Review Batman – Arkham Knight: Penutup yang Tidak Memuaskan!

Reading time:
June 30, 2015

Batmobile – Tak Semenarik yang Dibayangkan!

Terlepas dari statusnya sebagai fitur yang paling kami impikan dari seri Arkham, mengendarai Batmobile ternyata tidak semenarik yang dibayangkan.
Terlepas dari statusnya sebagai fitur yang paling kami impikan dari seri Arkham, mengendarai Batmobile ternyata tidak semenarik yang dibayangkan.

Kami boleh dibilang, termasuk salah satu gamer yang terus berfantasi dan bermimpi bagaimana serunya petualangan seorang Batman jika mereka berhasil mengimplementasikan Batmobile ke dalamnya. Luasnya Arkham City seolah menjadi alasan yang kuat untuk kebutuhan tersebut. Membayangkan bagaimana Anda mengeksplorasi Gotham dengan desain tank yang ditawarkan Christopher Nolan di The Dark Knight, sembari menyelamatkan para NPC yang butuh bantuan jadi harapan besar. Dan betapa girangnya kami, dan mungkin juga – jutaan gamer lainnya di seluruh dunia, ketika Rocksteady mengumumkan eksistensi Gotham dan Batmobile di Batman: Arkham Knight. Sayangnya, menjajalnya secara langsung berujung pada satu kesimpulan yang sama – ada sesuatu yang salah dengan konsep Batmobile di game ini.

Satu yang pasti, Batmobile menghasilkan satu efek yang signifikan – membuat kota Gotham yang seharusnya lima kali lebih besar daripada Arkham City berujung tidak terasa lebih besar daripada Arkham City. Fakta bahwa Anda kini bisa memanggil Batmobile Anda darimanapun dan melaju kencang tanpa memikirkan apapun membuat jarak yang seharusnya lebih jauh dari satu titik ke titik lainnya, bisa dicapai dalam waktu singkat. Kehadiran Batmobile menihilkan hal tersebut.

Satu efek yang pasti - fungsinya sebagai alat transportasi membuat Gotham terasa lebih
Satu efek yang pasti – fungsinya sebagai alat transportasi membuat Gotham terasa lebih “kecil”.
Gotham sudah steril dari penduduk sipil, sehingga Anda bisa memacu kendaraan super kencang tanpa perlu memikirkan apapun.
Gotham sudah steril dari penduduk sipil, sehingga Anda bisa memacu kendaraan super kencang tanpa perlu memikirkan apapun.

Apalagi Anda tetap bisa melakukan apapun yang Anda inginkan di Gotham tanpa perlu memikirkan hal apapun dengan Batmobile, mengingat plot yang memang menceritakan bahwa Gotham kini sudah bersih dari rakyat sipil. Anda melihat bagaimana kota Gotham ramai dengan “penduduk” dan “mobil” di trailer dan screenshot Arkham Knight sebelumnya? Benar sekali, semuanya adalah penjahat yang perlu Anda hajar, atau kali ini – Anda libas dengan Batmobile. Kecepatan tinggi tanpa perlu memikirkan apapun? Batmobile lebih terasa seperti alat transportasi yang diciptakan untuk memfasilitasi jarak yang meluas karena ukuran Gotham yang lebih besar dari Arkham City, dan tidak lebih. Tidak ada perasaan istimewa atau bahkan badass ketika Anda mengendarainya. Salah satu alasannya, mungkin karena musuh yang Anda hadapi.

Mimpi untuk mengejar kru dari Two-Face atau Penguin dalam situasi yang tidak ditetapkan sebelumnya seolah sirna. Sebagian besar musuh yang Anda lawan di jalan dengan Batmobile adalah Drones tanpa awak.
Mimpi untuk mengejar kru dari Two-Face atau Penguin dalam situasi yang tidak ditetapkan sebelumnya seolah sirna. Sebagian besar musuh yang Anda lawan di jalan dengan Batmobile adalah Drones tanpa awak.

