GameFight: Infamous Second Son VS Prototype 2

Reading time:
April 23, 2014
infamous-ss-vs-prototype-2

Berapa banyak dari kita yang melewatkan masa kecil dengan berharap bisa tumbuh dewasa sebagai seorang superhero yang mampu menyelamatkan dunia dari segala macam ancaman yang ada? Dengan begitu banyak film fiksi, kartun atuapun live yang mengusung tema yang sama, menjadi sesuatu yang sangat lumrah untuk mengembangkan mimpi yang satu ini. Menariknya lagi? Ketika tumbuh dewasa, dengan pikiran kritis dan rasional yang tentu sudah tumbuh jauh lebih matang, impian ini tidak pernah sepenuhnya hilang. Ada saatnya Anda ingin keluar dari dunia nyata, mengenakan kostum Anda,  dan melakukan begitu banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Namun tidak lagi sekedar untuk melakukan hal-hal baik, Anda kini mulai mengerti bahwa kemampuan super seperti ini selalu punya alternatif  untuk tampil buruk.

Hampir mustahil terjadi di hidup nyata, satu-satunya cara paling efektif untuk “melarikan diri” adalah menggunakan semua media imajinasi seperti buku, film, dan tentu saja – video game. Dari semua media tersebut, video game memang menjadi alternatif terbaik untuk menciptakan sensasi yang lebih realistis, apalagi dengan kesempatan untuk mencicipi pengalaman yang lebih interaktif. Tidak mengherankan jika ada begitu banyak franchise game yang menjadikannya sebagai nilai jual utama. Dua yang paling besar? Franchise andalan Sucker Punch yang baru mendapatkan seri terbaru – Infamous: Second Son, dan salah satu franchise klasik dari Radical – Prototype 2 yang sayangnya, sudah gulung tikar tanpa ada kepastian eksistensi di masa depan. Dengan dua game yang berhasil mengimplementasikan  konsep tersebut dengan hampir sempurna, keduanya memang bersaing di pasar yang sama.

Berangkat dari persamaan sifat, genre, dan identitas yang serupa inilah, menjadi hal yang rasional untuk membawa kedua game ini untuk masuk ke dalam arena pertempuran ikonik JagatPlay – GameFight. Siapakah yang tampil sebagai yang terbaik? Kami akan meniliknya elemen per elemen, apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan setiap darinya.

Plot

Infamous Second Son - JagatPlay (10)Protoype 2 (9)

Dari semua elemen yang ditawarkan, plot memang harus diakui bukanlah kekuatan utama dari Infamous: Second Son dan Prototype 2. Tidak ada jalinan cerita berat yang akan membuat Anda terperangah dan terkejut di saat yang sama, semuanya berjalan dengan sangat lugas dan mudah diprediksi. Delsin Rowe dari Infamous: Second Son mengejar kekuatan Conrete untuk menyelamatkan sukunya, sementara James Heller dari Prototype 2 ingin membalas dendam atas kematian keluarganya. Dengan tema kekuatan super yang ada, jalinan cerita yang diusung Prototype 2 memang tampil lebih gelap dan menjadi dasar justifikasi yang lebih masuk akal mengapa semua kekuatan super dan kehancuran yang dihasilkan memang pantas terjadi. Sementara di sisi lain, Infamous: Second Son mendasarkan cerita pada plot yang dirasakan terlalu “ringan”. Setiap aksi James Heller bergerak dari sekedar kepentingan pribadi, menjadi sesuatu yang mampu mengubah jalan dunia bekerja. Sementara Delsin Rowe? Sangat kecil dan terbatas. Untuk urusan yang satu ini, Prototype 2 mendominasi.

