Menjajal Final Fantasy XV Ep. Duscae 2.0: Update Signifikan!

Reading time:
June 10, 2015

Terasa Lebih Personal

Sensasi pertemanan memang sudah mengalir dari versi 1.0. Namun dengan tambahan animasi, side-quest, dan event, hubungan ini terasa lebih personal dan alami.
Sensasi pertemanan memang sudah mengalir dari versi 1.0. Namun dengan tambahan animasi, side-quest, dan event, hubungan ini terasa lebih personal dan alami.

Anda yang sempat membaca review versi pertama kami tentu saja sempat membaca soal impresi kami, bagaimana Final Fantasy XV terasa seperti sebuah perjalanan yang biasa Anda lakukan dengan teman-teman pria Anda (kecuali Anda adalah seorang wanita). Pertemanan yang terasa begitu santai dan nyaman, dimana dalam level yang personal, Anda bisa merasakan kedekatan tersebut. Di versi 2.0 ini, Square Enix membawanya ke level yang lebih tinggi hingga membuat efek pertemanan tersebut, setidaknya terasa lebih variatif, menyenangkan, dan “hidup” di saat yang sama.

Mereka kini bisa memberikan side-quest yang bisa diselesaikan bersama.
Mereka kini bisa memberikan side-quest yang bisa diselesaikan bersama.
Ketika tiba lagi di camp, Anda bisa melihat karakter yang tidak ikut quest saling berinteraksi.
Ketika tiba lagi di camp, Anda bisa melihat karakter yang tidak ikut quest saling berinteraksi.
Animasi di camp yang lebih bervariasi.
Animasi di camp yang lebih bervariasi.
Ada momen acak yang juga memperkuat kesan tersebut.
Ada momen acak yang juga memperkuat kesan tersebut.

Salah satu anggota tim Anda kini bisa memberikan side-quest tambahan, sebuah permintaan pribadi yang bisa Anda selesaikan berdua saja, dari mencari bahan makanan, latihan bertarung, hingga sekedar mengamati bintang jatuh di malam hari. Misi-misi personal ini akan memberikan reward tertentu, terutama dari sisi experience. Menariknya lagi? Ketika Anda selesai menempuh misi ini dan berniat kembali ke camp, Anda juga bisa melihat interaksi dua karakter yang tidak ikut dalam party Anda di dalam kemah dengan aksi yang cukup mengundang tawa. Setidaknya interaksi para karakter kini tumbuh lebih beragam dan terasa lebih alami dibandingkan seri pertama.

Di luar experience points, memento di perangkat mobile milik Noctis juga jadi reward untuk setiap quest yang berhasil Anda selesaikan.
Di luar experience points, memento di perangkat mobile milik Noctis juga jadi reward untuk setiap quest yang berhasil Anda selesaikan.

Hal ini juga diperkuat dengan animasi ketika berkemah, makan malam, dan bangun tidur yang juga hadir dalam variasi yang jauh lebih banyak dari versi 1.0. Kerennya lagi? Untuk setiap misi personal yang Anda selesaikan, Anda akan mendapatkan sebuah memento berisikan foto di perangkat mobile Noctis, yang harus diakui, cukup keren. Sensasi pertemanan tersebut terasa lebih kuat di versi 2.0 ini.

Acungan Dua Jempol untuk Square Enix

FINAL FANTASY XV EPISODE DUSCAE_20150610143815
Apa yang bisa kami simpulkan dari Ep. Duscae 2.0 ini? Dari rasa optimis yang sempat terbangun di versi pertama, kami semakin yakin pada visi dan misi Hajime Tabata untuk proyek yang satu ini. Episode Duscae terbukti menjadi sebuah demo yang menghasilkan implikasi positif tersendiri bagi proses pengembangan Final Fantasy XV, terutama dari fakta bahwa gamer sendiri – si konsumen sendiri yang bertindak sebagai beta tester.

Apa yang bisa kami simpulkan dari Ep. Duscae 2.0 ini? Dari rasa optimis yang sempat terbangun di versi pertama, kami semakin yakin pada visi dan misi Hajime Tabata untuk proyek yang satu ini. Episode Duscae terbukti menjadi sebuah demo yang menghasilkan implikasi positif tersendiri bagi proses pengembangan Final Fantasy XV, terutama dari fakta bahwa gamer sendiri – si konsumen sendiri yang bertindak sebagai beta tester. Sayangnya, demo versi 2.0 ini sendiri melahirkan beberapa masalah baru, seperti crash dan suara yang tiba-tiba menghilang. Namun menariknya, melihat bahwa kita berkontribusi pada setiap perbaikan yang ada, ada sedikit rasa rela atau bahkan merasa terdorong untuk melaporkan semua masalah ini langsung ke Square Enix via fitur yang terdapat di Playstation 4 (dan mungkin Xbox One).

Ada sedikit rasa tenang dan senang ketika melihat dan merasakan, bahwa apa yang kita keluhkan benar-benar diperbaiki oleh Square Enix untuk memastikan pengalaman Final Fantasy XV yang kita memang kita harapkan. Ini adalah sebuah langkah yang pantas untuk diacungi jempol. Sebuah strategi yang hendak kami lihat, diterapkan oleh banyak developer atau publisher lainnya. Sebuah demo yang tidak hanya bertindak sebagai uji coba untuk menentukan apakah sebuah game pantas dibeli atau tidak, tetapi juga membantu memberikan feedback pada developer tentang fitur apa yang hendak kita perbaiki atau bahkan kita inginkan. Bravo, Square Enix!

 

 

Jangan Lupa Cek Review FF XV Ep. Duscae: Version 1.0 Kami Di Sini!

 

 

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…