Menjajal Final Fantasy XV Ep. Duscae 2.0: Update Signifikan!

Reading time:
June 10, 2015
FINAL FANTASY XV EPISODE DUSCAE_20150610084902

Sebuah langkah yang tidak pernah kita prediksi bisa meluncur dari Square Enix, developer dan publisher yang boleh dibilang cukup punya nama “buruk” di kalangan gamer, terutama dari pendekatan mereka terhadap franchise raksasa mereka sendiri. Selama beberapa tahun terakhir ini, terlepas dari permintaan besar dari gamer untuk terus melihat sepak terjang mereka di pasar konsol dan PC, Square Enix ternyata lebih memilih untuk melemparkan game-game yang diantisipasi tersebut ke pasar mobile dengan bentuk yang lebih sederhana. Untungnya, semua hal ini mulai berubah selama beberapa bulan terakhir. Game-game keren seperti Star Ocean V, dan rumornya juga – Front Mission akan dihidupkan kembali.  Namun salah satu sinyal paling positif justru meluncur dari proyek mereka yang sudah berjalan 9 tahun – Final Fantasy XV.

Setelah melewati begitu banyak masa diam tanpa informasi sama sekali, Square Enix berubah haluan ketika Hajime Tabata tiba, dan mengepalai Final Fantasy XV, menggantikan Tetsuya Nomura. Sebagian besar waktu mereka habiskan untuk mengganti aset dari engine lawas menuju Luminous, mengingat peralihan rilis yang kini akan tiba di Playstation 4 dan Xbox One – dua konsol yang mampu menawarkan performa lebih kuat dari platform rencana awal rilis Versus XIII di masa lalu. Berita baiknya? Berbeda dengan gaya Nomura, Tabata secara berkala terus memberikan update informasi soal proses pengembangan game ini, dari kesulitan yang mereka hadapi, apa saja yang pantas diantisipasi, hingga implementasi fitur apa saja yang mereka suntikkan berbasis feedback dari pada fans. Sebuah pendekatan yang terhitung unik di industri game, yang biasanya akan diam hingga produk final siap diluncurkan ke tangan gamer.

Hingga pada akhirnya, mereka cukup “gila” untuk melemparkan sebuah update besar untuk demo Episode Duscae Final Fantasy XV yang meluncur Maret 2015 kemarin. Mengapa gila? Karena ini mungkin menjadi sebuah tonggak sejarah, sesuatu yang belum pernah ditempuh di industri game sebelumnya, bahwa sebuah demo game mendapatkan perbaikan untuk langsung dinikmati oleh calon konsumen. Mengambil nama “Ep. Duscae 2.0”, Tabata menjanjikan tidak hanya perbaikan di sisi teknis saja, tetapi juga beberapa konten dan mekanik gameplay yang baru. Tabata tidak mengumbar omong kosong. Satu yang pasti, setelah review kami yang cukup optimis dengan nasib Final Fantasy XV di masa depan, update ini kian memberikan kepastian akan perasaan tersebut. Update 3.8 GB ini jauh lebih signifikan daripada apa yang kami bayangkan.

Mendengar Keluhan Gamer

Yang membuat Ep. Duscae 2.0 begitu luar biasa bukanlah dari konten yang ia tawarkan. Tetapi fakta, bahwa ia merupakan manifestasi dari usaha Square Enix untuk mendengar dan memperbaiki apa yang dikeluhkan gamer di versi sebelumnya.
Yang membuat Ep. Duscae 2.0 begitu luar biasa bukanlah dari konten yang ia tawarkan. Tetapi fakta, bahwa ia merupakan manifestasi dari usaha Square Enix untuk mendengar dan memperbaiki apa yang dikeluhkan gamer di versi sebelumnya.

Apa yang sebenarnya membuat proses update pada demo ini terasa begitu berkesan? Tentu saja, bukan karena konten. Walaupun menjanjikan update dengan ekstra misi, mekanisme gameplay, dan animasi gerakan, misalnya, bukan hal inilah yang membuat Episode Duscae 2.0 ini begitu gemilang. Yang membuatnya luar biasa adalah fakta bahwa ia menjadi manifestasi dari usaha Square Enix untuk mendengar dan menanggapi keluhan dari para gamer untuk ikut menyempurnakan produk yang tengah mereka kembangkan ini, menciptakan sebuah seri Final Fantasy XV seperti yang kita inginkan sebagai konsumen. Langkah ini menjadi sesuatu yang pantas diapresiasi ketika ia bukan lagi sekedar omong kosong dan benar-benar dibuktikan di lapangan. Episode Duscae 2.0 menjadi monumen dari komitmen tersebut.

Framerate mengalami perbaikan yang sangat signifikan. Ia terasa lebih stabil.
Framerate mengalami perbaikan yang sangat signifikan. Ia terasa lebih stabil.
Visual juga terasa lebih baik, setidaknya jaggies yang berkurang.
Visual juga terasa lebih baik, setidaknya jaggies yang berkurang.

