Review Crash Bandicoot 4 – It’s About Time: Panik Pangkal Mati!

Reading time:
October 6, 2020

Crash yang Segar

Crash Bandicoot 4 jagatplay 19
Lebih modern, ia tetap Crash dan Coco yang selama ini Anda kenal.

Tentu saja, dengan perkembangan teknologi yang ada, Crash Bandicoot di tahun 2020 tidak akan sama dengan Crash yang Anda temukan di era Playstation pertama atau kedua dulu. Proses remake yang tersedia via N.Sane Trilogy sudah membuktikan bahwa proses “peremajaan” untuk karakter yang mulai lekang dimakan zaman ini bisa dieksekusi dengan manis. Di Crash Bandicoot 4, dengan sedikit perubahan desain yang disertakan, ia masihlah Crash dan Coco yang selama ini Anda kenal. Upaya modernisasi justru terjadi lewat usaha untuk menyajikan cerita layaknya game-game saat ini, via frekuensi cut-scene cukup tinggi yang cukup mengejutkan kami.

Tidak seperti di seri lawas dimana cut-scene biasanya hanya terjadi di awal game dan sedikit saat berhadapan dengan boss, Crash Bandicoot 4 hadir dengan pendekatan yang lebih “muda”. Untuk menyajikan cerita yang lebih solid, cut-scene kini terjadi dengan frekuensi yang lebih tinggi. Anda akan melihat potongan cerita di awal dunia baru, saat menemukan Quantum Mask selanjutnya, berhadapan dengan boss, bahkan saat bertemu dan menggunakan karakter yang baru.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 56
Ia kini dipenuhi dengan banyak cut-scene yang membuat jalinan cerita lebih solid.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 147
Bahkan di beberapa level, Anda akan menemukan sedikit gerak kamera untuk aksi “sinematik”.

Berita baiknya? Setidaknya cut-scene ini masih mempertahankan identitas sebuah game Crash Bandicoot yang seharusnya. Ia masih dipenuhi dengan humor yang cukup untuk membuat Anda tersenyum sembari menikmati aksi Crash yang masih diposisikan “bisu” dimana ia terus bergerak dan berekspresi lewat tingkah laku yang kocak. Satu yang cukup mengejutkan? Pendekatan ala “cut-scene” juga sempat terjadi in-game saat Anda bermain, dimana beberapa titik lokasi yang penting untuk cerita akan tiba-tiba mendapatkan aksi gerak kamera otomatis untuk memberikannya highlight, sembari menghentikan aksi Anda untuk sepersekian detik. Ini membuat Crash Bandicoot 4 terasa seperti pendekatan modern game platformer yang seharusnya.

Peningkatan visual juga terjadi di beragam elemen kecil lain seperti desain baru Crash Bandicoot yang kini hadir dengan wajah yang terlihat lebih ekspresif. Di beberapa level, terutama saat ia berujung dikejar oleh kendaraan raksasa atau dinosaurus, Anda bisa melihat ekspresi tegang, ketakutan, sembari berusaha lari secepat mungkin atas nama bertahan hidup yang menyeruak kuat lewat wajah Crash. Animasi-animasi kematian kocak berdasarkan pada lokasi dan sumber kematian khas Crash juga dipertahankan di sini. Animasi-animasi ini terasa lumayan proporsional dan tidak terasa berlebihan hingga meninggal efek komik yang terlalu kental. Dari semua animasi kematian yang sempat kami temukan, hanya satu yang benar-benar terasa brutal, dimana musuh tikus dengan tameng pisau berujung “sekadar” menghujam Crash dengan perisainya hingga tewas. Untuk animasi yang satu ini, tidak ada senyum yang merekah di wajah kami saat melihatnya.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 52
Crash memang masih tetap “bisu”, namun ia kini lebih ekspresif.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 155
Kudos untuk desain level yang menawan.

Apresiasi juga pantas diarahkan untuk desain level yang juga memanjakan mata. Konsep perpindahan ruang, waktu, dan dimensi memang memberikan ruang kreatif yang cukup luas bagi Toys for Bob untuk menyuntikkan variasi dunia dan level. Hampir semua level ini memiliki tema khusus yang didesain keren, baik sekadar lewat aset objek yang Anda temui, komposisi warna, hingga jenis tantangan yang ditemui. Di satu level Anda menemukan naga berwarna hijau yang meliuk indah, di level lain – kota futuristik dengan teknologi tinggi, dan tidak ketinggalan – dinosaurus yang ingin menelan Anda di tengah ledakan lava di beragam sudut. Sayangnya, pujian yang sama tidak bisa kami berikan untuk desain musuh yang dibandingkan seri-seri Crash Bandicoot lawas, terasa cukup mengecewakan. Tidak ada desain musuh baru yang terasa unik ataupun memorable.

