Review Shadow of War: Ternodai End-Game Sampah!

Reading time:
October 20, 2017

Ketakutan Lootbox = Omong Kosong!

Setelah menyelesaikan game ini, pembicaraan terkait lootbox di dunia maya terasa dilebih-lebihkan.
Setelah menyelesaikan game ini, pembicaraan terkait lootbox di dunia maya terasa dilebih-lebihkan.

Jika Anda mengikuti informasi game dari media luar, Youtuber, atau mungkin review dalam negeri, Anda mungkin akan sempat mendengar pembicaraan soal Microtransactions yang “meledak” di dunia maya terkait Shadow of War. Ada sinyal bahwa Monolith dituduh membuat sistem yang memang tidak populer ini, terasa dipaksakan dan “diharuskan” untuk memastikan Anda bisa menyelesaikan dan menikmati Shadow of War secara maksimal. Berita baiknya? Kami dengan lantang menyebut semua penjelasan tersebut omong kosong. Sejauh kami menjajalnya, microtransactions milik Shadow of War sama sekali tidak terasa seperti sebuah keharusan.

Untuk Anda yang tidak familiar, Shadow of War menyuntikan sistem lootbox berbasis RNG yang berisikan equipment dan para Captain yang bisa Anda aplikasikan secara instan ke dalam pasukan Anda. Lootbox equipment menjadi yang paling mendapatkan kritik, mengingat seperti halnya game action RPG pada umumnya, ia terbagi ke dalam beragam efek kelangkaan yang punya kemampuan untuk membuat perjalanan Anda lebih mudah. Beberapa equipment, senjata ataupun armor dalam level kelangkaan tertinggi – Legendary misalnya, punya buff permanen yang terlalu menggoda untuk tidak dikejar. Ada pedang kecil yang memungkinkan Anda untuk menciptakan efek ledakan setiap kali dilempar 10 detik sekali, ada armor yang membuat Anda lebih tahan api, hingga cincin yang bisa membuat Anda menghasilkan efek serangan api / poison, misalnya. Di setiap slot Equipment ini, ada pula sistem Rune beragam warna yang mampu menghasilkan buff ekstra dari beragam kategori, yang juga mengaplikasikan sistem crafting sederhana di atasnya.

Sistem equipment dengan beragam tingkat kelangkaan dan efek.
Sistem equipment dengan beragam tingkat kelangkaan dan efek.
Anda bisa menikmati dan menyelesaikan game ini tanpa perlu menggunakan microtransactions sama sekali.
Anda bisa menikmati dan menyelesaikan game ini tanpa perlu menggunakan microtransactions sama sekali.

Permasalahannya, lootbox alias microtransactions di Shadow of War benar-benar sebuah opsi, dan bukan keharusan. Kami berhasil menyelesaikan game yang satu ini tanpa menyentuh sedikit pun uang dari dompet kami. Terlepas dari fakta bahwa pasukan Uruk-hai dan Equipment yang ada punya beragam efek kelangkaan, yang notabene akan mempermudah aksi Anda, sesungguhnya Shadow of War sudah “mengakali”-nya dengan menyediakan ruang cukup besar untuk mendapatkan beragam hal yang Anda butuhkan tanpa perlu mengeluarkan uang ekstra sepeser pun. Tentu saja, sebagai gantinya, Anda akan dilibatkan oleh proses grinding yang lumayan memakan waktu. Salah satu strategi paling efektif? Tentu saja terlibat aktif dalam mode online yang ia tawarkan.

Sebagai contoh? Mode online vendetta yang ada, misalnya. Setiap kali Anda berhasil membalaskan dendam user lain yang terbunuh, Anda akan mendapatkan langsung dua jenis Reward: 1 lootbox berisikan equipment dan exp. points untuk reward bernama “Spoils of War”. Lootbox berisikan equipment ini akan disejajarkan dengan level Talion Anda, sementara exp. Spoils of War akan konstan dan membutuhkan setidaknya 20 kali Online Vendetta yang berakhir dengan kemenangan untuk didapatkan. Spoils of War akan memuat dua jenis buff yang bisa diaplikasikan ke pasukan Anda, dengan tiga buah Captain baru untuk dipasang-pasangkan, dimana salah satunya selalu Legendary. Jadi jika Anda butuh proses grinding, mode online akan menawarkan apa yang Anda butuhkan, tanpa perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Kerennya lagi? Untuk setiap equipment yang tidak Anda pakai, Anda selalu bisa memecahkannya dan mendapatkan jumlah resource mata uang yang cukup banyak. Mengumpulkan dan menghancurkannya secara intensif, maka Anda bisa menggunakan mata uang tersebut (koin perak) untuk memperkuat Fortress Anda hingga membeli Lootbox lain yang berisikan equipment.