Ketika Tabata mengungkapkan bahwa mereka mendengar semua keluhan gamer dan berusaha membenahinya, mereka tidak sekedar melemparkan omong kosong. Episode Duscae 2.0 menjadi bukti nyata dari apa yang mereka janjikan tersebut. Sejak pertama Anda menyalakan demo ini versi terbaru ini, Anda sudah bisa melihat perubahan yang terasa signifikan jika dibandingkan dengan seri pertama. Anda mendapatkan game dengan framerate yang jauh lebih stabil dan mulus, serta visualisasi yang tidak lagi terlihat sekasar versi pertama. Ia menjadi game yang terasa bisa lebih dinikmati, setidaknya jika Anda termasuk gamer yang sangat peduli dengan hal-hal berbau teknis.

Dua sumber keluhan utama - kamera dan sistem lock on dirombak begitu baik, hingga menghasilkan pengalaman bermain yang lebih nyaman.
Dua sumber keluhan utama – kamera dan sistem lock on dirombak begitu baik, hingga menghasilkan pengalaman bermain yang lebih nyaman.
Lock-on kini mengunci target Anda di tengah layar.
Lock-on kini mengunci target Anda di tengah layar.

Tidak hanya dari sisi teknis, beberapa perbaikan mekanik gameplay juga disuntikkan. Salah satu keluhan paling utama gamer – kamera dan sistem lock-on di versi pertama dibenahi besar-besaran di versi 2.0. Kamera kini bergerak lebih jauh dan stabil, memberikan Anda ruang pandang yang cukup besar untuk tidak hanya melihat aksi Noctis, tetapi juga pergerakan musuh di sekitarnya. Anda bisa dengan mudah melacak dan mengejar musuh yang mengitari Anda, memberikan keuntungan strategis yang lebih baik. Tidak ada lagi rasa frustrasi karena kamera yang bergerak terlalu dekat ketika situasi tengah genting atau ketika Anda hendak mengejar musuh yang tersisa. Sistem lock-on yang dikeluhkan kini juga difasilitasi dengan efek kamera yang akan langsung bergerak ke tengah begitu Anda mengunci target tertentu. Kedua keluhan ini dijawab Square Enix dengan perbaikan yang sangat signifikan.

Lebih banyak titip Warp, lebih mudah diakses untuk kepentingan strategis tertentu - seperti memulihkan MP jauh dari pertarungan misalnya.
Lebih banyak titik Warp, lebih mudah diakses untuk kepentingan strategis tertentu – seperti memulihkan MP jauh dari pertarungan misalnya.
Dogde roll!
Dogde roll!

Permintaan lain untuk sistem battle juga difasilitasi. Tidak hanya kemudahan untuk melakukan Warp di beberapa lokasi yang ada,  mereka juga menyuntikkan beberapa perubahan yang membuat battle kini jauh lebih bisa dinikmati. Pertama adalah sistem dodge roll yang diperkenalkan sebagai alternatif dari sistem evade berbasis MP di versi pertama. Dengan menekan L1 + O, Anda kini bisa melakukan dodge roll ini secara instan, layaknya game action RPG pada umumnya.

Counter di versi sebelumnya adalah mimpi buruk, butuh timing dan posisi karakter yang pas. Di versi 2.0, ia tidak lagi jadi sumber frustrasi.
Counter di versi sebelumnya adalah mimpi buruk, butuh timing dan posisi karakter yang pas. Di versi 2.0, ia tidak lagi jadi sumber frustrasi.

Sementara untuk sistem Evade sendiri, jika Anda berhasil mengeksekusinya dalam timing yang tepat, maka ia tidak akan mengkonsumsi MP sama sekali. Berita yang terbaik adalah perbaikan sistem counter yang luar biasa signikan. Menjadi salah satu sumber frustrasi di seri pertama, counter kini lebih mudah dipicu di versi 2.0. Tidak lagi harus berhadap-hadapan dengan sumber serangan, dengan hanya menahan L1, Noctis kini bisa melakukan counter terhadap serangan dari beragam arah dan tidak lagi berbasis timing. Sekali lagi, acungan jempol. Ia menjadi langkah awal untuk membuat sistem battle Final Fantasy XV jauh lebih bisa dinikmati.

Beberapa perubahan kecil seperti animasi gerakan yang tidak lagi terasa sekaku versi sebelumnya dan kombinasi serangan berbasis senjata yang kini memperlihatkan efek yang lebih unik juga disuntikkan. Menariknya lagi? Ini belum berakhir. Square Enix memberikan intipan untuk beragam sistem baru yang hendak mereka implementasikan di FF XV versi final nantinya. Demo ini masih memuat banyak konten.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…