JagatPlay NgeRacau: 10 Hal Terbodoh yang Keluar dari Mulut Gamer!

Reading time:
March 13, 2017
  1. Gua Gak Bisa Main = Overrated

Shitposting+intensifies 1615fe 5848566

Dari semua komentar bodoh yang sempat meluncur dari mulut seorang gamer, yang satu ini mungkin menjadi yang paling menyebalkan di mata / telinga gua. Benar sekali kata “Overrated”. Kalau menilik dari bahasa Inggris-nya, Overrated = berarti lu menyebut sebuah game itu dinilai terlalu tinggi dari seharusnya, bahwa pujian yang ia dapatkan terlalu berlebihan di atas kualitas yang menurut lu, biasa aja atau bahkan jelek. Gua akan sangat sangat mengerti kalau kata “Overrated” ini muncul karena lu pribadi udah ngerasaiin sendiri bagaimana gamenya, berbanding dengan apa yang lu harepin selama ini. Kalau menurut lu ngecewaiin dan heran kenapa orang bilang itu bagus, berdasarkan pengalaman lu sendiri, maka “Overrated” jadi komentar yang bisa dipahamin. Masalahnya, yang gua temuin di dunia maya kagak demikian.

Berapa sering gua ketemu gamer di dunia maya yang seenak jidat ngeluarin kata “Overrated” karena satu alasan yang kelihatan jelas – SALTY. Benar sekali, mereka kesal tak bisa mencicipi game tersebut secara langsung dan kemudian merasa bahwa game apapun yang kagak keluar di platform mereka, seberapa bagusnya itu di mata orang lain sebagai “Overrated”. Mereka belum pernah nyobaiin langsung, mereka kagak tahu experiencenya gimana, dan berani untuk sekedar ngandelin sesi gameplay orang lain di Youtube sebagai bahan buat ngelemparin itu komentar. Punya PC tok dan lihat Horizon Zero Dawn? OVERRATED! Punya PS4 tok dan lihat Breath of the Wild? OVERRATED!! Punya Nintendo Tok dan lihat Star Citizen? OVERRATED!!! Punya PC sampah yang bahkan gak bisa muter film HD 720p dan nemu semua game yang keluar selama 3 tahun terakhir ini? OVERRATED!!!!!

Sekarang umpakan betapa tololnya ini komentar kalau kita ngobrolin makanan. Bayangin kalau gua, yang selama ini kagak pernah nyicipin bakso milik Pak Mamat, dengan gagahnya ngasih komentar di profile facebook Pak Mamat soal seberapa OVERRATED-nya bakso yang ia racik (Yes, Pak Mamat juga punya akun FB). Bahwa gua menilai bakso Pak Mamat tanpa pernah ngerasaiin sendiri. Pas ditanya darimana gua membangun basis argumen seperti itu, gua bilang, “Gua nonton orang makan bakso Pak Mamat” di Youtube. Yes, that’s stupid. Tapi beda kalau misalnya gua udah ngerasaiin bakso Pak Mamat dan gua bandingin sama Bakso Pak Joko dan ngerasa kalau rasa bakso Pak Mamat ternyata memang tak seenak punya Pak Joko dan sekedar menang nama doank. Maka komentar “Overrated” gua punya basis yang jelas.

  1. Cinta Gua “Eksklusif” Platform

253023-ConsoleVsPC

Salah satu yang cukup gua bingungin dari gamer-gamer yang ada di Indonesia, setidaknya dari interaksi gua di sosial media, adalah mereka yang merasa kalau cinta mereka pada industri game itu sendiri harus “eksklusif” untuk satu platform. Bahwa adalah sesuatu yang hina bahwa Anda melihat setiap dari mereka tak lebih dari sekedar produk yang memenuhi hobi Anda untuk bermain game. Lalu Anda bertemu dengan gamer-gamer yang tak bisa memahami dan mengerti, bahwa tidak semuanya harus pro dan kontra. Bahwa Anda bisa menyukai AMD dan NVIDIA, dan tidak harus membenci salah satunya sebagai konsumen, karena keduanya didesain untuk memenuhi kebutuhan gaming. Bahwa Anda bisa menyukai konsol dan PC, dan tidak harus membenci salah satunya, karena itu adalah dua platform gaming dengan game-game yang keren. Bahwa Anda bisa menyukai Dead or Alive Xtreme 3 dan FIFA 17 di saat yang sama,  tanpa harus membenci salah satunya, karena keduanya memenuhi “nafsu” gaming Anda yang berbeda.

Menjadi sesuatu yang cukup mengherankan bahwa rivalitas antara perusahaan kemudian juga mendefinisikan sikap dan tingkah laku Anda sebagai seorang konsumen, yang seharusnya datang dengan pemikiran layaknya konsumen. Bahwa eksistensi Anda hadir sebagai peraup keuntungan paling optimal untuk setiap produk yang ada, terlepas dari status rivalitas mereka. Bahwa Anda tak harus emosional, tak harus membenci, dan bisa menyukai semua pihak sebagai gamer karena mereka didesain untuk memfasilitasi kebutuhan Anda tersebut.

Dan di atas adalah 10 hal yang menurut gue, memang pantas disebut sebagai kebodohan-kebodohan dari mulut gamer yang sulit buat ditoleransi. Dan percaya atau enggak, ini adalah tipe-tipe gamer yang mungkin lu sering temuin, bahkan di dunia nyata sekalipun. Kita enggak cuman bicaraiin soal gamer-gamer “muda” yang baru mungkin kenal video game selama 1-2 tahun terakhir ini yang mungkin rentan sama yang namanya salah kaprah, tapi juga gamer-gamer “tua” yang entah kenapa, masih sulit bergerak ke arah gaming yang lebih terbuka dan justru menyebar sikap dan tindak-tanduk buruk itu. Memang menarik dan bikin sosial media lebih hidup tiap kali ngelihat tipe-tipe gamer kayak gini, tapi enggak sedikit juga ada keinginan, buat ngebantuin ngelurusin kalau bisa. Kalau lu gamer, lu gaming, dan lu having fun saja sudah lebih dari cukup untuk mendefinisikan ini hobi. What do you think?

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…