Review Gundam Versus: Mimpi Basah Para Penggemar Gundam!

Reading time:
October 6, 2017

Mimpi Basah Penggemar Gundam

Tidak ada kalimat lagi yang lebih tepat untuk menjelaskan game ini selain
Tidak ada kalimat lagi yang lebih tepat untuk menjelaskan game ini selain “mimpi basah para pencinta Gundam”

Lantas, apa yang menjadi daya tarik utamanya? Sebelum kita menyelam lebih dalam soal mekanik gameplay dan daya tariknya sebagai game fighting tiga dimensi, kita akan berbicara soal konten. Memang, ia tidak punya mode cerita sinematik ala Injustice 2 atau Street Fighter V, atau Marvel vs Capcom Infinite misalnya. Memang, ia tidak punya pondasi jelas dari sisi plot yang menjelaskan mengapa para Gundam dari beragam seri ini muncul di satu tempat yang sama. Namun pada akhirnya, ia tetaplah sebuah seri game Gundam terbaru yang siap untuk membuat gamer yang mencintai pertempuran robot-robot raksasa, berakhir dengan mimpi basah terbaik mereka.

Mimpi basah ini mengakar dari tiga hal utama. Pertama? Tentu saja jumlah roster yang ada. Tidak main-main, Bandai Namco menyuntikkan sekitar 90 Gundam dari 17 seri selama eksistensi franchise yang satu ini untuk bisa Anda cicipi. Setiap Gundam akan hadir dengan identitas uniknya masing-masing, tidak hanya dari desain permukaan saja, tetapi juga kemampuan dan senjata unik hingga animasi serangan yang berbeda. Tidak hanya itu saja, game ini juga menyediakan lebih dari 100 karakter Striker atau Gundam yang bisa Anda panggil sebagai support saat bertarung, walaupun tidak bisa Anda kendalikan secara penuh. Dengan jumlah seperti ini, Anda – terutama gamer yang juga menggemari Gundam – sepertinya akan jatuh cinta sejak pandangan pertama.

90 lebih Gundam dari 17 seri berbeda.
90 lebih Gundam dari 17 seri berbeda.
That Barbatos detail..
That Barbatos detail..

Kedua? Tentu saja dari detail visual, terutama presentasi yang ada. Walaupun kami pribadi bukan penggemar berat anime Gundam dan paham semua varian yang ada, namun pendekatan visual yang ditawarkan Bandai Namco di Gundam Versus memang pantas mendapatkan acungan jempol. Detail dari lekuk material metal yang membungkusnya, kombinasi warna, hingga postur standar untuk varian yang ada dipresentasikan dengan begitu baik. Untuk beberapa seri yang cukup familiar untuk kami seperti Iron-Blooded Orphan misalnya, Anda bisa melihat detail Barbatos – sang Gundam “utama” yang tampil memesona di sini. Walaupun Anda akan jarang mendapatkan zoom-shot untuk menikmatinya, namun detail tersebut akan tetap memancar jelas selama gameplay.

Atmosfer arena pertempuran yang
Atmosfer arena pertempuran yang “Gundam sekali”

Ketiga? Adalah detail. Ada dua hal yang pantas dibicarakan dari aspek yang satu ini: musik dan arena pertempuran. Seperti halnya detail yang mereka suntikkan untuk desain Gundam yang ada, desain arena pertempuran yang akan menampung semua aksi Anda juga pantas mendapatkan decak kagum. Dengan atmosfer yang melekat kuat pada franchise Gundam itu sendiri, yang mungkin akan dikenali untuk Anda yang menggemarinya, medan pertempuran ini akan cukup untuk membuat Anda merasa tengah terlibat di dalam sebuah perang besar antar dua faksi yang ada. Kerennya lagi? Jika terdapat gedung di dalam arena ini, Anda juga bisa meratakannya dengan jenis serangan yang ada. Dari sisi musik, ia juga memuat banyak OST lintas seri Gundam selama ini. Bandai Namco bahkna menyertakan OST populer seperti INVOKE dari T.M. Revolution di dalamnya.

Sayangnya, tanpa model viewer atau Photo Mode.
Sayangnya, tanpa model viewer atau Photo Mode.

Dengan semua konten yang ia tawarkan di permukaan, sepertinya tidak berlebihan untuk menyebut bahwa Gundam Versus memang memuat konten yang cukup untuk menjadi mimpi basah penggemar Gundam selama ini. Walaupun mereka tidak menikmati gameplay yang ia tawarkan, namun konten yang ditawarkan mungkin akan memenuhi apa yang mereka inginkan. Namun sayangnya? Di luar semua potensi ini, Bandai Namco tidak menyertakan fitur “MODEL VIEWER” yang di game lain, memungkinkan Anda untuk memerhatikan lebih saksama karakter yang ada dengan lebih detail. Mengapa Bandai Namco tidak menyertakan fitur ini? Kami juga mempertanyakannya.

