PlayTest: Gaming Dengan MSI GT72S 6QF Dragon Edition G!

Author
David Novan
Reading time:
March 24, 2016
Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (1)

Ketika mempersiapkan sistem untuk memainkan game terbaru, sepertinya tidak pernah akan ada kata overkill. Semakin tinggi kemampuan rig gaming yang bisa digunakan, semakin baik. Namun, menggunakan sistem gaming berkemampuan tinggi, dan di saat bersamaan membawanya ke berbagai tempat di luar ruangan dengan mudah tentu saja sulit direalisasikan. Pasalnya, rig gaming kelas atas memiliki bobot yang berat. Untuk gamer rumahan yang tidak diharuskan bepergian demi bisnis, hal ini tentu tidak masalah. Itu sebabnya notebook gaming kelas atas seperti MSI GT72S 6QF Dragon Edition G diperlukan keberadaannya.

Ketika dibandingkan satu banding satu antara rig gaming desktop dan notebook gaming, terutama dari sisi harganya, tentunya rig desktop masih menang. Sebab dengan harga sama, pc gaming desktop mampu menggunakan perangkat yang lebih tinggi kemampuannya dibandingkan notebook. Namun, value tertinggi dari notebook gaming adalah kemampuannya untuk dibawa dengan mudah; meskipun tidak seringan notebook biasa, tetapi tetap notebook gaming bisa lebih mudah dibawa dibandingkan desktop.

Itu sebabnya harga dari notebook gaming ini harus dilihat dari sisi selain perangkat di dalamnya, yaitu kemampuan mobilenya. Namun, ketika Anda ingin mengeluarkan uang sebesar 50 juta untuk membeli notebook gaming, tentu saja kemampuannya dalam memainkan game terbaru harus diperhitungkan dengan seksama. Notebook gaming dengan kelas harga setinggi ini selayaknya bisa memainkan semua game terbaru di setting paling maksimum! Setelah itu barulah Anda bisa memperhitungkan kemudahan dalam membawanya ke luar rumah. Lalu, seperti apa sumber kekuatan yang ada di dalam notebook ini? Apakah mungkin di dalamnya ada naga dengan kekuatan dahsyat, sehingga ia bisa dihargai setinggi itu? Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut spesifikasi dari notebook ini:

  • Prosesor: Intel Core i7 6820HKH@2.70 GHz
  • RAM: 16 GB DDR4
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 980 GDDR5 8192 MB
  • SSD: 256 GB
  • Layar: 17,3 Inci
  • Resolusi Native: 1920×1080

Seperti yang bisa Anda lihat sendiri, notebook ini menggunakan graphics card desktop GTX 980 yang diperkecil bentuknya, bukan seri mobile yang jauh lebih rendah kemampuannya. Ditambah dengan dukungan prosesor berkekuatan tinggi dan RAM berukuran besar, bisa dipastikan notebook ini dapat dengan mudah menjalankan setting terberat sekalipun. Namun, semua itu masih spekulasi di titik ini dan baru akan terbukti setelah kami benar-benar memainkan game di notebook ini.

Sedangkan untuk game yang kami gunakan untuk bermain kali ini, mereka terdiri dari game terbaru dengan kaliber AAA. Bukan hanya game tersebut memiliki tampilan grafis kelas atas, tetapi mayoritasnya adalah game bertemakan open world. Oleh sebab itu, kemampuan selain graphics card berkemampuan tinggi akan dibutuhkan di sini. Game yang kami gunakan adalah The Division, HITMAN, Rise of The Tomb Raider, Call of Duty: Black Ops III, dan tidak lupa pula kami sertakan game sejuta umat, Grand Theft Auto V. Meskipun di mata game lain, GTA sudah “ketinggalan zaman,” tetapi ada alasannya kenapa game ini masih termasuk salah satu game terlaris hingga saat ini!

The Division

The Division mengedepankan dirinya sebagai game tersukses sepanjang zaman dengan begitu tingginya penjualan semenjak ia dirilis. Oleh sebab itu, sudah selayaknya game ini harus masuk ke dalam daftar pertama di Playtest kali ini. Pastinya sangat banyak gamer yang ingin memainkannya di setting tertinggi dan masih mencari notebook gaming yang mampu mewujudkannya. Mampukah notebook ini menjawab harapan tersebut dan di saat bersamaan menjalankannya dengan mulus serta tanpa cacat? Sebelum sampai ke konklusi tersebut, ada baiknya Anda mengetahui spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk memainkannya:

  • Prosesor: Intel Core i5-2400 / AMD FX-6100
  • Memory: 6 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX 560 2GB / AMD HD 7770 2GB
  • Storage: 40 GB

Hanya dengan melihat spesifikasi yang dibutuhkan untuk memainkannya, kami rasa notebook ini seharusnya sudah dapat menggunakan setting maksimum. Berbekal resolusi maksimumnya, yaitu 1920×1080, kami memutuskan untuk menggunakan setting tertinggi, yaitu Ultra. Mulanya kami ingin memaksimumkan Object Detail hingga 100% dan menaikkan Reflection Quality, tetapi akhirnya tidak dilakukan demi menjaga agar game bisa berjalan di kisaran 60 fps. Lagipula pada setting ini seharusnya game sudah berjalan dengan sangat indah. Detail mengenai setting yang kami gunakan untuk memainkan game dapat Anda temukan pada screenshot berikut ini:

 

Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (2) Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (3) Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (4) Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (5)

Ternyata setting tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh notebook ini. Frame rate maksimum yang dapat kami temui ketika bermain berkisar di 70 fps. Kondisi tersebut terjadi ketika kami berada di daerah yang cukup luas dan tidak banyak NPC dan musuh yang berkeliaran. Ketika siang hari, game juga lebih tinggi nilai frame ratenya. Sedangkan ketika malam hari, apalagi bila ditambah dengan terjadinya efek cuaca yang menghalangi pandangan, seperti kabut dan hujan salju, nilainya dapat menurun ke kisaran 50 fps.

 

Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (6) Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (7)

Pada saat kami terlibat di dalam baku tembak dengan musuh, nilai frame rate dapat menurun sampai ke kisaran 48 fps. Nilai terendah terutama terjadi ketika musuh memberondong posisi bertahan kami dengan Light Machine Gun. Efek cahaya yang terjadi ketika peluru musuh menghantam cover yang kami gunakan ternyata cukup berat untuk kartu grafis. Namun, semua itu tidak terlalu memengaruhi jalannya permainan dan game ini masih dapat dimainkan dengan sangat nyaman.

 

Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (8) Playtest MSI GT72S 6QF Dragon Edition G (9)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…