Review Digimon Story Cyber Sleuth – Hacker’s Memory: Dijitak Monster!

Reading time:
January 20, 2018

Dunia Modern

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 24
Dengan cita rasa anime yang cukup kuat, sisi presentasi Hacker’s Memory memang tidak akan jadi “alasan” Anda meliriknya.

Anda hampir mustahil membicarakan Digimon tanpa membicarakan setting yang tentu saja, selalu mengambil tema futuristik, terutama di seri-seri terakhir. Jika sekedar berbicara soal sisi visual, maka tidak ada yang istimewa di game yang dirilis untuk Playstation 4 dan PS Vita ini. Visualisasi yang sedikit kartun dengan karakterisasi anime yang begitu kental, bahkan untuk beberapa trope yang ada, sepertinya jadi sesuatu yang mendefinisikan presentasi game yang satu ini. Bahkan percaya atau tidak, beberapa Digimon didesain sedemikian rupa untuk menyerupai karakter wanita dengan tampilan pakaian atau tubuh yang sensual pula. Salah satu contoh yang paling jelas adalah karakter bernama “Sistermon” yang untungnya di versi Asia Tenggara yang kami cicipi, tidak berakhir disensor seperti versi barat karena kedekatannya pada nilai keagamaan tertentu.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 135
Sistermon yang sempat kontroversial. Berbeda dengan region lain yang disensor, region Asia Tenggara mempertahankan bentuk versi Jepangnya.
Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 112
Tokyo yang jadi arena bermain Anda.

Cukup soal karakter dan presentasi, dan mari bicarakan setting. Tentu bukan yang pertama dan sepertinya tidak akan jadi yang terakhir, Cyber Sleuth menjadikan Tokyo sebagai “arena bermain” Anda. Ia memang sebuah game JRPG dengan tema urban yang kental, namun sayangnya, tidak membuatnya jadi basis permainan yang solid. Anda bisa mengunjungi beragam tempat di Tokyo, dari Nakano, Ikebukuro, hingga Shinjuku dengan layout yang juga dibangun cukup detail. Masalahnya? Alih-alih seperti Persona misalnya, yang memungkinkan Anda untuk melakukan beragam aktivitas di kota yang kaya dan padat ini, dari mencari uang tambahan hingga sekedar mencari teman Anda dan berinteraksi, Tokyo “milik” Hacker’s Memory ini berakhir hampa dan kosong. Selain toko berbelanja item yang bisa Anda kunjungi, satu-satunya alasan untuk memasuki beragam bagian toko Tokyo ini hanyalah untuk menyelesaikan syarat di misi utama atau sampingan yang ada. Sangat disayangkan.

Satu yang pasti, Anda tidak bisa membicarakan Digimon tanpa berfokus membahas si monster-monster itu sendiri. Seperti halnya seri Cyber Sleuth sebelumnya, Hacker’s Memory juga menyediakan ratusan Digimon untuk Anda gunakan dalam pertempuran, dari lintas generasi. Anda akan bertemu dengan Digimon-Digimon dari beragam level hingga varian dengan proses Digivolve yang dipaparkan cukup jelas. Tenang saja, Anda yang sekedar mengikuti seri Digimon di awal dengan informasi yang tidak terlalu diperbaharui untuk seri-seri terbaru masih akan mendapatkan Digimon yang Anda kenal di sini. Berita baiknya? Dengan ragam skill yang bisa digunakan, animasinya sendiri cukup solid ketika kemampuan unik masing-masing ini dipakai. Sayangnya, untuk serangan biasa, animasi ini tidak berakhir unik.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 121
Detail untuk visualisasi setiap Digimonnya sendiri, tentu pantas diacungi jempol.

