Review Devil May Cry 5: Kembali dengan Penuh Gaya!

Reading time:
March 25, 2019
Devil May Cry 5 jagatplay 1 1

Penantian belasan tahun, hal inilah yang harus dilalui oleh para fans Devil May Cry untuk berhadapan dengan sebuah seri sekuel yang seharusnya dari kisah yang langsung dilemparkan oleh Capcom. Proses menunggu ini memang tidak mudah, apalagi mengingat Capcom sempat melewati fase “aneh” dimana mereka seolah tidak percaya dengan potensi franchise lawas mereka sendiri atau menghadirkan sebuah seri baru yang melenceng dari akar identitas utamanya. Rasa rindu tersebut memang sedikit terobati dengan proyek spin-off dari Ninja Theory beberapa tahun lalu. Namun pada akhirnya, seri tersebut tidak akan punya daya tarik yang sama dengan Devil May Cry racikan tim internal Capcom sendiri. Untungnya, Capcom kembali ke akal sehat mereka dan akhirnya melepas sang seri terbaru – Devil May Cry 5.

Anda yang sudah membaca preview kami sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal kira-kira apa yang hendak ditawarkan oleh Devil May Cry 5 dan mengapa kami jatuh hati padanya sejak pandangan pertama. Bahwa mengamini sesi gameplay super singkat kami di event TGS 2018 yang lalu, Capcom memang mengusung strategi serupa dengan apa yang mereka lakukan dengan Resident Evil 7 dan Resident 2 Remake – mempertahankan daya tarik lawas namun dengan visual baru. Bersamanya pula, mereka mendorong cerita lebih jauh sekaligus memperkenalkan karakter baru yang menyegarkan. Sejauh impresi pertama kami, eksekusinya memenuhi apa yang kami butuhkan dan inginkan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Devil May Cry 5 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah seri yang kembali dengan penuh gaya? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Devil May Cry 5 jagatplay 206 1
Dengan timeline baru yang dikonfirmasikan Capcom, Devil May Cry 5 kini berperan sebagai sekuel langsung dari Devil May Cry 4.

Capcom memang sudah mengkonfirmasikan perubahan timeline cerita Devil May Cry beberapa waktu lalu dan memosisikan Devil May Cry 4 sebagai sekuel dari Devil May Cry 2. Dengan perubahan tersebut, kelangsungan cerita Devil May Cry kini mengikuti angka yang membesar, dengan kasus unik “3” yang berperan sebagai prekuel dari keseluruhan saga ini. Sistem seperti ini membuat Devil May Cry 5 kini berperan sebagai sekuel langsung dari Devil May Cry 4, sekaligus mengkonfirmasikan versi animasinya sebagai bagian dari cerita canon untuk diperhatikan.

Berita baiknya? Capcom cukup mengerti bahwa akan ada banyak gamer yang tertarik dengan seri kelima ini, melompat masuk, dan menikmati sisi gameplay yang ia tawarkan tanpa pernah memainkan keempat seri Devil May Cry sebelumnya. Untuk gamer-gamer seperti ini, Capcom memberikan menu terpisah bernama “History of DMC” yang seperti bisa diprediksi, memuat kesimpulan cerita setiap seri dalam timeline baru. Berita baiknya? Ia memesona. Cerita timeline disajikan dengan sederhana, tepat sasaran, dan memuat semua informasi penting yang memang esensial bagi gamer pendatang baru untuk langsung menikmati Devil May Cry 5 ini. Jauh lebih baik dari apa yang dilakukan Kingdom Hearts 3 dari Square Enix dengan menu serupa mereka beberapa waktu lalu.

Devil May Cry 5 jagatplay 154 1
Memenuhi permintaan misterius dari “V”, Dante berangkat untuk menghancurkan iblis baru nan misterius.
Devil May Cry 5 jagatplay 108
Iblis tersebut bernama Urizen. Duduk di atas singgasana di atas pohon iblis – Qliphoth, ia ternyata lebih kuat daripada yang dibayangkan.

Cerita Devil May Cry 5 sendiri berpusat pada sosok misterius yang menyebut dirinya sendiri sebagai “V”. Ia berujung mengunjungi Dante di kantor Devil May Cry untuk sebuah tugas yang tidak mudah untuk dilakukan – menghancurkan sosok iblis super kuat yang mengancam. Dante yang kebetulan butuh uang untuk membuat kantor perburuan iblisnya tetap hidup langsung menyanggupinya, walaupun V sendiri sudah memberikan wejangan soal level ancaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan semua hal yang pernah dilawan Dante selama ini. Iblis super kuat tersebut diketahui bernama Urizen dan ia hidup di atas singgasana pohon iblis bernama Qliphoth. Namun sayangnya, Urizen ternyata jauh lebih kuat daripada apa yang diprediksi oleh Dante dkk. Mereka berujung “dibantai” dengan nasib akhir yang tidak jelas.

Devil May Cry 5 jagatplay 22
Di sisi lain, Nero harus kehilangan tangan Devil Bringer miliknya.
Devil May Cry 5 jagatplay 10 1
V yang sepertinya punya kepentingan besar untuk melihatnya kalahnya Urizen juga meninggalkan begitu banyak misteri.

Sementara di sisi lain, Nero yang sempat berusaha membantu Dante melawan Urizen juga tidak bisa berperan banyak untuk membalikkan keadaan. Ditahan oleh V atas nama untuk “mengamankan” satu-satunya potensi untuk mengalahkan Urizen jika Dante berujung tewas, Nero yang berapi-api pun harus ditarik mundur. Kondisi juga memburuk mengingat tangan iblis Nero yang menjadi senjata utamanya – Devil Bringer juga berhasil dipotong dan dicuri oleh sosok misterius beberapa waktu sebelumnya. Kondisi yang membuat Nero kini harus menggunakan tangan mekanik bernama “Devil Breaker” yang diracik oleh engineer wanita penuh semangat bernama Nico. Urizen menjadi ancaman yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Devil May Cry 5 jagatplay 188 1
Mampukah Dante dkk mengalahkan Urizen?

Lantas, siapa sebenarnya sosok Urizen ini? Mampukah Dante dkk menghancurkannya dan mengembalikan kota Red Grave ke kondisi semula? Kekuatan baru seperti apa juga yang akan mereka dapatkan untuk bisa mengimbangi Urizen? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Devil May Cry 5 ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…