Infamous Second Son (0) VS Prototype 2 (1)

 

Visualisasi

Infamous Second Son - JagatPlay (15)Prototype 2 Part II (24)

Dua judul game yang lahir di dua generasi yang berbeda, namun dengan pesona dan daya tarik masing-masing. Prototype 2 memang tidak bisa diremehkan secara visual, apalagi ketika Anda disuguhkan dengan serangkaian efek kemampuan Symbiote milik Heller yang mencekam dan brutal. Namun sayangnya, detail visual di elemen yang lain tidak sebaik Infamous Second Son. Dengan kekuatan performa Playstation 4 yang mumpuni serta fakta bahwa ia dibangun secara eksklusif untuk mengoptimalkan hal tersebut, tidak dapat dipungkiri – Infamous: Second Son tampil jauh lebih memesona di sisi visualisasi. Tidak berlebihan rasanya untuk mengkategorikan proyek terbaru Sucker Punch tersebut sebagai salah satu game next-gen dengan kualitas grafis terbaik saat ini. Diperkuat dengan Photo Mode yang memungkinkan Anda untuk mengambil gambar-gambar dari sudut pandang lebih sinematik? Gamer manapun akan merasakan kesan pertama yang lebih ciamik di Infamous: Second Son.

Infamous Second Son (1) VS Prototype 2 (1)

 

Gameplay / Action

Infamous Second Son - JagatPlay (2)Prototype 2 Part II (16)

Baik Infamous: Second Son maupun Prototype 2 adalah game open-world dengan ekstra eksplorasi menggunakan kekuatan super yang ada. Seperti game-game open world pada umumnya, ada begitu banyak hal yang bisa Anda lakukan – dari sekedar eksplorasi, menyelesaikan serangkaian misi utama dan sampingan, serta terus bertambah kuat seiring dengan progress cerita.  Namun inti pengalaman akan sangat bergantung pada kemampuan super yang ada. Delsin Rowe hadir dengan varian lebih banyak: Concrete, Neon, Video, dan Smoke yang bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan dan juga sifat yang berbeda satu sama lain. Sementara James Heller hanya mengandalkan Symbiote-nya yang terlihat brutal dan kejam. Konsep gameplay Infamous sendiri terasa lebih “remaja”, karena terlepas dari semua kekuatan yang bisa Anda lontarkan, tingkat kerusakan dan ancaman yang dihasilkan tidak pernah dirasakan terlalu wah. Semuanya seolah masih bisa dikendalikan di batas tertentu. Sementara Prototype? Menghancurkan tank, membalikkan helikopter, memusnahkan penduduk secara instan, hingga mencabik mereka dengan Symbiote? Tema yang lebih dewasa Prototype 2 lah yang menjadikan sisi gameplaynya mampu membangun atmosfer super hero yang lebih tepat.

Infamous Second Son (1) VS Prototype 2 (2)

 

Character Design

infamous ss jagatplay review (2)Protoype 2 (38)

Dua arah yang jauh berbeda satu sama lain – Sucker Punch memang menghadirkan perubahan yang cukup radikal dari dua seri pertama Infamous ke Second Son. Sosok Cole MacGrath sangat bertolak belakang dengan Delsin Rowe yang terlihat lebih “modern” dan hidup di zaman yang terlihat jauh lebih baik. Delsin Rowe dikarakteristikan lebih dekat ke sosok seorang remaja terlepas dari usianya yang sudah dewasa. Dengan pakaian mengikuti tren, aksi mural di dinding, dan semua jenis percakapan penuh humor ringan yang mengitarinya, Rowe tidak terkesan tengah memikul sebuah tanggung jawab besar. Sementara James Heller penuh keseriusan, gelap, misterius, dan tidak lagi memiliki hati nurani untuk mengejar misi utamanya. Tidak ada humor garing, tidak ada gimmick, ia hanya hadir untuk menyelesaikan misi utama dan menghancurkan siapapun yang menghalangi. Ia mungkin tidak menawarkan detail ekspersi wajah sebaik Infamous: Second Son, namun desain karakter yang ditawarkan Prototype 2 merepresentasikan keseriusan tema yang diusung.

Infamous Second Son (1) VS Prototype 2 (3)

 

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…