Jadi Model, Lightning FF XIII Gelar “Wawancara” Pertama

Reading time:
January 14, 2016
lightning louis vitton1

Oke, ini mungkin menjadi berita paling absurd yang Anda dengar sepanjang hari ini, khususnya yang datang dari industri game. Hampir sebagian besar dari kita tentu sudah tahu bahwa Lightning – karakter heroine populer dari Final Fantasy XIII memang jadi bagian yang terpisahkan lagi dari sepak terjang Square Enix. Karakter dingin dengan desain yang keren ini bahkan sempat diperkuat dengan ragam kostum keren di seri ketiga yang terintegrasi manis dengan sistem permainan yang ditawarkan. Popularitas tinggi bahkan cukup untuk membuat Lightning “berhenti” dari pekerjaannya sebagai seorang pahlawan dan kini melenggang sebagai model di bawah raksasa fashion – Louis Vuitton.

Anda yang mengikuti informasi game selama beberapa minggu terakhir ini tentu tak asing lagi dengan berita yang satu ini. Tak perlu menunggu lama, Louis Vuitton bahkan langsung melemparkan ragam penampilan Lightning terbaru dengan jajaran produk “Series 4” mereka yang keren via screenshot sebagai bahan promisi. Square Enix menyebut kesempatan ini sebagai kebanggaan tertentu. Anda mengira bahwa promosi Lightning hanya akan berhenti di situ saja? Seperti halnya kami, perkiraan Anda juga salah besar! Louis Vuitton membawanya ke level yang baru.

Untuk terus mempromosikan Lightning sebagai ikon baru mereka, Louis Vuitton bahkan melemparkan rilis pers yang berisikan “wawancara” Lightning soal statusnya sekarang sebagai seorang model merk ternama. Wawancara tersebut dirilis via situs The Telegraph dalam format layaknya sebuah sesi tanya jawab dengan artis ternama, seolah mengindikasikan Lightning seperti sebuah seorang manusia yang hidup di dunia nyata. Wawancara yang akan kami translasikan di bawah ini, tentu saja, cukup untuk mengundang tawa apalagi ketika Lightning mulai “berbicara” soal perannya yang kini berganti. Berikut adalah wawancaranya:

Tak cukup sekedar screenshot, Louis Vuitton bahkan merilis rekayasa wawancara dengan Lightning sebagai bahan promosi mereka yang baru.
Tak cukup sekedar screenshot, Louis Vuitton bahkan merilis rekayasa wawancara dengan Lightning sebagai bahan promosi mereka yang baru.

 

Apakah ini kampanye pertama Anda? Bagiamana perasaan Anda menjadi bagian dari sebuah keluarga fashion bersama dengan Jennifer Connely, Michelle Williams, Alicia Vikander?

Lightning: Mereka ada di dunia yang benar-benar berbeda. Sebagai bagian dari keluarga ini, saya harus leih banyak belajar untuk bisa mengejar ketertinggalan dari wanita-wanita yang luar biasa ini. Saya berharap suatu hari, kita bisa berbagi panggung yang sama, dimana dua dunia yang berbeda bisa menyatu. Tapi siapa yang tahu? Walaupun saya mengerti itu cukup ambisius. Untungnya, saya bukan orang yang mudah menyerah. Salah satu kekuatan utama saya adalah “pengalaman”. Saya sudah sering berhadapan dengan tantangan dan tak pernah gagal menyelesaikannya. Saya bisa berhadapan dengan masalah apapun selama saya ingat kata-kata ini: Ini tidak pernah soal bisa atau tidak, beberapa hal di dunia ini memang harus kamu lakukan.

Bagaimana pendapatmu tentang visi Nicolas Ghesquiere dan koleksinya? Apakah Anda mengenali Anda sendiri di dalam hasil karyanya?

Lightning: Walaupun gayanya adalah sesuatu yang baru bagi saya, namun begitu saya melihat semua koleksinya, saya merasa seperti disambar petir. Saya yakin dengan ini, orang-orang bisa berubah. Bahwa saya bisa berubah. Dan saya benar. Semua koleksinya membuat saya merasa dipenuhi dengan rasa kedamaian dan kebanggaan. Apalagi selama ini saya selalu merasa bahwa satu-satunya gaya yang cocok dengan saya hanyalah yang merepresentasikan karakter saya yang sebenarnya: kuat dan tangguh. Tapi ternyata saya salah. Dia telah mengubah cara saya melihat diri saya sendiri. Saya akhirnya belajar siapa saya sebenarnya.

Bagaimana rasanya jadi brand ambassador untuk Louis Vuitton?

Lightning: Pakaian saya selama ini tak lebih dari sekedar baju pelindung untuk bertahan hidup. Berpakaian untuk sekedar estetika tidak pernah jadi konsep yang melekat pada diri saya, membuat saya mungkin tidak cocok tampil sebagai seorang ambassador. Tetapi pengalaman ini telah membuka mata saya. Fashion bukanlah sesuatu yang harus diajarkan atau diberikan kepada Anda, tetapi kembali kepada pilihan dan rasa pribadi Anda sendiri. Ia merepresentasikan esensi siapa Anda yang sebenarnya kepada dunia. Ini membuat saya begitu tertarik, sensasi yang sama ketika saya berpetualang ke dunia yang tak pernah diketahui sebelumnya. Ini adalah rasa tegang, terlepas dari semua bahaya yang sempat saya lalui, yang tak pernah saya rasakan sebelumnya. Louis Vuitton adalah sebuah petualangan baru – sebuah fantasi baru – yang akan saya nikmati dari lubuk hati saya yang terdalam.

Jadi, apa proyek Anda selanjutnya?

Lightning: Saya sekarang tengah bersantai setelah sebuah petualangan yang panjang. Hari-hari saya sekarang begitu tenang dan damai, sesuatu yang sudah lama saya impikan. Dan saya harap hari-hari seperti ini akan berlangsung untuk waktu yang lama. Tetapi saya selalu ingin mendorong saya sendiri untuk menjadi lebih baik. Terkadang saya punya keinginan untuk kembali terlibat dalam situasi yang mengancam dan menguji kembali batas saya. Suatu hari nanti, tak jauh di masa depan, saya akan ada di luar sana lagi, di sebuah dunia penuh perjuangan. Saya tak akan lagi jadi orang yang sama seperti saya sebelumnya. Saya akan kembali ke akar, tetapi dalam bentuk diri saya yang baru, saya yang sudah berevolusi. Saya berharap kita bisa bertemu lagi nanti.

Di atas adalah potongan lengkap wawancara “fiktif” tersebut. Anda merasa butuh tertawa setelah membacanya? Silakan.

RBRJI
My reaction..

Source: Telegraph

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…