Lewat mode online yang ada, Anda bisa memperkuat Talion lewat sedikit proses grinding.
Lewat mode online yang ada, Anda bisa memperkuat Talion lewat sedikit proses grinding.
“Beberapa lootbox bukan hanya bisa dibeli dengan mata uang via duit nyata?” Iya dan tidak. Memang benar ada lootbox yang hanya bisa dibeli dengan koin emas. Namun Anda tetap bisa mendapatkan koin emas tersebut dengan menyelesaikan Daily Challenges.

“Tetapi bukankah, ada lootbox yang hanya bisa dibeli dengan resource berbayar?”. Memang benar, bahwa mata uang di Shadow of War terbagi atas dua jenis: koin perak yang bisa Anda dapatkan dari permainan dan koin emas yang hanya tersedia lewat pembelian menggunakan uang nyata. Monolith juga membatasi bahwa beberapa objek yang bisa dibeli, seperti Lootbox dengan equipment Legendary dan juga buff-buff EXP misalnya, hanya bisa didapatkan dengan koin emas. Tetapi haruskah Anda membeli dengan uang nyata? Tidak sama sekali. Shadow of War menawarkan tantangan yang disebut sebagai “Daily Challenges” yang berubah harian untuk Anda selesaikan. Salah satu misinya selalu memberikan reward +50 koin emas jika berhasil Anda selesaikan.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa pembicaraan soal lootbox ini begitu kentara walaupun pada akhirnya tidak terasa signifkan di gameplay kami? Ada dua alasan utama, menurut kami. Pertama, banyak yang salah memperlakukan Shadow of War sebagai game single-player pada “umum”-nya yang bisa diselesaikan dengan cepat. Padahal struktur gameplay Shadow of War jelas mendefinisikan usaha Monolith untuk membuatnya dimainkan dalam jangka waktu lama, dengan proses grinding yang esensial, terutama untuk menyelesaikan end-game yang ada. Ini bukan game open-world pada umumnya. Kedua? Banyak yang berteriak tanpa benar-benar menjajal apa yang ia tawarkan.

Kami berakhir cukup bingung dengan perspesi lootbox Shadow of War di dunia maya. Padahal ada sistem lain yang lebih penting untuk dikeluhkan, yakni End-game yang ia tawarkan.
Kami berakhir cukup bingung dengan perspesi lootbox Shadow of War di dunia maya. Padahal ada sistem lain yang lebih penting untuk dikeluhkan, yakni End-game yang ia tawarkan.

Namun terlepas dari apapun motivasi Monolith dengan sistem lootbox mereka, kami bisa menyebut bahwa ketakutan untuk sistem ini dan pembicaraan soal bagaimana ia terasa “harus” adalah sesuatu yang berlebihan dan dibuat-buat. Jika ada satu hal yang pantas dikritik dari Shadow of War, justru berakhir dari End-Game yang ia tawarkan.

Desain End-Game Tolol!

Selamat datang di End-Game tertolol yang pernah kami temukan!
Selamat datang di End-Game tertolol yang pernah kami temukan!

Pernakah Anda memainkan sebuah game yang menyenangkan dari awal hingga hampir akhir, dan justru dihadapkan pada desain gameplay super tolol yang mengubah pengalaman Anda ini 180 derajat? Percaya atau tidak, hal itulah yang terjadi dengan Shadow of War. Satu hal yang juga membuat kami cukup mengerti mengapa ada ketakutan dan kecenderungan menyebutnya sebagai mode yang diciptakan untuk mendorong penjualan Lootbox. Karena sejauh permainan kami, ini memang jadi bagian paling mengecewakan.