Fighting Dengan Fokus Online

Ingat, ini adalah game fighting 3D!
Ingat, ini adalah game fighting 3D!

Di sesi sebelumnya, kita sudah berbicara soal Ultimate Trial – satu-satunya mode dengan tantangan yang bisa Anda nikmati secara solo. Sebuah mode yang siap untuk membuat Anda merasa sibuk dengan sedikit elemen multiplayer kooperatif di dalamnya. Namun tentu saja, Gundam Versus tidak dibangun dengan menjadikan mode tersebut sebagai daya tarik utama. Yang menjadi fokus dari game ini adalah mode kompetitif online yang ia tawarkan. Seperti yang kami tegaskan sebelumnya, ini adalah game fighting tiga dimensi.

Bisa bertarung 1 vs 1, 2 vs 2, atau 3 vs 3, maka seperti game fighting pada umumnya, maka fokusnya adalah menundukkan tim lawan yang lain. Namun untuk proses balancing, Gundam Versus menerapkan sistem yang cukup unik. Mengingat setiap Gundam yang ada punya kekuatan yang berbeda sesuai dengan versi anime-nya, tiap Gundam ini dibagi ke dalam kategori angka berjumlah ratusan, dari 200-500.

Gundam dibagi ke dalam kategori sesuai dengan seri animenya. Berkisar dari 200-500, ia tidak hanya merepresentasikan kekuatan, tetapi juga HP tim yang akan berkurang jika mereka tewas.
Gundam dibagi ke dalam kategori sesuai dengan seri animenya. Berkisar dari 200-500, ia tidak hanya merepresentasikan kekuatan, tetapi juga HP tim yang akan berkurang jika mereka tewas.
Kecil mungkin lebih lemah, tetapi punya kesempatan untuk kembali melawan lebih banyak.
Kecil mungkin lebih lemah, tetapi punya kesempatan untuk kembali melawan lebih banyak.

Anda bisa menyebutnya sebagai kategori kekuatan, namun ia punya efek lebih besar dalam pertarungan. Angka-angka ini akan merepresentasikan angka yang akan dipotong dari total nilai tim / HP tim setiap kali Gundam Anda hancur ketika bertarung. Dengan batasan HP 1000 / tim, maka jika Anda menggunakan tipe Gundam 500, maka Anda hanya diperkenakan untuk dua kali mati. Sementara jika Anda menggunakan Gundam 200, walaupun lebih lemah, Anda berkesempatan untuk kembali setidaknya 5 kali sebelum benar-benar kalah. Proses balancing mengakar dari sana. Signifikansi angka ini juga berpengaruh pada sistem pertarungan kompetitif secara online.

Di antara ketiga mode tersebut, pertempuran 2 vs 2, baik secara Casual ataupun Ranked, adalah mode terpopuler di Gundam Versus saat ini. Lebih seru daripada 1 vs 1, tetapi masih bisa diatur dan dikuasai dibandingkan dengan 3 vs 3 yang seringkali berakhir kacau, mode ini menuntut gamer untuk ikut berstrategi. Pilihan Gundam yang dipakai untuk bertarung biasanya akan menentukan jalannya pertempuran. Sebagai contoh? Jika Anda bertemu dengan Gundam musuh dengan nilai unit “500” misalnya, maka akan rasional bagi Anda dan teman Anda dalam satu tim Anda untuk mengejar dan menghancurkannya secepat mungkin. Namun di sisi lain, fakta bahwa ia adalah tipe Gundam yang lebih kuat, maka resikonya juga akan tinggi.

Tidak jarang ketika menjalani pertarungan secara online, tim dengan Gundam terkuat biasanya akan jadi incaran.
Tidak jarang ketika menjalani pertarungan secara online, tim dengan Gundam terkuat biasanya akan jadi incaran.
Gundam akan terbagi ke dalam beberapa fokus serangan: range, melee, dan balance.
Gundam akan terbagi ke dalam beberapa fokus serangan: range, melee, dan balance.