Salah satu aspek presentasi yang pantas untuk diacungi jempol juga mengakar pada musik pengiring yang ditawarkan. Sejujurnya, dengan tema futuristik yang ia usung, kami sendiri mengantisipasi genre musik yang akan lebih mengarah ke tekno / dub-step. Namun untungnya, tidak demikian. Menjadi salah satu aspek yang menonjol, musik yang ditawarkan dari sekedar menjelajahi sudut Tokyo, masuk ke dunia digital, hingga bertarung dengan para monster yang ada akan cukup membuat telinga Anda termanjakan. Tidak akan sampai pada tahap membuat Anda merinding dan sejenisnya karena absennya lirik, tetapi cukup untuk membuat pengalaman bermain Anda tetap nyaman.

Dari sisi presentasi, apa yang ditawarkan Hacker’s Memory memang tidak bisa dibilang istimewa. Pada akhirnya, ia berperan selayaknya sebuah game JRPG, dalam format yang terhitung sederhana.

Gunting-Batu-Kertas

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 132
Secara sederhana, ini adalah sebuah game JRPG turn-based.

Jika Anda pernah mencicipi seri Digimon di era platform gaming masa lampau dan berharap menemuka sebuah game Digimon yang benar-benar meminta untuk memelihara dan memperkuat setiap Digimon yang Anda dapatkan layaknya binatang peliharaan, maka game yang satu ini bukan untuk Anda. Secara sederhana, kita bisa mengklasifikasikan Cyber Sleuth: Hacker’s Memory ini sebagai game JRPG klasik yang menjadikan Digimon-Digimon yang berhasil Anda dapatkan, sebagai pejuang di garis depan. Semua hal yang melekat pada JRPG klasik, dari sistem turn-based hingga skill yang mengandalkan MP misalnya, ditawarkan di sini.

Tentu saja, seperti halnya game Digimon pada umunya, ia akan terbagi ke dalam beragam varian dan kelas yang berbeda, dengan kelas yang makin tinggi berarti akses pada varian skill lebih banyak, lebih kuat, dengan HP lebih tebal, dan berpotensi menghadirkan damage lebih besar. Sistem pertarungannya sendiri, terhitung sederhana. Mengaplikasikan sistem gunting-batu-kertas, Digimon akan dibagi menjadi tiga varian besar: Data, Vaccine, dan Virus. Satu tipe akan lebih efektif melawant tipe yang lain. Vaccine mengalahkan Virus, Virus mengalahkan Data, dan Data mengalahkan Vaccine. Jika Anda menyerang monster musuh yang variannya berseberangan dengan Anda, dimana posisi varian Anda lebih kuat, maka damage akan masuk sekitar 2 sampai 3 kali lipat. Jika sebaliknya, maka damage hanya akan dihitung setengah saja. Tidak hanya serangan fisik saja, konsep ini juga terjadi untuk semua varian skill yang keluar dari 1 Digimon yang sama.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 19
Gunting-Batu-Kertas yang jadi pondasi.
Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 124
Ada 11 slot yang bisa Anda isi dengan Digimon Anda, dengan tiga sebagai party utama. Namun jumlahnya dibatasi oleh jumlah Memory yang dimiliki oleh karakter Anda.

Oleh karena itu, menjadi sebuah strategi yang rasional untuk membawa setidaknya tiga buah varian Digimon yang berbeda dalam party untuk memastikan Anda selalu punya “jawaban” untuk masalah yang muncul ini. Menggunakan Digimon yang tepat untuk menyerang Digimon musuh yang jadi kelemahannya adalah strategi terbaik yang tidak bisa diganggu gugat di game ini. Berita baiknya? Walaupun hanya bertarung dengan tiga Digimon sebagai party utama, Anda selalu bisa membawa Digimon cadangan di slot “Reserve” hingga 8 buah, dengan masing-masing dari mereka juga akan mendapatkan experience points walaupun tidak ikut bertarung. Berita buruknya? Anda tidak bisa mengisi slot-slot ini begitu saja. Ada resource terbatas bernama “Memory” yang akan digunakan untuk menampung Digimon yang Anda bawa. Setiap Digimon akan punya jumlah Memory yang dibutuhkan, dimana semakin kuat variannya semakin banyak pula memory yang dibutuhkan. Jika jumlah Digimon melebihi kapasitas, Anda tidak akan bisa membawa lebih banyak Digimon lagi.