Apa yang terjadi? Setelah Anda menyelesaikan garis cerita utama yang ada, Anda akan terjun masuk ke dalam mode baru bernama “The Shadow Wars” yang berfungsi sebagai chapter terpisah. Inti permainan ini? Anda akan diminta untuk mempertahankan Fortress Anda setidaknya 10 kali di beragam region yang ada, melawan pasukan Sauron yang akan semakin kuat dan ganas setiap kali berhasil ditundukkan. Ini berarti, Anda akan bertemu dengan tidak hanya jumlah pasukan yang lebih tinggi dari segi kuantitas, tetapi juga “dipersenjatai” dengan Captain-Captain dengan level yang lebih tinggi. 10 kali bertahan, 10 kali melawan pasukan Sauron yang semakin kuat dari satu region ke region lainnya. Reward yang bisa Anda petik? True ending untuk Shadow of War dan kesimpulan cerita untuk Talion itu sendiri. Maka kasus yang terjadi pada Batman: Arkham Knight, dimana Anda harus menyelesaikan semua puzzle milik Riddler untuk membuka cut-scene terakhir, kembali terjadi di sini.

Untuk mendapatkan true ending, Anda harus mempertahankan Fortress Anda di beragam region 10 kali.
Untuk mendapatkan true ending, Anda harus mempertahankan Fortress Anda di beragam region 10 kali.
Untuk bertahan, Anda harus merekrut Captain level tinggi.
Untuk bertahan, Anda harus merekrut Captain level tinggi. Level Captain musuh akan terus meningkat setiap kali Anda menang.

Lantas, mengapa tolol? Karena mode yang satu ini, meminta Anda melakukan proses grinding habis-habisan hingga pada batas, membeli lootbox dengan uang nyata pun, tidak akan banyak membantu Anda. Karena ingat, pasukan Sauron yang akan menyerang Anda di end-game ini akan punya level tinggi, di antara 35-55. Ketika pertama kali bertahan, Anda akan berhadapan dengan fakta bahwa hampir sebagian besar Captain yang bisa Anda rekrut di satu area, ternyata tidak mengalami perubahan level sama sekali. Ini berarti, ketika berusaha bertahan di region awal misalnya, Anda masih harus berkutat dan hanya bisa “menangkap” Captain dengan level 15-20. Berita buruknya? Perbedaan level signifikan seperti ini akan membuat markas Anda cepat runtuh, bahkan jika Anda sudah mengaplikasikan sistem pertahanan terbaik sekalipun.

Lalu, apa yang Anda lakukan? Ada dua hal yang bisa ditempuh. Pertama, seperti yang kami bicarakan sebelumnya, Anda bisa melakukan “farming” pasukan dengan memanfaatkan mode online yang ada. Terus memainkan mode Online Vendetta berulang kali, Anda bisa mengumpulkan exp untuk Spoils of War, mendapatkan Spoils of War, dan mendapatkan pasukan yang setara dengan level Anda. Cara kedua? Menangkap pasukan level kecil ini, menempatkan mereka di sebuah mode terpisah bernama “Pit” untuk membuatnya bertarung dengan NPC Uruk-hai yang lain, dan kemudian melihat hasilnya. Jika pasukan Anda menang, ia akan naik level. Jika pasukan Anda kalah, Anda bisa langsung lari bergegas untuk menangkap sang Uruk-hai yang baru menang, dan voila! Anda mendapatkan Captain dengan level lebih tinggi. Pit sendiri terbagi dalam tiga kategori – Maggots, Warriors, dan Champions, dimana Champions akan menawarkan calon Captain di level paling tinggi.

Sistem pits memungkinkan Anda untuk meningkatkan level Captain Anda.
Sistem pits memungkinkan Anda untuk meningkatkan level Captain Anda.
Cara kedua yang efektif adalah melakukan farming Spoils of War dari mode online yang ada.
Cara kedua yang efektif adalah melakukan farming Spoils of War dari mode online yang ada.

Sekarang Anda punya bayangan kenapa End-Game ini berakhir begitu grindy, repetitif, dan tidak menyenangkan. Benar sekali, untuk mempertahankan markas Anda 10 kali di beragam region, ini berarti Anda harus melakukan proses perekrutan kembali dari awal dengan menggunakan satu di antara dua metode tersebut. Mengingat bahwa sistem pertahanan Fortress bisa dikepalai setidaknya tujuh Captain dengan efek berbeda, maka Anda harus mempersiapkan setidaknya tujuh Captain. Ingat, gelombang ini selalu lebih kuat ketika dikalahkan. Jadi ketika kota yang sama diserang untuk kedua kalinya, Captain “baru” Anda yang sebelumnya berada di level 35 dan mampu menundukkan gelombang level 35, berakhir tidak lagi relevan untuk gelombang selanjutnya, karena ia kini harus berhadapan dengan gelombang level 42. Lalu? Ya, Anda harus membuatnya lebih kuat lagi.

