Review Xenoblade Chronicles 2: Ketidaksempurnaan yang Tetap Menggoda!

Reading time:
December 29, 2017

Gacha

Blade adalah “intisari” dari Xenoblade Chronicles 2 itu sendiri. Ada begitu banyak Blade yang bisa Anda kejar, namun sayangnya, dikunci di balik sistem gacha.

Blade adalah intisari dari Xenoblade Chronicles 2. Karakter utama ataupun karakter pendukung Anda yang notabene merupakan Driver tidak akan banyak berguna jika tidak ditemani oleh Blade yang ada. Mengingat setiap karakter bisa menggunakan setidaknya tiga orang Blade, ada sebuah mekanisme yang unik muncul di sini. Walaupun tidak digunakan secara aktif dan Anda mungkin berakhir hanya menggunakan satu Blade saja, eksistensi mereka dalam Party Anda tetap akan berkontribusi. Ia muncul dari sistem status boost dari pemilihan Blade dan ragam peran yang ia hadirkan. Jika Anda menggunakan tiga buah blade bertipe Healer misalnya, maka buff pasif peran “Healer” seperti membuat proses healing lebih sering dan efektif akan muncul. Jika Anda menggunakan tiga buah Blade dengan tipe Striker misalnya, maka damage yang akan naik signifikan. Anda juga bisa mengkombinasikan Blade dengan peran berbeda untuk mencapai buff yang juga bervariasi. Ingin seorang Striker dengan aggro yang lebih kecil? Pasangkan dua buah Blade bertipe Striker dan sebuah Blade dengan peran Healer, misalnya.

Dengan peran yang begitu penting dalam gameplay, Xenoblade Chronicles 2 justru menyuntikkan Blade dengan sistem penuh rasa frustrasi. Benar sekali, RNG aka Gacha, dengan bentuk yang sebenarnya juga bisa diasosiasikan dengan lootbox. Berita baiknya? Format ini tidak dieksploitasi dengan skema berbayar ala game-game raksasa lainnya. Berita buruknya? Ia juga hadir dengan semua masalah lootbox yang terkait dengan masalah progress permainan itu sendiri.

Berita baiknya? Ia tidak dieksplotasi menjadi konten berbayar ala game-game modern saat ini.
Berita buruknya? Ia tetap mempengaruhi strategi dan progress yang ingin Anda kejar di balik dinding keacakan yang tidak bisa Anda atur.

Seperti yang kita tahu, Blade memang jadi inti permainan Xenoblade Chronicles 2 itu sendiri. Game ini membaginya ke dalam dua kategori besar: Common dan Rare. Common Blade akan berakhir menjadi Blade “standar” dengan tampilan tidak istimewa yang bisa saja hadir dengan variasi senjata dan jenis kelamin yang akan punya pengaruh tidak langsung (akan kita bicarakan nanti), sementara Rare berakhir menjadi sebuah “karakter” pendukung terpisah yang masing-masing juga punya peran. Ada dua cara mendapatkan Blade: dengan menggunakan sebuah item bernama Core yang bisa Anda dapatkan secara acak di pertarungan, atau dengan menyelesaikan quest tertentu. Dengan pendekatan seperti ini, Anda tentu saja ingin selalu mendapatkan Blade langka dengan karakteristik tertentu.

Bukan sekedar atas nama keren dan unik saja, tetapi karena performa mereka akan lebih baik dibandingkan Blade pada umumnya. Blade langka dengan bentuk dan karakter unik ini selalu punya elemen Affinity lebih kompleks, yang memungkinkan mereka untuk membawa dan memuat field skill yang bisa Anda gunakan dengan lebih optimal. Tidak hanya itu saja, sebagian besar dari mereka juga mengusung status bawaan lebih tinggi, punya fungsi lebih efektif sesuai peran lewat skill-skill yang dibawa, hingga fakta bahwa mereka terlihat keren dari sisi fisik. Sekarang bayangkan, jika ada puluhan Blade seperti ini yang bisa Anda dapatkan dan kuasai, namun sebagian besar dari mereka dikunci di balik sistem gacha. Maka seperti sistem lootbox pada umumnya pula, tidak ada informasi transparan soal kepastian Blade seperti apa yang akan Anda dapatkan, kebutuhan seperti apa yang layak untuk dikejar untuk memperbesar kemungkinan tersebut, atau elemen apa saja yang memang benar-benar perlu diperhatikan.

