Review Transistor: Eksekusi Nyaris Sempurna!

Reading time:
May 30, 2014
Transistor Jagatplay - part2 (24)

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata game indie saat ini? Sebagian dari kita mungkin akan langsung mengasosiasikannya dengan dua identitas utama: keunikan dan gaya visualisasi jadul. Berbeda dengan game-game racikan publisher raksasa yang terkesan bermain “aman” dengan hanya menawarkan gameplay di genre yang mainsteam, game indie biasanya menawarkan kualitas gameplay yang luar biasa adiktif dan sangat berbeda di saat yang sama. Namun sayangnya, keterbatasan dana biasanya mendorong mereka untuk menciptakan game dengan kualitas visualisasi yang harus diakui – tidak pantas dijadikan sebagai nilai jual utama. Namun dari semua developer indie yang berkecimpung, nama Supergiant Games tampaknya mendobrak stereotype ini. Lewat Bastion, mereka memperlihatkan bagaimana sebuah game indie dapat tampil menarik di sisi gameplay dan estetik. Ciri sama yang juga mengakar pada proyek teranyar mereka – Transistor.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh Transistor ini. Salah satu yang yang paling menarik perhatian mungkin kualitas visual isometrik dua dimensi yang diracik dengan sangat manis, lewat desain lingkungan, karakter, dan permainan warna yang luar biasa. Diperkuat dengan voice acts dan musik yang tidak kalah luar biasa, kami memang jatuh cinta sejak pandangan pertama. Menariknya lagi, Supergiant Games juga terhitung berhasil mengintegrasikan gameplay sebuah action RPG yang unik dan belum pernah ada sebelumnya. Kombinasi yang berhasil meninggalkan impresi yang begitu kuat, terlepas statusnya sebagai sebuah game indie.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Transistor ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game dengan kualitas eksekusi yang nyaris sempurna? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai seorang penyanyi ternama dari Cloudbank - Red. Bersama dengan pedang besarnya, Transistor, Red menjalani misi balas dendam melawan Camerata.
Anda akan berperan sebagai seorang penyanyi ternama dari Cloudbank – Red. Bersama dengan pedang besarnya, Transistor, Red menjalani misi balas dendam melawan Camerata.

Seorang penyanyi yang hidup tanpa suara, inilah takdir yang harus dihadapi oleh sang karakter utama – Red setelah pertemuannya dengan organisasi teroris – Camerata. Menjadi dalang dari hilangnya banyak orang penting dari Cloudbank, Camerata melepaskan gelombang  robot bernama “The Process” untuk melakukan pekerjaan kotor mereka ini. Dikendalikan dengan sebuah pedang bernama The Transistor, Red yang diserang oleh The Process – terancam meregang nyawa, sebelum diselamatkan oleh sang kekasih yang identitasnya sendiri memang tidak banyak terungkap. Event menghancurkan hati yang membawa Red menjalankan sebuah hidup yang jauh kata “glamor”.

Jatuh di bawah kekuasaannya, The Transistor ternyata bukanlah sebuah pedang besar yang hanya sekedar kuat, tetapi juga unik. Pedang ini menyerap dan mencerminkan kepribadian orang terakhir yang ia habisi, yang di sini notabene – merupakan kekasih dari Red sendiri. Sementara di sisi lain, hilangnya The Transistor membuat Camerata kehilangan kendali akan The Process  yang kini mulai menginvasi Cloudbank dengan begitu cepat. Misi Red dan The Transistor saat ini hanya satu, berburu Camerata dan menghancurkan mereka. Bergerak dari satu area Cloudbank ke area selanjutnya, Red tentu saja harus bertarung dengan segudang ancaman yang siap untuk menghalangi misi balas dendamnya.

Berbeda dengan pedang biasanya, Transistor ternyata menyerap kesadaran setiap korban yang ia bunuh. Jiwa sang kekasih lah yang menemani Red dalam menjalani misi beratnya ini.
Berbeda dengan pedang biasanya, Transistor ternyata menyerap kesadaran setiap korban yang ia bunuh. Jiwa sang kekasih lah yang menemani Red dalam menjalani misi beratnya ini.
Misterius dan mematikan di saat yang sama, Camerata memerintahkan pasukan robotnya - The Process untuk membunuh para petinggi Cloudbank.
Misterius dan mematikan di saat yang sama, Camerata memerintahkan pasukan robotnya – The Process untuk membunuh para petinggi Cloudbank.
Namun dengan jatuhnya Transistor ke tangan Red, Camerata kehilangan kendali atas The Process, membuat mereka liar tak terkendali. Sekaligus menjadi ancaman baru untuk Red sendiri.
Namun dengan jatuhnya Transistor ke tangan Red, Camerata kehilangan kendali atas The Process, membuat mereka liar tak terkendali. Sekaligus menjadi ancaman baru untuk Red sendiri.

Lantas, mampukah Red menghabisi para Camerata? Apa itu sebenarnya The Process? Mampukah Red bertemu kembali dengan sang kekasih yang jiwanya kini terperangkap dalam The Transistor? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Transistor ini sendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…