Anda sudah merasa itu buruk? Tunggu dulu, karena yang akan Anda temukan selanjutnya akan lebih membuat Anda ingin muntah darah dengan End-Game Shadow of War. Mengapa? Karena ada satu lagi limitasi yang membuat Anda harus melakukan grinding lebih intensif. Seperti yang kami sebut sebelumnya, level Captain Anda tidak akan bisa melebihi level Talion. Jadi jika level Talion Anda adalah 45, maka semua Captain akan terperangkap di level 45, apaapun aksi yang Anda lakukan. Mereka tidak bisa melebihinya. Bagaimana jika gelombang selanjutnya yang harus Anda tundukkan, ternyata adalah para Captain level 50? Maka sudah bisa Anda prediksi apa yang terjadi.

Untuk membuat Captain level 50, Talion harus level 50. Ini berarti, Anda perlu melakukan grinding setidaknya 5 level lagi di luar grinding untuk menciptakan Captain yang lebih kuat nantinya. Sebuah mekanisme yang tidak akan tertolong lootbox sekalipun, karena semua pasukan hasil dari Lootbox juga akan terkunci di level yang lebih rendah dibandingkan Talion. Anda mungkin akan berpikir, “Ya sudah, naikkan saja level Talion, beres kan?”. Jika Anda merasa proses grinding sebelumnya sudah melelahkan, Anda akan berhadapan dengan mimpi lebih buruk di sini.

Source experience terbesar Shadow of War adalah di misi utama dan misi sampingan yang ditawarkan. Mengingat Anda sudah menyelesaikannya hingga sampai Chapter ke-4, ini berarti tidak ada source lagi yang bisa diandalkan untuk memanen exp. points ini. Memainkan misi utama ini lagi lewat menu yang ada tidak akan memberikan apapun. Cara terbaik? Farming exp dengan menggunakan mode online yang ada, atau melakukan exploit dengan menggunakan Nemesis System. Angkanya akan membuat Anda muak.

Kebutuhan EXP untuk Talion akan membuat Anda gantung diri.
Kebutuhan EXP untuk Talion akan membuat Anda gantung diri.
Level Captain tidak bisa lebih tinggi dari level Talion.
Level Captain tidak bisa lebih tinggi dari level Talion.

Untuk membuat Talion naik dari level 45 ke level 46 misalnya, Anda membutuhkan 63.000 EXP. Ingat, tidak ada lagi misi utama, jadi Anda harus mencari EXP dengan cara lain. Membunuh para Captain yang tersebar di area yang ada begitu saja HANYA memberikan Anda EXP sekitar +90 EXP sampai +120 EXP. Iya, sekecil itu. Lantas, bagaimana menyelesaikan mode online seperti Vendetta, misalnya? Bergantung pada Captain yang jadi buronan Anda, Anda akan mendapatkan EXP sekitar 2.000 – 4.000 EXP setiap kali Anda berhasil.

Sekarang, Anda bisa bayangkan berapa banyak misi Online Vendetta yang harus kami selesaikan untuk naik dari level 45 ke 46? Berapa banyak waktu yang harus dihabiskan? Sekarang bayangkan, apa yang harus kami lakukan untuk mencapai level 50, di luar fakta, bahwa kami masih harus memperkuat para Captain di bawah kendali Talion? Sekarang Anda punya perspektif lebih jelas. Mau takmau harus Anda lakukan, mengingat hampir mustahil untuk bisa bertahan hidup melawan gelombang pasukan Sauron level 50, di mode Easy sekalipun jika level Anda lebih rendah.

Kebodohan desain yang ditawarkan Monolith di End-Game sepertinya memang diracik untuk satu hal – menghasilkan data “indah” bahwa banyak gamer di luar sana berakhir menghabiskan waktu “menikmati” Shadow of War dengan jumlah jam gameplay yang menakjubkan. Menyebutnya diracik untuk menjual lootbox juga tidak beralasan, mengingat limitasi terbesar yang harus Anda hadapi sebenarnya adalah proses grinding level Talion untuk memperkuat pasukan Captain yang Anda miliki. Sesuatu yang tidak bisa kami toleransi. Terima kasih pada Youtube yang membuat kami tak perlu melewati proses sampah ini untuk hanya melihat true ending yang ada.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…