Review Dragon Quest Builders 2: Adiksi dalam Keimutan!

Reading time:
July 25, 2019

Elemen “Quality of Life” yang Fantastis

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 69 1
Ada banyak hal di Builders 2 yang berpotensi menimbulkan rasa frustrasi tersendiri. Untungnya, banyak fitur QOL yang bekerja dengan baik.

Quality of Life? Beberapa dari Anda yang tidak familiar mungkin sedikit bingung dengan istilah yang sepertinya, tidak punya hubungan sama sekali dengan industri game sama sekali. Quality of Life (QOL) biasanya didefinisikan sebagai desain di dalam game yang dibangun sedemikian rupa untuk memudahkan perjalanan gamer dan memastikan bahwa pengalamannya berakhir menjadi jauh lebih mulus. Intinya adalah memastikan bahwa tidak ada rasa frustrasi yang muncul karena elemen-elemen gameplay yang tidak dipikirkan matang. Sebagai contoh? Bayangkan sebuah game yang meminta Anda menekan tombol pause, memilih opsi weapon, melewati loading screen, baru memungkinkan Anda memilih senjata yang kemudian ditutup waktu loading lagi, sebelum Anda bisa menembak di game zombie secepat Left 4 Dead. Desain yang ingin membuat Anda berteriak marah.

Di desain game seperti Dragon Quest Builders, ada banyak hal yang bisa berakhir salah dan justru menjadi sumber ketidaknyamaan dan rasa tidak suka Anda padanya. Namun sejauh mata memandang dan tangan kami bermain, ada banyak keputusan-keputusan QOL yang memang pantas untuk diacungi jempol di game ini. Kesemuanya menghasilkan pengalaman bermain yang lebih nyaman dan minim stress hingga Anda bisa berfokus pada hal-hal spesifik yang memang diminta untuk Anda lakukan.

Hal sesederhana sistem penyimpanan item misalnya. Sang karakter utama – Builders akan langsung dibekali sebuah tas dengan konten nyaris tak terbatas yang akan menemani perjalanannya. Lewat instruksi sederhana, Anda bisa memasukkan dan mengeluarkan item apapun yang Anda inginkan dengan cepat. Kerennya lagi? Tas tak terbatas ini menyusun item berdasarkan jenisnya, dan bukan jumlahnya. Ini berarti setiap slot yang tersedia bisa menyimpan item tersebut hingga 999 buah sebelum mengambil slot baru. Konsep seperti ini memungkinkan Anda untuk memanen atau menambang tanpa rasa khawatir sama sekali. Tidak ada perlu ketakutan bahwa ruang Anda berakhir penuh karena terlalu banyak menimbun material-material yang Anda rasa penting.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 5
Tas tidak terbatas memungkinkan Anda menimbun material.
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 178 1
Namun di sisi lain, mencari material yang Anda butuhkan menjadi sulit seiring dengan lebih banyak barang yang Anda timbun karena absennya fitur pencarian atau kategorisasi.

Namun sayangnya, sistem ini juga diikuti dengan satu ekstra kekurangan. Bahwa Square Enix tidak menyediakan opsi “Search” atau “Kategorisasi” untuk mempermudah pencarian. Seiring dengan lebih banyaknya material yang Anda temui dan objek yang Anda bangun dengan crafting, pelan tapi pasti slot-slot berhalaman-halaman yang disediakan oleh tas ini akan segera penuh dengan ikon-ikon. Berusaha mencari satu item spesifik di antara puluhan ikon yang warna dan bentuknya serupa satu sama lain ini adalah salah satu mimpi terburuk Builders 2. Tidak jarang kami menghabiskan waktu 5 menit sendiri hanya untuk mencari item yang kami butuhkan, berakhir tidak menemukannya, melakukan crafting untuk membuatnya kembali, dan menemukan bahwa ia otomatis tersimpan ke dalam slot tas yang di awal, sudah sulit dicari ini. Memang ada sistem “SORT” untuk merapikannya, namun tak banyak membantu.

