Review Shadow of War: Ternodai End-Game Sampah!

Reading time:
October 20, 2017

Kini, Perang!

Anda kini harus membangun pasukan, tidak lagi sekedar companion.
Anda kini harus membangun pasukan, tidak lagi sekedar companion.

Berbeda dengan Shadow of Mordor, yang terasa seperti perjalanan personal Talion untuk balas dendam, Shadow of War seperti namanya adalah usaha Talion untuk bukan lagi sekedar menundukkan Sauron, tetapi menguasai Mordor. Maka oleh karena itu, menjadi sesuatu yang esensial baginya untuk membangun pasukan Orc dan Uruk Hai miliknya sendiri.

Maka sistem inilah yang jadi kekuatan utama Shadow of War, sekaligus menciptakan sensasi permainan dalam skala yang lebih luas. Kemampuan untuk mendominasi dan menjadikan Uruk-hai yang lain sebagai companion Anda memang sudah ditawarkan di seri pertama. Namun kali ini, mereka mengimplementasikan sistem lebih besar dan kompleks untuk membuatnya menjadi lebih penting dari aspek gameplay. Bahwa tidak lagi sekedar untuk bersenang-senang, Anda bisa melakukannya untuk membuat progress permainan Anda lebih mudah.

Dihadapkan pada halaman “Army” yang akan memuat struktur kepemimpinan pasukan Sauron di area yang Anda pilih, Anda harus menundukkan Fortress utama setiap area tersebut untuk mendapatkan reward khusus tertentu. Dipimpin oleh seorang Overlord, Anda tidak bisa langsung sekedar masuk, mengetuk pintu, dan kemudian memenggal kepala mereka begitu saja. Ada runtut strategi yang harus ditempuh untuk melakukannya. Pertama, Anda harus menundukkan bawahan langsung dari para Overlord – Warchief. Untuk bisa menundukkan Warchief, Anda bisa langsung frontal atau menggunakan pengaruh Anda di kalangan para Captain – struktur yang lebih rendah. Terkunci di awal tanpa informasi, Anda bisa menangkap para Uruk-hai dengan simbol hijau di atas kepalanya untuk membuka informasi intel terkait Captain, Warchief, atau Overlord yang ada. Dengannya, Anda bisa tahu nama, bentuk, kekuatan, dan kelemahan mereka masing-masing.

Menggali informasi terkait Captain, Warchief, dan Commander di tiap area yang ada akan mempermudah aksi Anda menguasainya.
Menggali informasi terkait Captain, Warchief, dan Commander di tiap area yang ada akan mempermudah aksi Anda menguasainya.

Overlord

Anda akan bisa menentukan perintah untuk tiap Captain yang berhasil Anda
Anda akan bisa menentukan perintah untuk tiap Captain yang berhasil Anda “kuasai”.

Menguasai Fortress adalah konsep “perang” yang dikobarkan oleh Shadow of War. Bahwa untuk memastikan Anda bisa menguasai setiap area yang ada, Anda harus membangun pasukan Uruk-Hai Anda terlebih dahulu. Para Captain ini bisa Anda bunuh untuk reward tertentu, atau bisa Anda tarik masuk ke dalam jajaran pasukan Anda untuk berperang atas nama Anda. Kerennya lagi? Anda bisa mengatur dan menginstruksikan beragam perintah berbeda untuk setiap dari mereka. Anda bisa meminta mereka jadi bodyguard Anda, yang akan membantu Anda berperang ketika dipanggil, meminta mereka untuk latihan untuk memperkuat pasukan / menaikkan level mereka, hingga memerintahkannya untuk menyerang Captain yang masih setia dengan Sauron dan menghabisinya. Untuk Captain yang punya hubungan khusus, Anda bisa meminta mereka melakukan Infiltrasi secara diam-diam ke dalam.

Karena untuk menundukkan Overlord yang ada dan menundukkan Fortress di satu area, cara paling rasional adalah dengan meminimalisir ancaman resistensi pada saat perang terjadi. Semakin banyak jumlah Warchief yang semakin tersisa, semakin solid pula sistem pertahanan yang ada. Karena setiap Warchief yang masih hidup akan mengaktifkan sistem pertahanan tertentu, dari sekedar duri di dinding yang akan membuat pasukan Anda sulit memanjat, hingga varian pasukan pelindung yang akan menyulitkan Anda ataupun Captain yang Anda bawa ketika melakukannya. Jika Anda berhasil membuat para Captain yang berdiri di bawah masing-masing Warchief berperang di pihak Anda, maka Anda bisa meminta mereka untuk melakukan inflitrasi, mengkhianati, dan kemudian membuat setiap Warchief tewas dengan lebih mudah.