Pelan tapi pasti, yang Anda dapatkan hanyalah sebuah rasa frustrasi. Bagian yang bahkan lebih buruk? Game ini tidak mengizinkan Anda untuk melakukan proses membuka Core atas nama “RNG” ini secara instan dalam jumlah banyak. Jadi, Anda harus melakukannya satu per satu, melihat animasi singkat berdurasi 10 detik yang memperlihatkan bagaimana karakter Anda membuka setiap Core ini dengan sedikit godaan tampilan Blade potensial di awal. Mengapa hal ini pantas untuk dikeluhkan? Karena percaya atau tidak, ketidakjelasan RNG membuat Anda berakhir harus membuka setiap Core yang Anda dapatkan, terlepas dari tingkat kelangkaan yang tertulis di sana. Tidak jarang Anda bisa tiba-tiba beruntung dan mendapatkan Blade langka dari Core yang “biasa”, atau justru mendapatkan Blade umum dari Core yang punya level “Legendary”. Tidak ada yang bisa menebak dan memprediksi apa yang Anda dapatkan di setiap bukaan Core ini. Sekarang bayangkan, apa jadinya jika setelah menempuh proses menyelesaikan side quest misalnya, Anda menemukan sekitar 70 Common Core, 20 Rare Core, dan 2 Legendary Core, misalnya? Benar sekali, selamat menikmati animasi membuka Core ini satu-satu.

Animasi membuka 1 core? Tidak masalah. Sekarang bayangkan jika animasi 5-10 detik ini harus Anda lihat setiap kali Anda membuka puluhan Core yang Anda temukan di perjalanan.
Blade “hanya” bisa digunakan untuk Driver yang membukanya. Ada sebuah item yang memungkinkan proses pindah tangan bernama “Overdrive”, namun langka.

Masih belum terlihat menyebalkan di mata Anda? Sekarang bayangkan jika sistem Core ini juga punya limitasi yang desainnya juga membingungkan. Pertama, Blade yang didapatkan dari Core hanya bisa digunakan oleh karakter yang membukanya. Sebagai contoh? Jika Rex yang membuka sebuah core dan berakhir mendapatkan Blade “Rare” misalnya, maka ia tidak akan bisa dipindahtangankan ke karakter lain jika Anda tidak memiliki sebuah item langka bernama “Overdrive”. Hanya Rex yang bisa menggunakan Blade tersebut. Maka secara logika, apalagi jika Anda penggemar JRPG, maka Anda akan secara otomatis berusaha mendistribusikan Blade “langka” ini merata ke semua karakter yang ada, atau setidaknya – untuk tiga karakter utama yang Anda gunakan dalam party. Di sinilah, gacha mulai bermasalah.

Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, dengan item Overdrive untuk memindahkan hak guna blade yang langka dan sistem peran yang esensial dalam pertempuran, sistem RNG untuk core Blade ini menjadi pedang bermata dua. Mengapa? Karena tidak ada yang tahu jenis Blade seperti apa yang Anda dapatkan. Bukan tidak mungkin, Blade langka yang setengah mati Anda dapatkan dengan keberuntungan justru berakhir sia-sia karena tidak sesuai dengan peran karakter yang berhasil membukanya. Sebagai contoh? Kami memosisikan karakter bernama Morag sebagai seorang “Tanker” misalnya. Setelah dua karakter yang lain – Rex dan Nia mendaptkan masing-masing Blade langka, kami menggunakan semua Common Core yang kami dapatkan di tangan Morag semata-mata untuk menyeimbangkan kekuatan yang ada. Setelah puluhan core terbuka dengan animasi yang lambat di setiap darinya, Morag akhirnya mendapatkan satu Blade spesial yang langka. Berita buruknya? Blade ini ternyata memuat peran sebagai “Healer”. Strategi Anda untuk menjadikan Morag seorang Tanker yang berfokus untuk memancing aggro musuh sejak awal permainan kini otomatis mengecil karena sesuatu yang sifatnya acak.

