecewa.