Anda bisa membuat Captain bawahan Anda berperan sebagai pengkhianat, untuk membunuh Warchief dengan lebih efektif.
Anda bisa membuat Captain bawahan Anda berperan sebagai pengkhianat, untuk membunuh Warchief dengan lebih efektif.
Anda bisa memperkuat pasukan Anda dengan buff atau varian pasukan yang baru dengan masing-masing Captain berperan sebagai
Anda bisa memperkuat pasukan Anda dengan buff atau varian pasukan yang baru dengan masing-masing Captain berperan sebagai “kepala” untuknya.

Jika sudah, maka proses selanjutnya adalah mengaktifkan misi perang yang ada dan memastikan Anda menyuntikkan diri dengan pasukan yang lebih solid. Sesuai dengan level Talion, maka lebih banyak efek / buff pasukan akan bisa Anda pilih dan aktifkan. Tidak hanya menyertakan para Captain yang menurut Anda memang bisa diandalkan untuk aksi invasi Anda saja, namun setiap kategori yang dikepalai Captain ini juga bisa Anda perkuat dengan efek tertentu. Sebagai contoh? Alih-alih sekedar menyertakan Siege misalnya, Anda kini bisa membubuhkan ekstra efek poison di dalamnya untuk membuatnya lebih efektif. Atau Anda bisa memerintahkan salah satu Captain misalnya, untuk membawa seekor Drake di angkasa yang sayangnya, walaupun punya firepower besar, tetapi bisa berakhir mencederai pasukan Anda sendiri. Pantas atau tidak? Anda yang menentukan.

Maka dengan mekanik seperti ini, Anda akan punya kesibukan ekstra yang baru di Shadow of War, karena sistem ini diimplementasikan di setiap area yang ada. Namun sayangnya, tidak seperti game strategi masa lampau seperti Romance of the Three Kingdom atau Brigadine misalnya, pasukan Orc yang Anda bangun hanya bisa digunakan secara spesifik di area itu saja. Anda tidak bisa memindahkannya atau meminta mereka untuk menginvasi Fortress yang lain. Begitu Anda menemukan Fortress yang baru di suatu area, maka Anda harus melakuan segala sesuatunya dari awal kembali. Walaupun mungkin terasa repetitif di beberapa gamer, kami sendiri berakhir menikmatinya.

Sayangnya, Anda tidak bisa memerintahkan pasukan Anda di satu area untuk menginvasi area yang lain ala Brigadine atau Romance of Three Kingdom.
Sayangnya, Anda tidak bisa memerintahkan pasukan Anda di satu area untuk menginvasi area yang lain ala Brigadine atau Romance of Three Kingdom.
Tidak hanya lagi dengan Talion, Nemesis System juga diaplikasikan dalam konflik antar Uruk-hai.
Tidak hanya lagi dengan Talion, Nemesis System juga diaplikasikan dalam konflik antar Uruk-hai.

Satu yang menarik, adalah fakta bahwa Nemesis System yang menjadi kekuatan utama Shadow of Mordor juga diaplikasikan lebih luas di Shadow of War ini. Bahwa cerita tidak lagi sekedar dibangun antara Talion dan para Uruk-hai lawannya, sistem yang serupa kini juga diaplikasikan antara pasukan Anda dan pasukan Sauron. Walaupun tidak diperintahkan secara aktif, Anda akan bisa menemukan konflik ini secara aktif terjadi. Kerennya lagi? Setiap kali persinggungan tercipta, baik antara sesama pasukan lawan atau antara pasukan Anda melawan pasukan lawan, sebuah icon misi sampingan akan otomatis tercipta di peta. Anda bisa sekedar melewatkan waktu dan membiarkan konflik ini mencapai resolusinya sendiri. Tetapi Anda juga bisa secara aktif ikut terlibat, membantu pasukan Anda untuk selamat. Karena kemenangan, bisa berakhir dengan peningkatan level Captain bawahan Anda utnuk membuatnya lebih kuat.