Tetapi bukankah kita tinggal menggunakan item bernama Overdrive yang sempat disebutkan tadi saja? Satu-satunya cara Anda tahu bahwa Overdrive itu penting dan esensial untuk mengatur distribusi Blade langka mengakar dari tulisan review ini atau mungkin walkthrough yang Anda baca di dunia maya. Xenoblade Chronicles 2 tidak pernah menggarisbawahi seberapa penting item Overdrive ini, seberapa esensial dia untuk strategi peran Anda, dan seberapa Anda harus memperlakukannya sebagai item yang tidak main-main. Komunikasi menjadi sesuatu yang dipertanyakan di Xenoblade Chronicles 2. Bahkan “tutorial” yang menyebut bahwa status “Luck” sangat mempengaruhi jenis Blade seperti apa yang Anda dapatkan – langka ataupun tidak, berakhir tidak terbukti. Karakter dengan luck tertinggi tidak punya frekuensi mendapatkan Blade langka lebih tinggi daripada karakter dengan Luck yang rendah misalnya. Apalagi, selama proses pembuat Blade, Anda juga bisa melihat status-status lain seperti “Bravery” atau “Truth” yang muncul, namun tidak pernah dijelaskan kegunaannya. Di atas sistem RNG yang sudah acak, Anda masih diminta untuk meraba-raba sendiri untuk memaksimalkannya.

Belum lagi, dengan jumlah Blade terbatas yang bisa Anda bawa secara keseluruhan, Anda juga akan berhadapan dengan kondisi dimana limitasi tersebut akan membuat proses membuka Core “gacha” ini semakin menyebalkan. Ruang menampung Blade Anda, langka ataupun tidak, hanya dibatasi beberapa puluh saja. Jadi ketika Anda mengumpulkan dan membuka Common Core berjumlah 70 misalnya, selain harus “menikmati” animasi membukanya yang membosankan, Anda juga harus senantiasa menyediakan ruang baru dengan menghapus Blade-blade yang tak Anda butuhkan untuk Blade yang baru. Selama proses menghapus Blade ini, Anda juga butuh kemampuan observasi yang cukup tinggi. Mengapa? Karena terlepas dari fakta bahwa mereka mungkin tidak punya peran penting dalam pertempuran, mereka bisa jadi berkontribusi signifikan untuk proses eksplorasi Anda. Setiap dari Blade ini, langka ataupun tidak, akan punya satu hal yang penting untuk dijadikan indikator untuk menghapus atau mempertahankan mereka – Field Skill.

“Field Skill” bertindak seperti dinding puzzle yang butuh set skill eksplorasi tertentu untuk dicapai / diselesaikan. Oleh karena itu, mendapatkan sebanyak mungkin Blade spesial atau sekedar menyimpan Blade umum yang relevan adalah sesuatu yang esensial.
Blade yang tak sering Anda gunakan bisa Anda utus untuk menyelesaikan misi berbasis cooldown bernama “Merc Group” untuk segudang reward.

Berbeda dengan skill dalam pertempuran yang digunakan untuk damage, Field Skill adalah rangkaian skill yang dibutuhkan untuk memecahkan puzzle atau membuka satu aksi spesifik ketika Anda melakukan eksplorasi. Setiap tantangan akan butuh Field Skill berbeda-beda, dari variasi hingga tingkatannya. Sebagai contoh? Ada area yang baru bisa dibuka jika Anda memiliki Blade yang punya “Fire Mastery” misalnya. Terkadang, Anda juga akan menemukan area yang butuh skill sama tetapi di tingkatan berbeda, seperti “Fire Mastery Lv. 3” misalnya. Ada dua cara untuk menyelesaikan puzzle ini: menciptakan satu Blade yang bisa mencapai Fire Mastery Lv.3 atau secara akumulatif, menambahkan secara akumulatif Field Skill para Blade yang punya Field Skill “Fire Mastery Lv. 1”. Jadinya? Kita butuh menggabungkan 3 buah Blade dengan Fire Mastery Lv. 1 untuk mendapatkan efek yang sama.

