Preview Ni No Kuni II – Revenant Kingdom: Cerita Dongeng Memesona!

Reading time:
March 26, 2018
Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 1

Berapa banyak dari Anda yang sempat familiar dan jatuh hati dengan seri Ni No Kuni sebelumnya? Mengingat versi konsolnya hanya tersedia untuk Playstation 3 tanpa ada sinyal sedikitpun akan dirilis untuk PC, tidak mengherankan jika banyak gamer, terutama di Indonesia yang mungkin belum pernah menjajalnya. Identitasnya sebagai game JRPG racikan Level-5 yang berkolaborasi dengan studio anime ternama – Ghibli memang menghasilkan produk yang pantas untuk diacungi jempol. Dengan konfirmasi seri keduanya, antisipasi begitu tinggi. Tetapi anehnya, Level-5 dan Bandai Namco memutuskan untuk tidak mengikuti formula seri pertamanya, baik dari segi gameplay ataupun cerita. Perubahan menjadi game action RPG murni dengan tambahan mini-game yang siap menyibukkan, dari membangun Kerajaan hingga berperan sebagai Jenderal yang membawa pasukan Anda ke medan pertempuran jadi daya tarik. Pertanyaannya kini, apakah perubahan format ini jadi bumerang atau tidak?

Kesan Pertama

Datang dengan rasa skeptis dan langsung jatuh hati sejak pandangan pertama, perubahan yang ditawarkan Level-5 dengan Ni No Kuni II: Revenant Kingdom berujung menjadi sesuatu yang super positif di mata kami. Ia menawarkan sesuatu yang berbeda dari seri pertamanya, termasuk dari sisi cerita, yang membuat gamer manapun bisa melompat masuk dan menikmati seri kedua ini begitu saja. Pendekatan visual yang masih mengikuti gaya anime memperkuat kesan bahwa Anda memang tengah tenggelam dalam sebuah kisah fantasi yang tidak berbeda dengan cerita dongeng yang Anda nikmati ketika kecil. Sebuah kisah tentang seorang raja muda yang hendak membangun sebuah Kerajaan impian dimana kedamaian adalah nilai yang pantas diperjuangkan. Desain karakter dan dunia yang memanjakan mata jadi daya tarik yang begitu kuat. Sayangnya, harus diakui, ia tidak didukung dengan alunan musik yang pantas untuk diperbincangkan.

Kejutan selanjutnya juga mengalir dari mekanik gameplay yang kini mengusung sensasi action RPG murni. Tidak lagi berhadapan dengan ragam menu dan sejenisnya, Anda kini diperkuat dengan dua tombol berbeda untuk melancarkan serangan biasa dan serangan kuat yang lebih lambat, dengan Skill yang bisa diakses lewat shortcut tertentu. Semuanya mengalir begitu saja, termasuk pertarungan yang akan secara otomatis masuk tanpa waktu loading di dungeon. Hasilnya? Adalah sensasi pertarungan yang super seru, tetapi di sisi lain, juga strategis mengingat pentingnya memosisikan karakter untuk menghindari damage yang terjadi. Untungnya, ada aksi rolling juga untuk membantu Anda memperkecil resiko serangan ini. Dengan barisan skill, efek kekuatan-kelemahan elemen, loot senjata yang bersifat acak, material untuk proses crafting, misi sampingan, hingga ragam mini game yang siap untuk menyita waktu Anda, ia berakhir jauh lebih menarik dan adiktif daripada apa yang kami bayangkan di awal.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, apalagi mengingat kami belum menyentuh akhir kisah sang raja muda – Evan dan penasehat utamanya – Roland ini, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas soal apa itu Ni No Kuni II: Revenant Kingdom. Freaking awesome!

RAW Screenshot

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 11 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 27 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 36 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 37 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 40 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 61 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 69 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 78 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 105 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 136 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 156 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 162 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 184 Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 197
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…