Sayangnya, hal yang sama juga terjadi di sisi musik. Bagi gamer-gamer pencinta Crash Bandicoot lawas, selalu ada satu atau dua musik level yang mereka kenali karena pada dasarnya, kualitasnya memang cukup untuk membuatnya terekam jelas di otak Anda. Sayangnya, kualitas musik yang sama tidak kami rasakan di Crash Bandicoot 4 ini. Terlepas dari fakta bahwa ia menghadirkan cukup banyak variasi level dari beragam timeline, tidak ada satupun dunia yang menawarkan musik belakang layar yang cukup untuk membuat telinga Anda jatuh hati. Mereka hanya berfungsi “sekadar” menemani saja. Jika harus memilih satu, maka musik untuk level bertema “Dia de Muertos” dimana Anda akan menemukan musuh berterompet yang menyerang berdasarkan ketukan irama musik background menjadi satu-satunya yang cukup untuk menarik perhatian. Sisanya? Kurang.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 50
Desain musuhnya berujung tidak menarik.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 94
Satu-satunya musik lumayan keren dan memorable datang dari level bertema Day of the Dead ini, dimana Anda akan menemukan serangan musuh yang mengikuti ritme musik yang ia usung.

Untuk sebuah game yang diposisikan sebagai sekuel untuk sebuah seri lawas yang kemudian mendapatkan perlakuan remake, Crash Bandicoot 4 tampil dengan visualisasi game platformer modern yang seharusnya. Crash dan Coco “baru” terlihat lebih ekspresif, mendapatkan jalinan cerita lebih solid lewat kemunculan cut-scene yang lebih sering, dan tentu saja – animasi dan lelucon kecil yang proporsional untuk membuat Anda tersenyum di sana-sini. Dari sisi presentasi, ia tampil cukup memuaskan.

Panik Pangkal Mati

Crash Bandicoot 4 jagatplay 48
Tenang, Crash Bandicoot 4 tetap sesulit yang Anda bayangkan.

Jika Anda merasa bahwa atas nama modernisasi, Toys for Bob akan membuat Crash Bandicoot 4 lebih bersahabat dibandingkan seri-seri lawasnya yang tingkat kesulitannya cukup untuk menghasilkan rasa frustrasi dan stress, maka kami dengan gembira mengabarkan bahwa hal tersebut tidak terjadi. Crash Bandicoot 4 akan menawarkan sensasi yang serupa dan tingkat kesulitan yang sama atau bahkan bisa dibilang lebih sulit dibandingkan seri-seri Crash Bandicoot yang lalu. Semuanya juga dibalut dengan beberapa mekanik baru.

Pada dasarnya, pengalaman “lawas” Crash Bandicoot tetap diusung di sini. Bergerak dari satu level ke level lainnya sebelum bertarung dengan boss demi boss hinga akhir permainan, Anda kini bebas untuk memilih menggunakan Crash dan Coco yang akan berbagi set dan desain level yang sama. Anda masih akan dibekali dengan kemampuan berputar, melakukan lompatan dua kali, atau melakukan body slam untuk menghancurkan kotak-kotak yang lebih keras. Kewaspadaan untuk menghancurkan kotak ini juga datang dari hadirnya varian kota TNT dan Nitro yang akan “mengintai” untuk mencabut nyawa. Dan seperti biasa, ada kotak berisikan Aku-Aku yang notabene sudah menjadi topeng pelindung Anda sejak era Crash Bandicoot pertama.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 106
Pondasi pengalaman ala Crash Bandicoot lawas tetap akan Anda temukan di seri ini.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 51
Platforming dengan resiko kematian instan akan membayangi sebagian besar pengalaman Anda.

Maka seperti halnya dan seharusnya sebuah seri Crash Bandicoot, tantangan utama dari Crash Bandicoot 4 memang datang dari aksi platforming yang ada. Bahwa melompat dari satu platform ke platform lain seringkali datang dengan resiko super tinggi – dimana ia bisa berakhir menjadi kematian instan jika Anda gagal dan mau tidak mau harus mengulang dari titik checkpoint terakhir. Ia tetap jadi bagian tersulit dari keseluruhan pengalaman bermain Anda. Membaca timing, merencanakan arah gerak selanjutnya, sembari memastikan diri tidak panik akan jadi sesuatu yang esensial. Sisanya? Menghindari beragam jebakan dan tantangan di dalam level, sembari berusaha menghabisi musuh yang berusaha menghalangi Anda dengan gerakan memutar atau menginjak kepala mereka. Anda yang sempat menikmati Crash Bandicoot masih akan menemukan sensasi bermain yang familiar.