Namun ada satu mekanik unik yang ditawarkan Shadow of War, yang cukup unik tetapi terasa seperti bumerang ketika berbicara soal konten End-Game yang akan kita bahas nanti. Bahwa level Captain yang Anda kuasai tidak akan bisa lebih tinggi daripada level Talion sendiri. Oleh karena itu, alih-alih sekedar meningkatkan level pasukan Anda, meningkatkan level Talion juga esensial.

Mode Online yang Cukup Menarik

Shadow of War juga menyediakan mode online yang cukup menarik.
Shadow of War juga menyediakan mode online yang cukup menarik.

Jika Anda merasa aksi untuk menangkap dan menguasai setiap Fortress yang ada tidak lagi menarik dan menyibukkan Anda, apalagi mengingat jumlah region yang memang tidak terlalu banyak, Shadow of War juga menawarkan beberapa mode online untuk dinikmati, setidaknya memastikan pengalaman Anda bisa berakhir tak berkesudahan. Semuanya akan menyita waktu Anda, namun bisa berakhir memberikan reward yang sepadan untuk dikejar.

Anda berkesempatan untuk menyerang Fortress pemain lain dan menguji Fortress Anda untuk ditundukkan oleh pemain yang lain dalam format online. Benar sekali, tidak hanya di mode single player saja, Anda bisa menjajal aksi untuk menundukkan Fortress user lain yang tentu saja, berisikan beragam jenis upgrade dan Captain yang sudah mereka tangkap. Seperti mode di single-player, aksi ini akan berisikan usaha untuk menangkap bagian-bagian kastil yang ada sebelum bisa beralih ke Overlord untuk pertarungan personal atas nama, meraih kemenangan. Proses sebaliknya juga mungkin terjadi pada Anda, yang mengharuskan Anda untuk meracik sistem pertahanan yang lebih baik. Seperti pada saat menyerang, sistem pertahanan ini juga harus dikepalai oleh beragam Captain yang Anda miliki, dengan ekstra buff dan efek  lain yang bisa dibeli dengan resource tertentu. Sayangnya, kembali, mekanisme ini juga berpengaruh pada End-game yang akan kami bicarakan nanti.

Anda bisa menginvasi Fortress orang lain!
Anda bisa menginvasi Fortress orang lain!
Online Vendetta memungkinkan Anda berburu Captain-captain yang sudah membunuh player lain di luar sana.
Online Vendetta memungkinkan Anda berburu Captain-captain yang sudah membunuh player lain di luar sana.

Mode online lain yang bisa Anda tempuh bernama “Online Vendetta”. Seperti namanya, ini adalah misi balas dendam personal untuk membunuh para Captain yang berhasil menghabisi player lain di seluruh dunia. Anda akan menemukan nama user yang sudah mereka habisi, sekaligus status dan kelebihan-kelemahan Uruk-hai seperti apa yang berhasil menjadi “biang keroknya”. Begitu Anda setuju untuk terjun dalam aksi balas dendam yang ada, Anda akan masuk ke dalam dunia user tersebut, yang terkunci hanya pada aksi untuk memancing dan membunuh Orc yang ditargetkan tersebut. Seperti halnya mode single-player yang ada, tidak ada metode spesifik yang harus Anda lakukan untuk mencapainya. Jika sang Uruk-hai tidak kebal pada api misalnya, Anda bisa saja memanggil Drake dan membakarnya hingga jadi abu jika Anda menginginkannya.

Sistem reward dan rating juga diperkenalkan di sini.
Sistem reward dan rating juga diperkenalkan di sini.

Namun sayangnya, tidak ada kesempatan untuk membawa pulang Captain yang mungkin, menggoda hati Anda. Jika Anda menemukan Captain yang potensial dan terlalu sayang untuk dilewatkan sebagai anak buah di mode online, Anda tidak berkesempatan untuk menguasai mereka dan memindahkannya ke sesi gameplay Anda. Mereka hanya tersedia dan terkunci di mode online tersebut dan hanya bisa berkontribusi di sana. Sesuatu yang tentu saja, disayangkan. Padahal seperti menyelam minum air, mode ini sebenarnya berpotensi untuk jadi arena untuk membangun pasukan lebih solid di mode offline.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…