Potensi untuk memaksimalkan Batmobile sebenarnya terbuka lebar, apalagi jika Rocksteady mengimplementasikan bagaimana ia digunakan oleh Batman di seri film untuk menghentikan aksi para crew penjahat kakap seperti Joker, Two-Face, ataupun Penguin. Namun apa yang Anda dapatkan di Arkham Knight? Usaha gigih untuk memastikan bahwa Batmobile ini tidak berakhir menjadi senjata “pembunuh” yang akan mencederai identitas Batman yang memang hidup dengan nilai tersebut, justru membuat implementasi fitur baru ini terasa kosong. Yang Anda hadapi hanyalah para Drone Tanks yang tidak berawak sama sekali yang terasa seperti boneka yang Anda hancurkan tanpa konskuensi sama sekali. Bahkan konsep bahwa Gotham dikuasai pasukan mesin otomatis tanpa awak ini saja sudah cukup aneh sejak awal, sebuah teknologi yang tidak pernah muncul di dunia Batman sebelumnya.

Batmobile sendiri memiliki dua mode. Sebagai kendaraan, Anda bisa memacunya layaknya sebuah game racing pada umumnya dan bermanuver dengan lincah. Tidak perlu takut terjebak karena beragam objek yang ada – Batmobile bisa melewati banyak rintangan dan menghancurkannya secara otomatis. Jikalaupun Anda tidak sengaja “menabrak” para penjahat, game akan membuat seolah-olah setiap dari mereka hanya pingsan karena efek listrik yang tampaknya menyelimuti Batmobile ini.

Dengan menahan tombol tertentu, Batmobile bisa masuk dalam mode Tank dan siap bertempur.
Dengan menahan tombol tertentu, Batmobile bisa masuk dalam mode Tank dan siap bertempur.
Bergerak lebih leluasa, ia menjadi satu-satunya kunci untuk menghancurkan pasukan masif Arkham Knight.
Bergerak lebih leluasa, ia menjadi satu-satunya kunci untuk menghancurkan pasukan masif Arkham Knight.

Mode kedua adalah mode Battle yang akan mengubah Batmobile Anda menjadi sejenis Tank. Dengan dua senjata – sebuah meriam dan machine gun, Batmobile bisa bermanuver ke kiri dan ke kanan dengan lincah tanpa mengubah posisi moncong mobil sama sekali. Mode ini menjadi ujung tombak ketika berhadapan dengan variasi Drones yang dilemparkan Arkham Knight. Lagi-lagi untuk mendukung identitas Batman, senjata ini akan otomatis berubah menjadi sekedar peluru untuk melumpuhkan ketika Anda menembakkannya ke penjahat biasa, dan bukannya Drones.

Kehadiran Batmobile juga memunculkan banyak variasi tantangan baru di Arkham Knight yang tidak pernah ditempuh kedua seri sebelumnya. Ada puzzle dan misi sampingan yang kini difokuskan hanya untuk menjadikannya sebagai fokus. Salah satu misi akan meminta Anda memacu kecepatan tinggi di dalam sebuah terowongan hingga mengabaikan gravitasi, yang lain meminta Anda berpikir keras untuk menciptakan jalan baginya untuk masuk ke area yang nyaris mustahil bisa dilewati, sementara lainnya menjadikannya sebagai salah satu solusi puzzle yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Misi sampingan yang sekedar meminta Anda untuk menghancurkan Drones dalam jumlah tertentu juga ditawarkan. Setidaknya, implementasi fungsi seperti ini terasa lebih kreatif.

Ada banyak varian puzzle dan quest baru yang didesain dengan Batmobile sebagai fokus.
Ada banyak varian puzzle dan quest baru yang didesain dengan Batmobile sebagai fokus.
Menggantungkan Tank di dinding dengan seutas tali? YOLO!
Menggantungkan Tank di dinding dengan seutas tali? YOLO!