Kita baru berbicara soal satu indikator Field Skill saja, sementara game ini menghadirkan begitu banyak area dan rahasia yang bisa diakses dengan kombinasi Field Skill yang benar-benar menyulitkan, baik dari variasi dan tingkatan yang ada. Secara rasional, menyimpan sebanyak mungkin variasi Blade akan berujung menguntungkan di sisi eksplorasi. Apalagi Xenoblade Chronicles 2 juga menyuntikkan sebuah misi sampingan yang secara sederhana, memang meminta Anda untuk mengirimkan sejumlah Blade sesuai kebutuhan misi dalam sistem cooldown berbasis waktu real-time dengan reward yang menggoda. Semakin banyak varian yang Anda simpan juga akan menyederhanakan kebutuhan misi ini.

Namun setidaknya, terlepas dari sebagian besar desain terkait sistem Blade yang terhitung aneh dan menjengkelkan, ia masih menawarkann beberapa Blade yang bisa Anda dapatkan secara pasti dengan menyelesaikan misi sampingan yang ada. Dengannya, setidaknya Anda bisa mengatur strategi dengan lebih baik mengingat hasil dan reward yang ditawarkan sudah pasti dan tidak berbasis acak lagi. Ada Blade yang bisa Anda beli dengan uang yang cukup banyak, Blade yang Anda dapatkan dari garis cerita utama, hingga Blade yang memang butuh satu misi sampingan spesifik untuk diselesaikan. Kehadiran mereka jadi semacam penyeimbang di antara begitu banyak ketidakpastian yang ada.

Satu hal yang unik, atas nama variasi, mereka juga menyuntikkan sebuah mekanisme berbeda kepada salah satu Blade bernama Poppy yang juga memang punya peran penting dalam cerita. Alih-alih seperti Blade pada umumnya yang sangat mengandalkan “Core” untuk memperkuat fungsi dan kemampuan mereka, Anda hanya bisa memperkuat Poppy lewat sebuah mini-game yang hanya bisa dimainkan di tempat-tempat spesifik saja. Mini-game tersebut akan menghasilkan sebuah resource point yang bisa ditukarkan untuk memperkuat Poppy dari segala sektor, termasuk mengubah perannya sekaligus. Beberapa dari Anda mungkin menyukai variasi seperti ini, namun kami pribadi, membenci usaha yang justru membuatnya berakhir jadi ekstra kerepotan lain untuk dieksekusi.

Poppy menjadi satu-satunya Blade yang butuh cara lain untuk diperkuat.
Seandainya saja mereka menawarkan alternatif cara selain sistem RNG untuk mendapatkan Blade-Blade langka ini.

Untuk sesuatu yang begitu penting dalam strategi permainan Anda, meletakkan sistem Blade di balik dinding RNG menurut kami, adalah keputusan yang buruk. Jika memang sistem seperti ini harus dipaksakan untuk menjadi kompensasi dari jumlah Blade langka yang memang sedikit terbatas jika berbanding dengan waktu gameplay yang panjang, setidaknya menyediakan alternatif cara mendapatkan setiap dari mereka sepertinya jadi solusi yang rasional. Misalnya, dengan menyediakan sebuah toko yang memungkinkan Anda untuk membeli setiap dari mereka dengan jumlah uang tertentu, namun dengan harga yang tinggi. Atau strategi apapun yang bisa dijadikan sebagai cara lain selain harus sekedar mengandalkan elemen acak. Apalagi, jika mengingat sebagian besar dari mereka punya misi sampingan unik tersendiri untuk diselesaikan.

