Review Final Fantasy X/X-2 HD Remaster (PS4): Pesona 14 Tahun itu Kian Sempurna!

Reading time:
May 19, 2015

Saatnya Menyombongkan Diri!

Square Enix memang memanfaatkan performa Playstation 4 yang lebih kuat. Tapi mereka seolah gagal mengeksploitasi fitur lainnya yang sebenarnya, tidak kalah menarik. Fungsi touchpad dan speaker di Dualshock 4 tidak tersentuh.
Square Enix memang memanfaatkan performa Playstation 4 yang lebih kuat. Tapi mereka seolah gagal mengeksploitasi fitur lainnya yang sebenarnya, tidak kalah menarik. Fungsi touchpad dan speaker di Dualshock 4 tidak tersentuh.

Terlepas dari kualitas terbaik untuk sebuah game fenomenal berusia 14 tahun, tidak ada yang membuat Final Fantasy X ini istimewa di Playstation 4. Selain kesempatan untuk memilih OST versi Remaster atau Original, Square Enix tidak mengimplementasikan fitur baru sama sekali untuk mendukung fakta bahwa ia kini hadir tidak hanya di platform lebih kuat, tetapi juga dengan beberapa fitur baru di kontroler DualShock 4. Sejauh ini yang kami temui, touchpad di tengah kontroler ini hanya digunakan untuk keluar dari menu, tanpa ada fungsi ekstra menggoda sama sekali. Fungsi speaker di tengah kontroler juga tidak dimaksimalkan untuk menghadirkan efek yang lebih imersif.

Setidaknya Anda punya opsi untuk memilih soundtrack original sekarang, yang jauh jauh jauh lebih baik daripada versi Arranged. Setidaknya menurut kami.
Setidaknya Anda punya opsi untuk memilih soundtrack original sekarang, yang jauh jauh jauh lebih baik daripada versi Arranged. Setidaknya menurut kami.
Daya tarik utama versi Playstation 4 ini? Tentu saja, pamer!
Daya tarik utama versi Playstation 4 ini? Tentu saja, pamer!

Satu-satunya point terkuat memainkan Final Fantasy X/X-2 HD Remaster di Playstation 4, selain peningkatan kualitas yang kita bicarakan sebelumnya, adalah kesempatan untuk pamer. Benar sekali, pamer.

Bagi kami sendiri, justru tombol Share milik Playstation 4 lah yang memainkan peranan paling penting dan menjadi fitur yang sangat menggoda. Anda ingat bagaimana banyak hal sulit yang Anda lakukan di masa lalu di Final Fantasy X, versi Playstation 2 dan Playstation 3, sekedar menjadi kenangan tanpa ada bukti valid bahwa Anda memang berhasil melakukannya? Semua masalah itu tidak lagi terjadi di Playstation 4.

Dengan tombol
Dengan tombol “Share” Playstation 4, Anda bisa menangkap momen-momen kerja keras Anda yang selama ini hanya bisa Anda bagi dari mulut ke mulut di versi PS2 dan PS3.
Menundukkan Omega Weapon di versi International? Atau sekedar menangkap FMV yang sempat membuat Anda jatuh hati? Kini Anda bisa melakukannya di versi PS4 ini.
Menundukkan Omega Weapon di versi International? Atau sekedar menangkap FMV yang sempat membuat Anda jatuh hati? Kini Anda bisa melakukannya di versi PS4 ini.

Akhirnya berhasil melompati 200 petir di Thunder Plains yang menghabiskan energi mental dan fisik tersebut? Screenshot! Yojimbo ternyata cukup baik untuk melemparkan Zanmato ketika Anda melawan salah satu boss sulit? Rekam jadi video dan bagi momen tersebut ke dunia via Facebook ataupun Youtube. Atau Anda senang dengan FMV dimana Yuna melompat dari Bevelle dan diselamatkan oleh Valefor? Anda juga bisa melakukan hal tersebut. Sayangnya, ada beberapa momen yang dikunci oleh Square Enix sehingga Anda tidak menangkapnya langsung dari Playstation 4 Anda, seperti ciuman Tidus – Yuna yang ikonik di Macalania Lake. Sejauh kami bermain, hanya momen tersebut dan mungkin, momen berpotensi spoiler lainnya yang dikunci.

