PlayTest: Gaming dengan Omen by HP – 15-dc0037tx!

Reading time:
January 4, 2019

Monster Hunter World

Dari semua game yang kami pilih untuk diuji oleh Omen by HP – 15-dc0037tx, Monster Hunter World sepertinya pantas untuk disebut sebagai “game terberat”. Optimalisasi belum maksimal mengingat ini adalah game perdana dari seri utama Monster Hunter dari Capcom untuk PC sepertinya menjadi alasan utama mengapa game ini terasa begitu berat untuk laptop gaming yang sudah punya spesifikasi sekelas Omen by HP – 15-dc0037tx sekalipun. Berita baiknya? Kesempatan untuk menikmatinya di framerate nyaman tetap ada, walaupun tidak bisa menyentuh angka 144fps di skenario apapun.

Uji pertama adalah membiarkannya berjalan di setting visual terbaik di area pertama Anda mulai berperan sebagai seorang Hunter. Memainkan game ini di setting HIGHEST dengan resolusi 1080p berakhir dengan hasil yang mengejutkan. Visual dan opsi terbaik ini ternyata “hanya” mampu menawarkan permainan di 30-40fps, yang jika harus Anda bandingkan dengan versi konsol, seharusnya berada di level yang setara. Mengatur setting permainan ke kutub ekstrim sebaliknya dengan mempertahankan resolusi 1080p di setting LOW, bisa mendongkrak angka tersebut ke angka 75-85fps. Tentu saja, kami belum berkesempatan untuk menjajal skenario mimpi buruk seperti monster-monster raksasa yang bertarung dan berkumpul di satu tempat yang sama, misalnya.

Dalam usaha untuk mengejar gameplay 144fps, hal ini sepertinya hampir mustahil untuk dicapai untuk Monster Hunter World. Kami sudah mengorbankan resolusi dan menurunkannya hingga 720p, mematikan semua setting visual yang bisa diatur, dan kemudian membuatnya berjalan di setting LOW, dan berakhir mendapatkan framerate yang tinggi, namun tidak bisa dibilang “mendekati” 144fps ini. Dengan setting terendah ini, Anda akan mendapatkan sekitar 88-105 fps, yang membuat aksi pertarungan dan eksplorasi tentu saja lebih nyaman. Pertanyaannya kini, apakah framerate tinggi ini pantas untuk kompensasi kualitas visual yang ada? Jawabannya kami serahkan pada Anda.

Just Cause 4

Performanya di halaman Store Steam dari sisi review memang tidak bisa dibilang “positif” saat ini. Ekspektasi begitu tinggi pada apa yang bisa dicapai oleh Avalanche Studios dengan Just Cause 4 karena implementasi engine teranyar – Apex Engine yang juga akan mereka gunakan untuk Rage 2 berada di titik tertinggi. Namun alih-alih menawarkan visualisasi lebih mumpuni, engine ini sepertinya lebih didesain untuk menawarkan framerate yang lebih stabil, terutama untuk versi konsol. Lantas, bagaimana dengan versi PC sendiri? Apakah Omen by HP – 15-dc0037tx bisa menanganinya dengan baik?

Berita baiknya, untuk sebuah game single player dengan dunia yang super luas, Just Cause 4 tetaplah game AAA dengan kebutuhan spesifikasi yang rasional. Performa mumpuni notebook gaming yang satu ini masih bisa membuatnya berjalan di 1080 dengan kualitas setting VERY HIGH dan tetap mendapatkan framerate sekitar 40-50fps, baik ketika Anda sekedar terbang cepat dengan wingsuit Anda, terlibat dalam pertempuran seru, atau menikmati beragam ledakan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari game ini. Berita buruknya? Di setting ini, terlepas dari fakta bahwa ia bisa dimainkan di angka sekitar 50 fps-an, ia sulit menyentuh angka 60 ataupun lebih. Cara terbaik untuk mendapatkan rata-rata angka 60fps walaupun tidak bisa disebut stabil sembari mempertahankan kualitas visual terbaik yang bisa Anda dapatkan adalah dengan mengubah setting visual ke MEDIUM.

Pertanyaannya kini, mungkinkan game ini mencapai angka 144fps dengan menggunakan Omen by HP – 15-dc0037tx ini? Sayangnya tidak. Terlepas dari performa di versi konsol yang lebih baik dibandingkan engine sebelumnya, hal yang sama tidak terjadi di versi PC. Bahkan menurunkan game ini ke 720p dengan setting LOW mentok kiri sekalipun hanya bisa mendorong framerate ke angka 70-80fps.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.