Review DREAMS: Mimpi Bisa Jadi Nyata!

Reading time:
February 14, 2020

Art’s Dream – DREAMS di Kapasitas Optimal!

Dreams Final Version jagatplay 31
Hadir sebagai pengalaman berdurasi 3-4 jam, Art’s Dream lebih terlihat seperti showcase soal apa yang bisa dicapai DREAMS di kondisi paling optimal.

Art’s Dream adalah porsi single player yang disediakan oleh Media Molecule untuk DREAMS yang bisa Anda selesaikan dalam 3-4 jam permainan. Ia mengisahkan seorang musisi bass bernama Art yang mengalami tekanan mental yang berat sebelum naik ke atas panggung besar yang seharusnya bisa melambungkan nama band dan teman-teman seperjuangannya. Tidak main-main Art tidak sekedar mundur dari panggung tersebut saja, tetapi juga mengundurkan diri dari band. Anda akan menyelami konflik internal yang terjadi dalam diri Art yang kemudian direpresentaiskan dalam perjuangan tokoh-tokoh “kartun” yang sempat menemani masa kecilnya dulu. Dari sisi cerita, tema yang ia usung memang terhitung menarik dan berat di saat yang sama.

Namun jika harus berbicara lugas, fungsi utama dari Art’s Dream sebenarnya tidak lebih dari sebuah showcase teknologi soal apa yang bisa dicapai dengan DREAMS ketika Anda menggunakannya dalam kualitas yang paling optimal. Media Molecule benar-benar memanfaatkan porsi single player ini dengan menawarkan semua hal yang bisa dicapai dengan DREAMS itu sendiri. Petualangan Art untuk menemukan kembali hasrat bermain bass-nya dicitrakan dalam beragam genre, dari game action platformer, game puzzle, opsi percakapan, cut-scene sinematik yang diambil dari beragam sudut kamera, isometric shooter, hingga side-scrolling shooter. Art’s Dream memuat semua genre tersebut dalam balutan kisah yang berkesinambungan.

Dreams Final Version jagatplay 33
Opsi percakapan? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 42
Action? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 49
Cut-scene dramatis? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 51
Point and click? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 55
Platformer? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 80
Rail-shooter? Bisa.
Dreams Final Version jagatplay 82
Side-scrolling shooter? Bisa.

Yang membuatnya Art’s Dream istimewa, seperti yang kami bicarakan di atas, tentu saja fakta bahwa keseluruhan pengalaman yang Anda dapatkan di mode single-player ini dibangun dengan menggunakan Tools IN-GAME DREAMS. Media Molecule sama sekali tidak menggunakan tools software luar dan mengandalkan game mereka sendiri untuk membangun keseluruhan gameplay yang ada. Ini berarti DREAMS digunakan untuk meracik karakter, melakukan aransemen musik original, meracik animasi pergerakan, membangun cut-scene sinematik, menciptakan transisi keren ala film pendek, menciptakan suara efek untuk serangan hingga teriakan tokoh antagonis yang ada, membangun gameplay dari sisi aksi hingga sekedar eksplorasi, dan kemudian merangkai keseluruhan elemen-elemen kompleks ini sebagai sebuah kesatuan permainan yang menawarkan gameplay 3-4 jam. Art’s Dream adalah testimoni bahwa DREAMS bisa dibangun untuk meracik sebuah game yang serius.

Namun sayangnya, Media Molecule tidak “membuka” proses racik Art’s Dream ini yang notabene merupakan salah satu opsi yang bisa diambil. Padahal akan sangat menarik untuk melihat sekompleks apa nodes-nodes yang mereka suntikkan di setiap dunia yang diracik untuk mempelajari bagaimana animasi, pergerakan, hingga gameplay bisa dibangun sebegitu rapi dan solid. Anda bisa menikmati video yang kami sertakan di atas, salah satu bagian Art’s Dream yang memesona, yang kesemuanya dibangun dengan menggunakan DREAMS semata. Sulit untuk tidak jatuh hati dan kagum dengannya.

Sekali Lagi, Bukan untuk Semua Gamer!