Sensasi Setelah Memainkannya Kembali

Mengagumkan memang, bahwa usia 14 tahun yang ia sandang tidak lantas membuatnya tidak lagi relevan. Final Fantasy X tetaplah salah satu game JRPG terbaik yang pernah lahir dari tangan Square Enix, bahkan hingga saat ini.
Mengagumkan memang, bahwa usia 14 tahun yang ia sandang tidak lantas membuatnya tidak lagi relevan. Final Fantasy X tetaplah salah satu game JRPG terbaik yang pernah lahir dari tangan Square Enix, bahkan hingga saat ini.

Setelah memainkan Final Fantasy X/X-2 HD Remaster versi Playstation 3 yang lalu sekedar untuk kepentingan review, kami sendiri akhirnya memutuskan untuk menjadikan seri Final Fantasy X/X-2 HD Remaster versi Playstation 4 ini sebagai ajang nostalgia, namun dengan kesempatan, untuk mencicipi seri yang begitu meninggalkan banyak memori indah ini dalam kualitas terbaik. Mencicipi Expert Sphere Grid yang tidak pernah kami jajal sebelumnya karena absen memainkan versi International di masa lalu, Final Fantasy X tetap mampu menangkap perhatian kami, baik dari sisi cerita maupun gameplay.  Rasa rindu untuk mencicipi kembali sebuah game RPG klasik turn-based dengan sedikit elemen strategi di dalamnya terpenuhi. Bahkan hal-hal yang terasa begitu  buruk di masa lalu namun terus dipertahankan hingga saat ini – seperti suara tawa Tidus dan Yuna yang terasa canggung – terasa begitu menyenangkan.

Rasa nostalgia mengalir kuat ketika menjajal kembali perjalanan menyelamatkan Spira ini, penuh dengan lika liku politik dan plot twist yang membuat kita jatuh hati di awal.
Rasa nostalgia mengalir kuat ketika menjajal kembali perjalanan menyelamatkan Spira ini, penuh dengan lika liku politik dan plot twist yang membuat kita jatuh hati di awal.
Bagi kami sendiri, ini adalah kesempatan terbaik untuk menelusuri misteri Spira lebih dalam, termasuk beragam side quest dan rahasia yang kami lewati di masa lalu untuk sekedar di tiba cerita. Anda bisa saja menginvestasikan waktu lebih banyak di versi HD Remaster ini daripada yang Anda lakukan dulu.
Bagi kami sendiri, ini adalah kesempatan terbaik untuk menelusuri misteri Spira lebih dalam, termasuk beragam side quest dan rahasia yang kami lewati di masa lalu untuk sekedar di tiba cerita. Anda bisa saja menginvestasikan waktu lebih banyak di versi HD Remaster ini daripada yang Anda lakukan dulu.

Namun bagi kami pribadi, ini bukan lagi soal untuk menyelesaikan Final Fantasy X untuk kesekian kalinya. Ini adalah momen terbaik untuk menyelesaikan serangkaian side quest, membuka banyak rahasia, dan membangun karakter yang sebelumnya, tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Menyelesaikan turnamen Blitzball untuk membuka kunci senjata terkuat Wakka? Atau sekedar berusaha membangun karakter demi damage 99.999 yang merupakan angka tertinggi di game? Atau mulai berambisi untuk mengalahkan setiap makhluk yang dilemparkan Monster Arena di Calm Lands? Atau bahkan bertemu dan menundukkan superboss lain seperti Penance dan Omega Weapon yang terasa mustahil? Banyak hal-hal yang tidak sempat kami lakukan di masa lalu kini menjadi prioritas, dan tidak ada momen yang lebih tepat untuk melakukannya selain di versi Playstation 4 ini. Versi terbaik, yang seharusnya juga, menjadi versi terakhir.

Hasilnya? Anda mungkin akan berakhir menginvestasikan lebih banyak waktu di Final Fantasy X/X-2 HD Remaster ini daripada ketika Anda memainkannya 14 tahun yang lalu. Itu yang pasti.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…