Pada dasarnya, mengendarai Batmobile di Arkham Knight tidak berakhir semanis yang dibayangkan. Anda selalu bermimpi untuk unjuk gigi di tengah kota Gotham yang ramai, dimana sedikit saja keteledoran saja bisa berujung pada tewasnya penduduk kota. Namun, jika Anda tidak memacunnya tidak cukup cepat, maka Anda justru akan kehilangan arah penjahat yang berusaha Anda kejar. Namun yang Anda di dapatkan di Arkham Knight justru kesempatan memacu Batmobile di jalan kosong dan minim ancaman, yang tak punya efek menegangkannya sama sekali. Anda mungkin akan terpesona di 1-2 kali pertama Anda memanggilnya. Selanjutnya? Meh.

Side-Quest dan DLC yang Terkesan Malas

Untuk sebuah seri terakhir, Anda tentu mengharapkan desain side-quest yang lebih dalam, berat, personal. Namun yang Anda dapatkan? Desain yang terkesan malas dengan gameplay repetitif.
Untuk sebuah seri terakhir, Anda tentu mengharapkan desain side-quest yang lebih dalam, berat, personal. Namun yang Anda dapatkan? Desain yang terkesan malas dengan gameplay repetitif.

Arkham City adalah salah satu mahakarya Rocksteady yang mengeksekusi hampir semua hal dengan begitu baik, baik dari sisi cerita utama maupun sampingan. Oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya untuk mengharapkan setidaknya sebuah kualitas game yang serupa atau bahkan lebih di Arkham Knight ini. Namun sayangnya, harapan ini juga lagi-lagi, berujung kekecewaan besar. Selain Quest sampingan yang meminta Anda menyelamatkan Catwoman dari tangan Riddler – dengan beragam puzzle yang menguras isi otak Anda, hampir semua side quest yang melibatkan karakter antagonis lain berakhir sangat repetitif, klise, tidak kreatif, dan membosankan. Jika ada satu hal yang bisa ditangkap dari tren ini, Rocksteady memperlihatkan kesan “malas” yang kentara.

Ketika Anda berhadapan dengan Two-Face, misalnya, apalagi ini merupakan seri terakhir Arkham – Anda mengharapkan sebuah pertempuran epik yang konklusif – dimana Batman akhirnya berhadapan dengan sosok yang sempat ia harapkan akan menjadi ikon keadilan dan nilai moral tanpa cela di masa lalu. Ada  harapan bahwa Anda akan mendapatkan desain quest yang lebih personal, lebih dalam, dan mungkin lebih bervariasi untuk mengeksplorasi hal tersebut. Tapi apa yang Anda dapatkan? Sebuah desain misi yang meh. Anda dituntut untuk menggagalkan rencana perampokan yang dilakukan kru Two-Face di beragam Bank Gotham. Semuanya berakhir sama, menghajar semua perampok hingga ludes. Parahnya lagi? Anda harus melakukan misi sejenis ini berkali-kali, hingga Anda memancing Two-Face keluar, dan BAM! menghajarnya langsung. Sangat sangat tidak kreatif.

Sebagian besar misi berakhir meminta Anda untuk melakukan hal yang sama, berulang-ulang, hingga sang boss utama keluar.
Sebagian besar misi berakhir meminta Anda untuk melakukan hal yang sama, berulang-ulang, hingga sang boss utama keluar.
Ia mungkin terasa menarik di awal, namun mulai terasa seperti
Ia mungkin terasa menarik di awal, namun mulai terasa seperti “pekerjaan” yang sama sekali tidak menarik setelah 1-2 kali Anda melakukannya.
Sidequest dari Riddler ketika Anda berusaha menyelamatkan Catwoman mungkin satu-satunya yang dibangun niat dan kreatif.
Sidequest dari Riddler ketika Anda berusaha menyelamatkan Catwoman mungkin satu-satunya yang dibangun niat dan kreatif.