Dreams Final Version jagatplay 103
Terlepas dari posisinya sebagai platform kreatif yang kian matang, DREAMS tetaplah bukan judul yang diracik untuk semua gamer.

10 bulan kemudian dari impresi Early Access kami, dan kesimpulan kami masih tidak banyak berubah. Bahwa terlepas dari fakta bahwa DREAMS adalah sebuah tools pengembangan game yang memesona, ia tetaplah bukan sebuah game yang akan menarik hati dan cocok untuk semua gamer. Namun bagi gamer yang datang dengan ekspektasi yang rasional akan bisa menikmatinya secara optimal, baik sebagai sekedar penikmat konten atau benar-benar sebagai peracik konten.

Dari sudut pandang peracik, alah satu alasan utama mengapa kalimat di atas kami simpulkan memang mengakar pada kompleksitas proses yang harus Anda lalui dan pelajari untuk bisa membangun sebuah produk kreatif – dari video game, film pendek, atau showcase objek yang memang benar-benar memesona.

Kita bicara dari hal sesederhana seperti proses racik karakter original yang menawarkan begitu banyak potensi, namun akan terasa sulit untuk Anda yang tidak punya otak kreatif yang mumpuni. Kita masih belum terjun pada nodes-nodes pembangun logic yang tidak hanya butuh kemampuan untuk berpikir runtut saja, tetapi juga ekstra perhatian pada detail untuk memastikan bahwa kesemuanya memang terencana dan terlaksana. Untuk sebuah proyek serius, sebuah “game kecil” DREAMS bisa membutuhkan waktu bulanan untuk rampung di tangan sebuah tim dengan tugas spesifik. Beberapa bahkan membutuhkan waktu mingguan hanya untuk mengatur animasi gerak karakter agar tampil mulus.

Dreams Final Version jagatplay 134
Bagi para peracik, butuh komitmen, konsistensi, dan semangat belajar ekstra untuk menguasai semua tools DREAMS dengan sebaik mungkin.
Dreams Final Version jagatplay 122
Untuk para penikmat, DREAMS adalah game yang lebih menonjolkan proses daripada hasil akhir.

Sementara dari sudut pandang penikmat, Anda tidak akan mendapatkan game yang benar-benar akan terasa seperti sebuah game penuh dimana Anda tidak ragu untuk membayar mahal untuk skala sebuah game indie sekalipun. Bahwa game-game racikan user yang bisa dihitung “rampung” dan hadir dengan pengalaman penuh di DREAMS bisa dihitung dengan jari. Ini berarti sebagai seorang penikmat, selain game-game racikan Media Molecule termasuk Art’s Dream di dalamnya, Anda akan bertemu dengan lebih banyak prototipe game, game ekspreimental, dan beragam produk showcase karakter dan objek daripada benar-benar sebuah game penuh dan rampung. Tetapi jika Anda termasuk gamer yang justru menyenangi progress pengembangan sebuah game, melihat apa yang bisa dicapai dengan DREAMS, dan kemudian hendak merasakan sendiri kompleksitas seperti apa yang harus Anda lalui untuk meracik sesuatu yang di luar terasa begitu “sederhana”, Anda harus menjajalnya.

Maka mengatur ekspektasi sebelum Anda terjun ke dalam DREAMS adalah kunci untuk menikmati tools super yang satu ini. Bahwa sulit untuk disangkal bahwa DREAMS akan jauh lebih memesona dan optimal jika jatuh di tangan para content creator yang selama ini memang ingin mengembangkan sebuah konten kreatif, terutama video game, namun tidak pernah punya ruang skill coding yang memadai atau dana untuk membangun tim yang bertanggung jawab untuk beragam elemen yang ada. Sementara untuk para penikmat, Anda yang menyenangi tidak hanya hasil, tetapi juga proses akan sangat menikmati DREAMS. Apalagi komunitas DREAMS juga dipenuhi dengan user-user positif yang tercermin jelas lewat komentar penyemangat yang muncul hampir di setiap proyek yang bisa Anda akses.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…