Sementara dari sisi gameplay, seperti game fighting tiga dimensi ala Narutimate, kompleksitas bukan ada di eksekusi perintah dan sejenisnya, tetapi pada strategi dan timing. Kapan menyerang, kapan menghindar, dan kapan untuk membantu teman Anda atau justru menghalangi musuh yang lain untuk mengejar mereka. Setiap Gundam akan terbagi ke dalam setidaknya tiga kategori, yang berfokus pada serangan melee, berfokus pada serangan range, ataupun yang balance. Setiap Gundam akan dibekali dengan serangan melee dan range, dan juga senjata pendukung yang bisa Anda sederhanakan sebagai skill berbasis cooldown. Intinya adalah memanfaatka semua aspek ini, ditambah dengan kemampuan boost, untuk menundukkan yang lain.

Di awal, ia terlihat sederhana. Anda dibekali dengan senjata dan kekuatan yang bisa diakses dengan tombol-tombol berbeda. Bahwa segala sesuatunya hanya berdasarkan timing saja. Namun ketika masuk ke dalam pertempuran online dan bertemu dengan user dari seluruh dunia, maka Anda akan menyadari bahwa ada level strategi yang lebih kompleks di sana. Senjata range dan melee Anda memang bisa diakses dengan mudah, namun pertanyaannya sekarang, seberapa mudahnya Anda bisa membuatnya “masuk” sebagai damage? Setiap Gundam punya kemampuan untuk melakukan boosting dalam kapasitas terbatas, dan kemampuan untuk bergerak sebebas yang ia inginkan di arena pertempuran yang cukup besar.

Senjata dan waktu cooldown yang bisa Anda akses akan tertera di bagian kanan bawah.
Senjata dan waktu cooldown yang bisa Anda akses akan tertera di bagian kanan bawah.
Setiap gundam punya loadout senjata, assist, dan animasi berbeda-beda.
Setiap gundam punya loadout senjata, assist, dan animasi berbeda-beda.

Hasilnya? Menyerang mereka dari jarak jauh ataupun jarak dekat bukanlah sesuatu yang mudah. Sesuatu yang berada sekedar soal timing kini masuk ke dalam lapisan yang baru, prediksi. Bahwa Anda kini mulai harus mengira-ngira seperti apa strategi dan gerakan musuh Anda, dan kemudian menentukan kapan waktu menyerang yang tepat. Karena secepat apapun laser ataupun pelontar granat yang Anda lemparkan, boost ke arah kiri dan kanan akan langsung membuatnya tidak lagi relevan. Level strategi berdasarkan mobilitas pun mulai, apalagi jika Anda berhadapan dengan musuh yang terus menembaki Anda dari jarak yang jauh. Melihat permainan orang-orang yang benar menguasai Gundam Versus, maka Anda seperti bertemu dengan robot raksasa yang tidak didesain untuk bertarung, tetapi berdansa seefektif mungkin di tengah hujan laser di sekitar mereka. Ada sesuatu yang tetap butuh Anda pelajari, apalagi dengan 90 jenis Gundam yang masing-masing punya kemampuan dan identitas serangan yang berbeda.

Menentukan timing kapan harus menekan boost untuk menghindar dan menyerang akan memainkan peran penting.
Menentukan timing kapan harus menekan boost untuk menghindar dan menyerang akan memainkan peran penting.
Jika ada satu user saja dengan koneksi buruk terhubung, maka pengalaman bermain Anda juga akan ikut kacau. Hal sama yang membuat banyak orang menghindari 3 vs 3.
Jika ada satu user saja dengan koneksi buruk terhubung, maka pengalaman bermain Anda juga akan ikut kacau. Hal sama yang membuat banyak orang menghindari 3 vs 3.

Jika harus berbicara soal keluhan, maka cara mereka menangani pemain dengan konektivitas internet yang tidak stabil memang cukup dipertanyakan. Jika di game online kompetitif yang lain, koneksi internet yang lambat hanya mempengaruhi gamer yang mengalaminya, di Gundam Versus, ia akan menghasilkan konsekuensi negatif untuk semua user yang berada di dalam ruang yang sama. Pertarungan melambat, patah-patah, dan sulit untuk dinikmati hanya untuk mengakomodir koneksi tak stabil salah satu user tersebut. Hal sama yang juga membuat banyak gamer, tidak terlalu tertarik dengna mode 3 vs 3 yang memang memperbesar potensi tersebut.

Singkat kata, untuk gamer yang tidak terlalu menggilai Gundam sekalipun, Gundam Versus tetap terasa dan terlihat menyenangkan. Ia akan memberikan nilai jauh lebih menggoda untuk para fans seri anime-nya, tetapi pengalaman game fighting 3D yang tetap pantas untuk gamer seperti kami, yang mungkin hanya sempat mencicipi beberapa seri saja.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…