Di sela-sela gameplay ini, Anda akan bertemu dengan level yang akan menawarkan tantangan berbeda dengan ekstra variasi di dalamnya. Ada yang meminta Anda untuk berlari dari sebuah ancaman besar yang notabene membuat Anda harus belari ke arah layar dan terus mawas, ada pula yang mengisi diri dengan sesi mengendarai binatang tertentu yang berfokus pada aksi menghindari rintangan yang muncul, dan salah satunya juga membuat Anda mengendari sebuah jetski atas nama melewati pusaran air. Bersama dengannya pula, setiap level akan memuat beberapa “rahasia” untuk dikejar.

Ada bonus challenge berisikan tantangan memecahkan kotak yang di seperti seri lawasnya, cukup untuk membuat Anda berkeringat dingin hingga Hidden Gem yang bisa Anda cari dan temukan. Crash Bandicoot kini juga menyediakan ekstra tantangan yang bahkan lebih sulit bernama – Flashback Tapes yang bisa Anda temukan jika Anda berhasil mencapai titik dalam level tertentu tanpa pernah sekalipun tewas. Flashback Tapes berisikan level-level dengan tingkat kesulitan tinggi yang biasanya akan menuntut Anda memecahkan kotak dengan resiko kematian instan, yang notabene juga diiringi dengan kebutuhan untuk membaca dan merencanakan sekuens arah lompat Anda. Ini adalah “misi sampingan” yang tidak berhubungan dengan cerita utama.

Tentu saja, Flashback Tapes hanyalah satu dari sedikit hal baru yang disuntikkan Toys for Bob untuk Crash Bandicoot 4. Seri teranyar ini memuat banyak hal yang berbeda, termasuk kehadiran karakter baru selain sosok Crash dan Coco itu sendiri. Anda akan bertemu dengan Tawna dari dimensi lain, Dingodile, dan juga Neo Cortex yang masing-masing datang dengan level dan mekanisme-nya sendiri.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 41
Flashback Tapes datang sebagai tantangan lebih sulit yang siap membuat keringat dingin Anda mengucur.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 100
Karakter ekstra seperti Tawna, Dingodile, dan Neo Cortex akan datang dengan level dan mekanik unik mereka masing-masing.

Anda memang tidak bisa bergonta-ganti dengan bebas untuk menggunakan mereka layaknya dualisme Crash-Coco, namun setiap level dimana mereka berperan akan punya keunikan sendiri. Tawna memiliki grappling hook yang membuatnya bisa mencapai kotak yang jauh atau sekedar melompat cepat ke platform spesifik. Dingodile datang dengan senjata Vacuum yang membuatnya bisa menyedot kotak TNT dan melontarkan mereka, sembari dengan aksi double jump dengan boost di belakang. Sementara Neo Cortex yang notabene tak bisa melompat tinggi, bisa menggunakan pistol ajaib-nya untuk mengubah musuh menjadi platform besi ataupun platform membal untuk menyelesaikan level yang ada. Level-level yang didesain khusus untuk “karakter tamu” ini juga akan menyediakan ekstra cut-scene yang memberikan gambaran lebih jelas bagaimana petualangan mereka berujung bersinggungan dengan Crash.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 139
Sesi grind on rail akan tersebar di banyak level Crash Bandicoot 4.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 87
Wall-Run!

Namun tentu saja, bukan berarti Crash sendiri tidak didukung dengan mekanisme baru untuk menyuntikkan tantangan berbeda. Salah satu yang paling signifikan adalah Grind – bak aksi skateboarder yang berselancar di atas garis yang sudah ditentukan level sebelumnya. Berisikan kotak-kotak Wumpa yang bisa saja terletak di bagian atas, bawah, hingga sisi kiri dan kanan, aksi Grind ini membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang super solid agar Anda tidak berakhir tewas karena “bertabrakan” dengan musuh atau penghalang permanen. Ekstra fitur lainnya juga datang dari sistem Wall-Run yang juga akan tersedia di area-area tertentu saja (biasanya dengan tanda panah). Dibandingkan dengan Grind, Wall-Run tidak terasa seperti penambahan yang sebegitu signifikan. Selama Anda mawas untuk memastikan jalur lari dinding Anda tidak terhalang kotak atau Nitro dan tahu kapan tepatnya Anda harus melompat ke area Wall-Run selanjutnya, Anda harusnya baik-baik saja.