Dengan sistem turn-based yang gilirannya bisa Anda lihat di layar sepertinya halnya sistem serupa di Final Fantasy X, penentuan strategi serang ataupun bertahan menjadi tidak terlalu sulit. Selain gerakan standar seperti menyerang, menggunakan skill, atau bertahan seperti game JRPG pada umumnya, Anda juga bisa meminta Digimon Anda untuk bertukar tempat dengan slot cadangan jika itu memang esensial untuk strategi Anda, dengan tentu saja – mengorbankan satu turn serangan. Di beberapa kesempatan, gameplay JRPG klasik turn-based ini dipresentasikan dalam format yang berbeda. Sesuatu yang disebut sebagai Domination Battle. Basis pertempuran masih sama, namun Anda kini akan dibawa ala game strategy ke dalam sebuah ruang yang dibagi ke dalam titik-titik kecil yang biasanya, akan memuat setidaknya tiga orang dalam satu tim. Menguasai titik-titik ini dan mengalahkan tim lain dengan turn yang terbatas jadi tantangan utama. Beberapa misi Domination ini meminta Anda mengalahkan total tim musuh, sementara yang tidak sedikit pula yang “sekedar” berbasis skor akhir saja. Setidaknya, sistem seperti ini membuatnya tidak monoton.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 72
Beberapa pertarungan disajikan dalam mode Domination yang lebih strategis.
Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 82
Tingkat kesulitannya sendiri, terhitung rendah.

Namun sayangnya, di sisi lain, sistem gunting-batu-kertas seperti ini membuat Cyber Sleuth: Hacker’s Memory ini berakhir tidak menantang di urusan tingkat kesulitan. Apalagi dibantu dengan indikator dengan warna merah (untuk kuat) dan biru (untuk lemah) yang selalalu terlihat setiap kali Anda berupaya untuk menyerang musuh yang Anda temui, sebagian besar berjalannya pertarungan  berakhir dengan sekedar memilih opsi yang ada dan tidak lebih. Tidak ada keharusan untuk mempelajari musuh yang baru Anda temui, berstrategi untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat, atau sekedar menempuh ragam strategi berbeda untuk musuh yang berbeda pula. Semuanya sesederhana memainkan gunting-batu-kertas dalam format animasi serangan yang keren. Itu saja. Bahkan di belasan jam permainan setelahnya sekalipun, Anda akan tetap “aman” selama sudah ditenagai oleh Digimon dengan varian lebih kuat di dalam party. Maka sensasi gameplaynya memang cenderung serupa, walaupun dungeon yang Anda libas, terus berbeda.

Kedekatan Anda dengan Digimon yang Anda pilih dalam pertempuran pun, seperti halnya sistem party member di game JRPG lain, tidak lagi dipilih berdasarkan sesuatu yang personal. Bahwa monster-monster ini terasa tidak lebih dari sekedar mesin perang Anda, dan tidak lebih. Salah satu alasannya karena betapa mudah dan tidak repotnya untuk mengembangkan setiap Digimon ini ke varian yang lebih kuat, tanpa perlu membuat Anda harus menghabiskan waktu dan memerhatikan detail yang ada seperti halnya Anda tengah memerhatikan binatang peliharaan Anda misalnya. Sebagian besar syarat untuk Digivolve dipaparkan secara terbuka, tanpa syarat yang berbelit, dan seringkali berakhir untuk meminta Anda mencapai level tertentu saja dengan angka di bagian status yang spesifik. Anda tidak akan punya keterikatan emosional dengan apapun Digimon yang Anda pilih.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 115
Syarat untuk melakukan proses Digivolve ke varian lebih kuat tidak terlalu kompleks.
Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 74
DigiFarm menjadi area dimana Anda tidak hanya bisa memperkuat Digimon saja, tetapi meminta mereka melakukan aksi tertentu.

