15 Momen Final Fantasy Paling Mengejutkan!

Reading time:
October 17, 2016

 

surprising-ff-moment

Apa bumbu terbaik untuk meracik sebuah game, terutama JRPG, yang memorable? Selain memastikan sistem battle yang menarik atau musik yang ikonik, menjadi sebuah keharusan untuk membangun cerita solid yang mudah dinikmati. Seperti halnya game-game JRPG kebanyakan, Final Fantasy adalah sebuah cerita fantasi dengan konten yang klise, jika hendak diteliti lebih jauh. Ia sebagian besar berakhir dengan kisah sekelompok anak muda yang berhadapan dengan satu konflik yang ternyata berujung lebih besar dari yang mereka perkirakan sebelumnya, dan kemudian berjuang untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Sementara karakter protagonisnya sendiri punya beragam motif yang tentu saja, mendorong roda cerita untuk terus berputar.

Terlepas dari beragam seri yang selalu memuat konten cerita yang berbeda di setiap darinya, Anda akan menemukan bahwa ada beberapa hal yang tetap dipertahankan Square Enix terlepas untuknya. Anda bertemu dengan Victory Fanfare ikonik berkumandang di momen-momen kemenangan, atau sekedar kembalinya Chocobo sebagai kendaraan atau bahkan summon di setiap seri yang ada. Oleh karena itu, gamer penggemar Final Fantasy biasanya punya ekspektasi tertentu pada seri baru yang hadir, setidaknya sedikit basis pemahaman konten atau gameplay seperti  apa yang akan mereka temukan. Menariknya lagi? Begitu Square Enix memutuskan untuk sedikit menggeser konten ini, ia akan berujung pada sesuatu yang mengejutkan.

Mengejutkan tentu saja tak dalam pengertian yang serupa dengan rasa terkejut ketika Anda mencicipi game horror. Rasa terkejut dalam pengertian Anda berhadapan dengan sebuah formula tak biasa yang tak pernah Anda temukan di dalam sebuah seri Final Fantasy. Atau sebuah rasa terkejut dan heran karena konten plot yang ternyata tak berakhir klise, seperti yang Anda bayangkan selama ini. Rasa terkejut sama yang membuat momen-momen ini terekam begitu kuat di otak karena begitu banyaknya pertanyaan atau rasa tak percaya yang muncul begitu ia terlihat di layar kaca.

Lantas, dari semua momen istimewa yang muncul di Final Fantasy, momen mana saja yang menurut kami pantas menyandang predikat sebagai yang paling mengejutkan?

BEWARE SPOILERS!!

 

 

  1. Regalia jadi Pesawat (Final Fantasy XV)

regalia

Ketika Final Fantasy XV mulai dikembangkan oleh Hajime Tabata, progress pengembangan memang terlihat jauh lebih solid dibandingkan setidaknya 7 tahun sebelumnya. Tak hanya konten baru yang muncul dengan beragam penyesuaian yang terlihat menjanjikan, tetapi juga proses adaptasi gameplay yang juga menjadikan feedback gamer dan penggemar sebagai bahan pertimbangan. Salah satu yang diminta di kala itu? Kembalinya pesawat seperti seri FF klasik dimana Anda bisa menggunakannya untuk bergerak lebih cepat, apalagi dengan konten open-world yang ditawarkan oleh XV ini. Seperti halnya Anda, kami juga membayangkan bahwa ia akan berakhir menjadi sebuah pesawat raksasa terpisah untuk dikendarai. Nyatanya? Kita ternyata menemukan bahwa pesawat ini ternyata berasal dari Regalia – mobil Noctis dkk yang ternyata bisa bertransformasi layaknya sebuah versi Batmobile yang lebih canggih.

  1. Kupo, Kupo, Madeen! (Final Fantasy IX)

ffix_madeen

Dunia fantasi yang ditawarkan oleh Final Fantasy IX memang membuatnya berakhir punya basis fans yang setia. Namun dari sisi kejutan, seri yang satu ini memang tak punya banyak hal yang bisa diingat dan dibicarakan. Salah satu yang cukup mengejutkan bagi kami di kala itu adalah dibukanya fakta bahwa Moogle, sang ras penyampai pesan yang tak memainkan peran terlalu penting di seri kesembilan, yang digunakan oleh Eiko ternyata bukan sembarang Moogle. Lupakan sementara semua kalimat berakhiran “Kupo” dan sikapnya yang cerewet selama ini, karena ia ternyata merupakan penjelmaan dari sebuah Eidolon – Madeen yang menyamar untuk melindungi Eiko sejak ia kecil. Tak ada yang memprediksi hal itu, dan secara otomatis, membuat Moogle yang menyebalkan itu otomatis langsung terlihat keren begitu saja.

  1. Classic Summon = Warship (Final Fantasy XII)

sky-fortress-bahamut

Ada banyak hal “gila” yang disuntikkan Square Enix di Final Fantasy XII, yang membuatnya berakhir jadi salah satu seri Final Fantasy terbaik yang pernah kami cicipi. Tak hanya sistem battle mirip game MMO yang meracik ulang sistem ATB menjadi lebih modern atau karena dunia open-world penuh ancaman berbahaya yang menunggu untuk Anda eksplorasi saja, tetapi juga karena ragam konten di dalamnya. Salah satunya? Summon. Final Fantasy XII memutuskan untuk “membuang” semua summon klasik FF yang Anda kenal dengan summon-summon Zodiac (Esper) yang belum pernah Anda dengar sebelumnya, seperti Belias, Zeromus, atau Adrammelech. Ketika Anda merasa bahwa akar Summon klasik tersebut dicabut begitu saja, Square Enix ternyata “memindahkannya” ke ruang lain tak kalah epik. Bahamut, Shiva, dan Ifrit semuanya kini merupakan nama kapal perang lintas kelas yang digunakan oleh Archadia. Ada sedikit rasa terkejut sekaligus lega, melihat Square Enix tidak melupakan mereka begitu saja.

  1. Laguna? Presiden Esthar? (Final Fantasy VIII)

laguna

Jika Anda harus memberikan peringkat siapa karakter protagonis terbaik Final Fantasy, maka kami yakin bahwa Anda tak akan pernah menjadikan Laguna dari Final Fantasy VIII sebagai prioritas. Dari kepribadian, ia memang tak terlihat seperti konsep pahlawan yang selama ini Anda pikirkan. Ia tak begitu pintar, ceroboh, namun sepertinya dilindungi dengan keberuntungan yang begitu besar. Bayangkan betapa terkejutnya gamer Final Fantasy VIII ketika menemukan pasukan yang bahkan sering lupa membawa peta dan tak bisa berbicara dengan lancar pada wanita ini ternyata berakhir menjadi President dari Esthar, salah satu kota terbesar dengan teknologi paling mutakhir di Final Fantasy VIII. Kami sendiri tak bisa membayangkan seberapa hebatnya ia memimpin dan melindungi Esthar itu sendiri.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…