Metode seperti ini juga mereka tempuh hampir di semua misi yang ada. Ingin mengalahkan Penguin? Silakan membobol brankas uang milik Penguin di 4-5 tempat yang intisari gameplay-nya semua sama – menghajar semua musuh yang ada, meledakkan brankas, dan menempuhnya bersama Nightwing, hingga Penguin keluar. Atau Anda ingin menyelesaikan misi milik Pig? Cari mayat dengan musik opera yang ia sebar di Gotham, analisa mayatnya, dan lakukan berkali-kali hingga Pig keluar. Atau Anda ingin menghajar kembali wajah Slade aka Deathstroke setelah jatuhnya Arkham Knight? Hancurkan semua checkpoint yang tidak penting dan tidak punya efek apapun dalam cerita yang tersebar di Gotham dan hajar Slade setelah berhasil melakukan semuanya. Parahnya lagi? Pertempuran akhir melawan Deathstroke bahkan meminjam mekanik pertempuran tank sama yang sempat Anda lalui dengan Arkham Knight. Kami hanya bisa menggelengkan kepala.

Harapan untuk menikmati sebuah cerita yang lebih kuat, lebih dalam, dan lebih epic dari musuh yang jumlahnya sudah lebih kecil daripada seri sebelumnya ini berakhir kosong dan mengecewakan. Semua quest sampingan ini berakhir seperti “pekerjaan” semata yang terasa repetitif dan sama sekali tidak menarik. Anda ingin lebih, apalagi ini adalah seri terakhir.

Desain DLC Story mereka juga tidak kalah malasnya.
Desain DLC Story mereka juga tidak kalah malasnya.
Red Hood? Harley? Pengalaman dan desain gameplay-nya sama. Hanya lingkungan, moveset, dan musuh saja yang berbeda. Dua-duanya bisa diselesaikan hanya dalam 20 menit saja.
Red Hood? Harley? Pengalaman dan desain gameplay-nya sama. Hanya lingkungan, moveset, dan musuh saja yang berbeda. Dua-duanya bisa diselesaikan hanya dalam 20 menit saja.

Tidak hanya implementasi side-quest, format DLC yang ditawarkan Rocksteady di Arkham Knight juga tidak kalah “malas”. Membeli versi Steelcase Edition Playstation 4, kami mendapatkan dua buah DLC pack untuk Story – Harley Quinn dan Red Hood, yang keduanya mengambil cerita sebelum event di Arkham Knight terjadi. Anda berharap bahwa keduanya menawarkan garis cerita kuat dan unik? Selamat, seperti halnya kami, Anda akan kembali tertipu. Masing-masing DLC cerita ini bisa diselesaikan dalam waktu 20-30 menit saja. Parahnya lagi? Keduanya tidak punya perbedaan yang berarti, selain kesempatan menggunakan karakter berbeda dengan moveset unik. Cerita Harley Quinn berakhir setelah Anda melewati 4 ruangan, menghajar semua yang ada, dan menundukkan Nightwing di akhir. Cerita Red Hood berakhir setelah Anda melewati 4 ruangan, menghajar semua yang ada, dan menundukkan Black Mask di akhir. Anda lihat persamaannya? Satu-satunya daya tarik hanyalah karakter yang berbeda, itu saja. Konsep seperti ini membuat kami pesimis bahwa Season Pass-nya yang terhitung mahal dan menjanjikan sisi cerita Batgirl akan berakhir berbeda.

Misi
Misi “AR Challenges” yang juga tidak kalah membosankan.

Entah karena standar kami sudah diracuni oleh apa yang dilakukan CD Projekt Red dengan The Witcher 3: Wild Hunt atau memang Rocksteady tidak lagi punya kemampuan kreatif seperti beberapa tahun yang lalu, satu yang pasti, tidak ada satupun misi sampingan Batman: Arkham Knight yang berakhir menggoda dan terlihat dibangun dengan niat serius. Hal yang sama juga berlaku untuk variasi tantangan AR Challenges yang bisa Anda temukan di sepanjang kota.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…