QOL lain yang pantas kami apresiasi juga mengakar pada sistem bangun ruangan yang ia usung. Untuk membantu mendapatkan lebih banyak Gratitude Points, memang jadi tanggung jawab untuk meracik lebih banyak rumah dan tentu saja, ruangan dengan fungsi tertentu – dari bar, tempat pijak refleksi, toilet, hingga ruang makan bersama untuk mencapainya. Berita baiknya? Builders 2 menerapkan sebuah sistem bangun ruang yang intuitif. Selama Anda menciptakan ruangan terisolasi dengan tinggi 2 kotak dan sebuah pintu, game akan secara otomatis menghitungnya sebagai “ROOM”. Fungsi Room akan berubah bergantung pada item seperti apa yang Anda letakkan di dalamnya, yang syarat dan ketentuannya sudah jelas dan bisa Anda prediksi di jurnale BUILDERPEDIA yang Anda miliki. NPC yang keren juga akan langsung memanfaatkan ruangan-ruangan baru ini sesuai fungsinya.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 27
Ruangan akan secara otomatis bertransformasi menjadi ruangan tertentu bergantung pada objek yang Anda taruh di dalamnya.
Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 29
Mencari dimana item yang butuh Anda crafting, kembali jadi sumber rasa frustrasi baru.

Tetapi sekali lagi, seperti kasus sebelumnya, QOL untuk aksi membangun ruangan ini sebenarnya masih punya ruang untuk penyempurnaan. Builders 2 misalnya masih tidak menyediakan opsi bagi Anda untuk secara otomatis membangun semua objek yang dibutuhkan untuk menetapkan fungsi sebuah ruangan. Jadinya? Anda harus melihat requirements yang ada, menghafalnya, bergerak ke meja crafting, dan memastikan bahwa Anda mampu mencari item-item tersebut di antara tumpukan daftar dan ikon item-item yang bisa Anda bangun, yang notabene bisa menjadi sumber frustrasi yang baru. Kami sempat hendak membangun kamar mandi, yang butuh item handuk di dalamnya. Membangun ruang untuk kamar mandi mungkin hanya butuh waktu sekitar 2-3 menit. Aksi mencari dimana lokasi item handuk untuk di-crafting? 10 menit.

Seringkali muncul sebagai nilai plus kami, tingkah laku NPC di Dragon Quest Builders 2 memang menjadi implementasi QOL terbaik yang pernah ada. Karena alih-alih pasif dan sekedar “menerima” aksi dan konsekuensi dari langkah yang Anda ambil, mereka ikut berperan aktif. Mereka akan membantu mengurus tanaman Anda, menambang jika dibutuhkan, hingga ikut berperang melawan musuh-musuh yang berusaha merusak kota yang baru saja Anda bangun. Yang paling kami favoritkan? Mereka berperan aktif membangun bangunan super tinggi atau super luas yang biasanya jadi aksi penutup sebuah chapter, alih-alih meminta Anda sibuk sendiri. Mereka akan mencari material yang dibutuhkan dan membantu membangunnya berdasarkan Blueprint (berbasis cerita) yang Anda sediakan. Mengagumkan dan sekaligus melegakan untuk menemukan bahwa Anda tidak perlu repot-repot membangun bangunan yang bisa menyentuh angka 7 atau 8 tingkat tersebut.

Walaupun masih ada beberapa aspek yang masih bisa disempurnakan. Konsep QOL yang ditawarkan oleh Builders 2 memang pantas untuk mendapatkan apresiasi sendiri. Setidaknya tidak banyak rasa frustrasi yang muncul semata-mata karena kesalahan desain sistem atau fitur yang justru berakhir menjengkelkan.

Kesimpulan

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 213 1
Dragon Quest Builders 2 berakhir menjadi sebuah produk yang fantastis, menawarkan cita rasa JRPG yang kental namun dengan pendekatan yang baru. Bahwa pada akhirnya, ia bukan sebuah seri yang sekedar dibangun “meminjam” nama Dragon Quest dan meleburnya dengan Minecraft. Dragon Quest Builders 2 menjadi sebuah pengalaman baru dan penuh yang akan sayang untuk dilewatkan. Jangan bilang tidak suka sebelum Anda mencicipinya.