Maka perubahan terbesar yang juga menjadi pondasi desain level Crash Bandicoot 4 hadir dalam format Quantum Masks. Ada 4 topeng berbeda yang akan Anda dapatkan seiring dengan progress permainan: Topeng yang mampu memunculkan-menghilangkan objek tertentu, Topeng yang mampu membuat Anda memutar permanen bak tornado kencang dan karenanya kesempatan melompat lebih tinggi, Topeng yang membuat Anda mampu melambatkan waktu, dan akhrinya Topeng yang membuat Anda memanipulasi gravitasi dan membalikkan ruang permainan. Keempat Quantum Mask ini akan jadi intisari pengalaman Crash Bandicoot 4 dan menjadikannya sebagai pondasi pengalaman “Crash yang berbeda”.

Jangan salah sangka terlebih dahulu. Kesempatan untuk menggunakan setiap Quantum Mask ini tetap terkunci dan terbatas pada desain level yang ada. Anda tidak akan punya kebebasan untuk menggonta-ganti mereka seenak jidat. Anda hanya akan menggunakan topeng-topeng ini ketika desain level mengharuskan Anda melakukannya dan biasanya berkaitan dengan aksi platforming yang menuntut  kekuatan tersebut. Begitu sesi tersebut sudah dianggap “selesai”, topeng-topeng ini akan secara otomatis dicabut dari titik level dan Anda akan kembali menjadi Crash biasa. Topeng ini bisa saja kembali di titik level yang lain atau bahkan berganti menjadi Quantum Mask lain. Semuanya ditentukan sepenuhnya oleh kehendak sang developer, dan bukan Anda. Ini bukan game Metroidvania! Crash Bandicoot 4 tetap sebuah game platformer.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 18
Quantum Mask menawarkan mekanik baru dan karenanya, tantangan level yang lebih sulit.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 123
Hanya bisa digunakan sesuai desain level dan cerita, kekuatan tiap topeng ini harus Anda picu secara manual.

Kehadiran keempat Quantum Mask ini menghasilkan sebuah dinamika yang unik, dimana Toys for Bob kini berkesempatan untuk menyuntikkan desain level super menantang yang memaksimalkan setiap dari mereka, sesuatu yang tidak bisa dilakukan di seri-seri terdahulu yang “terbatas”. Kerennya lagi? Allih-alih langsung membuat kekuatan setiap topeng terpicu otomatis, Anda diberikan satu tombol spesifik untuk mengaktifkan mereka. Maka seperti halnya mekanik sederhana seperti melompat dan berputar, kapan dan dimana Anda mengaktifkan dan mematikan kemampuan Quantum Mask Anda akan menentukan seberapa tinggi kesempatan Anda untuk bertahan hidup. Timing adalah kunci.

Karena sistem baru Quantum Mask ini, jika Anda berujung panik dan salah mengaktifkan / mematikan kemampuan mereka di timing yang salah, maka kematian adalah konsekuensi yang seringkali harus Anda tuai.

Desain tantangan setiap level untuk siap untuk menguji kemampuan dan koordinasi mata tangan Anda. Anda terkadang harus menghilangkan dan  memunculkan platform dalam selang hanya sepersekian detik jika Anda tidak ingin jatuh dan tewas, Anda terkadang harus menentukan kapan Anda harus terus berputar sebagai Tornado dan kapan mematikannya agar Anda tidak mati saat mendarat di platform berisikan TNT, Anda juga harus menghitung berapa detik perlambatan waktu yang bisa Anda picu dan memprediksi datangnya platform melompat yang menyerbu cepat, dan tentu saja – Anda harus mengatur kapan Anda ingin berdiri di atas atau di bawah level saat menguasai kemampuan gravitasi. Tentu saja tingkat kesulitan ini akan meningkat seiring dengan progress permainan, hingga di satu titik, Anda akan mendapatkan Quantum Mask ini dengan cepat dan butuh diaktifkan dalam hitungan sepersekian detik untuk bisa melewati tantangan yang ada.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 24
Kapan mengaktifkan dan menon-aktifkan kekuatan Anda, terkadang dalam waktu sepersekian detik akan menentukan kesempatan hidup Anda.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 136
Makin cepat, makin butuh presisi, di tengah desain level yang makin tidak bersahabat, Crash Bandicoot 4 bisa berujung lebih sulit dari yang Anda bayangkan, bahkan untuk veteran seri lawas sekalipun.

Kombinasi sistem baru berbasis Quantum Mask ini tidak hanya membuat Crash Bandicoot 4 tetap terasa seperti game platformer yang menantang, tetapi juga bagi kami, jauh lebih sulit dibandingkan dengan seri-seri Crash Bandicoot sebelumnya. Sedikit saja panik dan otak Anda lupa soal runtut aksi yang harus Anda ambil, kematian tidak terhindarkan. Percaya atau tidak, di setidaknya dua level terakhir, kami harus menghabiskan sekitar 113-115 kali percobaan hanya untuk bisa menyelesaikannya saja.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…