Setidaknya, pendekatan seperti ini membuat Anda tidak perlu terlibat dalam “omong-kosong” skema progress Digimon yang lambat. Dengan sistem “Reserve” untuk Digimon yang Anda bawa tetap mendapatkan EXP dari pertempuran, kebutuha untuk proses Digivolve menjadi varian yang lebih kuat tentu lebih sederhana. Lantas, bagaimana dengan Digimon lainnya yang tak bisa masuk ke dalam party Anda? Ada sebuah fitur bernama DigiFarm yang disebut sebagai “rumah” untuk Digimon Anda. Melalui masing-masing Farm Land yang bisa diciptakan dan diperluas dengan item tertentu, Anda bisa menempatkan tidak kurang dari 10 buah Digimon di dalamnya. Lewatnya, Anda bisa meminta kelompok Digimon ini untuk melakukan satu dari tiga hal yang ada: Latihan, mencari item / kasus untuk dijadikan misi sampingan agar bisa diselesaikan karakter utama, atau membangun item dengan menggunakan uang dalam jumlah tertentu. Semua aktivitas ini akan membutuhkan waktu tertentu untuk diselesaikan.

Dengan kombinasi sistem seperti ini, memastikan progress Digimon terus berlanjut walaupun tidak ikut berperan secara aktif dalam pertempuran menjadi begitu sederhana. Proses mendapatkan Digimon baru juga tidak begitu sulit. Tidak seperti Pokemon atau Persona yang meminta Anda menempuh aksi tertentu, dari menangkap hingga bernegosiasi untuk bisa mendapatkan monster tertentu, Hacker’s Memory hanya meminta untuk Anda untuk melawan dan menundukkan setiap dari mereka. Setiap kali pertemuan dengan varian Digimon tertentu, Anda akan mendapatkan data dalam bentuk persentase yang akan terakumulasi sesuai dengan frekuensi Anda berhadapan dengan mengalahkan Digimon tersebut. Begitu persentase tersebut mencapai angka 100%, Anda bisa melakukan proses “DigiConvert” dan menjadikan mereka sebagai bagian dari tim Anda. Anda bisa terus melawan musuh yang sama untuk mencapai data hingga 200% untuk memunculkan varian Digimon yang sama, tetapi punya status lebih kuat. Tidak hanya bisa dikembangkan saja, Anda juga bisa “mengorbankan” 5 buah Digimon setiap kali untuk dikonversi menjadi EXP Points demi memperkuat Digimon utama yang Anda pakai. Tenang saja, karena tidak ada keterikatan emosional, Anda tidak akan merasa bersalah melakukan aksi yang satu ini.

Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 54
Tidak ada proses tangkap-menangkap yang ribet juga di sini. Untuk “merekrut” satu Digimon, Anda hanya harus mengalahkan varian yang sama berulang-ulang, hingga jumlah data di DigiConvert setidaknya menyentuh angka 100%.
Digimon Story Cyber Sleuth Hackers Memory jagatplay 75
Ada sistem “Field Skill” pula yang bisa diaktifkan untuk memecahkan puzzle atau menghasilkan efek tertentu saat eksplorasi, seperti menurunkan encounter rate, misalnya.

Maka sisanya, Anda akan bertemu dengan game JRPG standar dengan mekanisme yang super sederhana. Menyelesaikan misi, menundukkan tantangan yang ada, memperkuat Digimon Anda lewat proses Digivolve, dan terus mengumpulkan item-item dan accesories esensial untuk memperkuat diri. Tidak ada sesuatu yang baru dan begitu revolusioner akan Anda temukan di sini. Salah satu hal yang mungkin sedikit berbeda mungkin terletak pada sistem “Field Skill” saja – skill yang bisa digunakan Keisuke selama proses eksplorasi untuk menyelesaikan puzzle atau mengaktifkan efek tertentu.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…