Mengejutkan, adiktif, menggembirakan, tetapi juga menantang di saat yang sama, apa yang kami rasakan saat memainkan dan menyelesaikan Dragon Quest Builders 2 memang berhasil mengikis semua rasa skeptis yang semapt muncul saat melihat seri pertamanya. Bahwa alih-alih sebuah game yang sekedar hendak “meminjam” popularitas Minecraft dengan meminjam skin Dragon Quest – yang notabene merupakan salah satu franchise JRPG terpopuler di dunia, Builders adalah sebuah seri yang punya cita rasa JRPG kuat yang “kebetulan” menggunakan sistem bangun-membangun balok sebagai solusi untuk banyak masalah. Cita rasa RPG ini mengalir kuat lewat sistem quest, cerita yang menarik, dan implementasi beragam QOL yang meminimalisir rasa frustrasi yang harus diakui untuk game seperti ini, memang rentan. Dipadukan dengan musik dan desain musuh yang begitu “Dragon Quest”, ia menawarkan pengalaman yang melebihi harapan kami.

Namun tentu saja, ia tidak sempurna. Sedikit menyedihkan memang melihat bahwa game yang seharusnya punya akar RPG ini justru memuat sistem pertarungan yang sama sekali tidak terasa memuaskan. Sistem pertarungan yang berakhir dengan Anda, berusaha menekan tombol serang secepat mungkin sembari mempersiapkan item penyembuh, tanpa sistem skill ataupun roll sekalipun. Beberapa area juga tetap butuh penyempurnaan di sisi QOL, yang terkadang memang masih berakhir merepotkan. Salah satu keluhan lain juga bersumber pada sistem kamera yang terkadang, menolak untuk bekerjasama, terutama ketika Anda hendak meletakkan balok yang Anda inginkan atau sekedar melakukan navigasi ke tempat lebih tinggi.

Tentu saja, di luar kekurangan tersebut, Dragon Quest Builders 2 berakhir menjadi sebuah produk yang fantastis, menawarkan cita rasa JRPG yang kental namun dengan pendekatan yang baru. Bahwa pada akhirnya, ia bukan sebuah seri yang sekedar dibangun “meminjam” nama Dragon Quest dan meleburnya dengan Minecraft. Dragon Quest Builders 2 menjadi sebuah pengalaman baru dan penuh yang akan sayang untuk dilewatkan. Jangan bilang tidak suka sebelum Anda mencicipinya.

Kelebihan

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 172
Ada rasa kepuasan tersendiri melihat Isle of Awakening Anda mulai “hidup”.
  • Visualisasi dengan cita rasa Dragon Quest yang imut
  • Musik dan sound effect yang terasa familiar
  • QOL yang fantastis
  • Aksi bangun-membangun memfasilitasi kreativitas Anda
  • Sistem pengumpulan dan penyimpanan material yang mudah
  • Gratitude Points memberikan motivasi untuk terus membangun
  • Sensasi progress terasa lewat proses crafting dan perkembangan Isle of Awakening
  • NPC yang reaktif dan responsif
  • Photo Mode dengan sistem sosial medianya sendiri

Kekurangan

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 166 1
Sebuah game “RPG” dimana kelemahan utama adalah sensasi bertarungnya? Welp.
  • Sistem battle tidak memuaskan
  • Kamera terkadang tidak adaptif dengan aksi Anda
  • Beberapa aspek QOL masih perlu disempurnakan

Cocok untuk gamer: yang menginginkan sensasi RPG yang berbeda, ingin menyalurkan ide kreatif lewat bangun-membangun balok ala Minecraft

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan sistem pertarungan ala RPG yang memuaskan, yang tidak suka game dengan waktu gameplay panjang

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…