Segudang Aktivitas

Walaupun Anda sudah menyelesaikan cerita utama, ada segudang aktivitas yang masih bisa Anda selesaikan setelahnya, menjamin waktu hingga ratusan jam gameplay.

Butuh puluhan jam untuk menyelesaikan garis cerita utama Xenoblade Chronicles 2. Namun waktu gameplay ini bisa membengkak hingga ratusan jam lamanya jika Anda tertarik untuk menyelesaikan segudang misi sampingan yang ia tawarkan. Bahwa seperti game JRPG pada umumnya, akan ada banyak tugas ekstra yang bisa Anda ambil dengan sekedar berbicara dengan NPC yang memiliki ikon di atasnya. Walaupun harus diakui, desain misi sampingan ini tidak bisa banyak dipuji. Hampir sebagian besar dari mereka datang dengan meminta Anda untuk membunuh musuh dalam jumlah tertentu atau sekedar mengambil dan mengumpulkan item dalam kuantitas cerita. Sejauh kami menyelesaikan puluhan di antaranya, tidak ada misi sampingan yang benar-benar terasa begitu istimewa dan memukau. Semuanya bergerak di dalam batas yang bisa Anda prediksi.

Namun bukan berarti tidak ada desain yang menarik di sini. Salah satu yang pantas diapresiasi adalah desain misi sampingan yang tersedia untuk sebagian Blade langka yang ada, baik untuk mendapatkan mereka atau untuk memperkuat mereka setelah mendapatkannya. Misi-misi ini sendiri didesain dalam format sebuah cerita terpisah yang menjadikan mereka sebagai “aktor utama”. Walaupun sekali lagi, seperti misi sampingan biasa, ia berakhir menuntut Anda untuk menyelesaikan masalah yang sepele, namun menemukan segudang cut-scene yang dibangun untuk menjelaskan sebuah Blade unik yang punya karakteristik, tujuan, atau sekedar motivasi yang berbeda tentu saja pantas untuk disambut baik. Tetapi sekali lagi, hal ini sedikit terjebak pada masalah RNG yang sempat kami bicarakan sebelumnya. Karena masalah “keberuntungan”, Anda bisa berakhir tidak bisa mencicipi semua misi sampingan Blade unik yang ada ini.

Sebagian Blade unik akan punya misi sampingan khusus yang melibatkan mereka sebagai “bintang utama” dalam cerita.
Anda juga bisa memulai misi balas dendam “pribadi” Anda dengan menghabisi beragam monster raksasa yang selama ini bisa membunuh Anda secara instan.

Maka ekstra aktivitas lainnya akan berputar pada satu hal yang sepertinya sudah menjadi ciri “khas” Xenoblade selama ini – berburu monster-monster kuat. Anda masih tetap bisa menyelesaikan cerita utama yang ada dan kemudian tetap beraktivitas setelahnya untuk tiga tujuan: mencari dan menundukkan setiap misi sampingan yang ada, dengan beberapa di antaranya memang punya peran cukup penting, termasuk menemukan Blade rahasia atau membuka kekuatan tersembunyi salah satu karakter. Kedua? Tentu saja, mencari beragam tempat tersembunyi yang sebelumnya dilindungi oleh Field Skill yang tidak bisa Anda tembus. Atau yang ketiga? Mencari monster-monster terkuat untuk Anda tundukkan yang levelnya bisa berakhir puluhan lebih tinggi dibandingkan Anda. Untuk Anda yang sekedar tertarik untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan Xenoblade Chronicles 2, masih ada banyak ruang yang mereka sediakan bahkan setelah menyelesaikan cerita utama sekalipun.

Walaupun banyak dari konten ini berakhir standar dan tidak terlalu istimewa, selain cerita yang dibawa oleh beberapa Blade spesial, namun segudang aktivitas ekstra ini akan siap untuk menawarkan Anda lebih banyak waktu gameplay dengan Xenoblade Chronicles 2. Sebuah investasi yang tentu saja, pantas untuk dikejar walaupun Anda sudah menyelesaikan cerita utama sekalipun.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…