Review Crash Bandicoot 4 – It’s About Time: Panik Pangkal Mati!

Reading time:
October 6, 2020

Penyeimbang Kesulitan

Crash Bandicoot 4 jagatplay 142
Terlepas dari tingkat kesulitan tinggi, game ini punya solusi untuk menyeimbangkan itu.

Toys for Bob sepertinya mengerti bahwa tingkat kesulitan yang ditawarkan Crash Bandicoot 4 sepertinya akan cukup untuk membuat beberapa gamer angkat tangan dan menyerah sebelum berkesempatan untuk menikmati pengalaman cerita dan bermain yang seharusnya. Untungnya, game ini datang dengan penyeimbang untuk memastikan bahwa darinya, Anda tidak hanya menuai stress dan rasa frustrasi saja. Sebuah solusi elegan yang tidak akan mencabut rasa pencapaian Anda setiap kali Anda berhasil menembus dan menyelesaikan setiap level yang ada.

Solusi keren yang ditempuh oleh Toys for Bob adalah dengan menyediakan dua buah opsi playstyle untuk Anda pilih di awal: MODERN dan RETRO. Mode Retro akan mengikuti format game Crash Bandicoot lawas dimana Anda akan diberikan set jumlah nyawa terbatas untuk setiap level, lengkap dengan sistem Game Over. Ini berarti jika layar Game Over muncul, maka Anda harus memainkan level dimaksud kembali dari awal. Sementara setting Modern yang direkomendasikan oleh Toys for Bob mengganti sistem tersebut. Tidak ada lagi nyawa dan tidak ada lagi Game Over, setiap kematian sekarang akan dimulai dari Checkpoint terakhir di dalam level yang berhasil Anda tuju. Sebagai gantinya? Anda akan mendapatkan status jumlah kematian yang berhasil Anda torehkan untuk menyelesaikan level yang ada. Darinya pula maka kami mengetahui soal jumlah kematian 113-115 kali yang sempat kami bicarakan sebelumnya.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 188
MODERN ADALAH KOENTJI!
Crash Bandicoot 4 jagatplay 71
Desain level yang panjang dan brutal bahkan cukup untuk membuat kami sulit membayangkan akan bisa menyelesaikan game ini di mode Retro.

Seiring dengan progress permainan, kami mulai memahami mengapa playstyle Modern ini ditawarkan oleh Toys for Bob dan cukup bersyukur bahwa opsi ini ditawarkan di dalamnya. Ia menjadi penyeimbang yang elegan dan efektif untuk menjadi kompensasi dari tingkat kesulitan yang super tinggi di beragam level yang ada terutama ketika Anda kian mendekati akhir permainan. Sulit rasanya untuk membayangkan bagaimana caranya menyelesaikan beberapa level ini dengan mode Retro, dimana semua progress yang susah payah Anda raih di tengah kepanikan dan tantangan yang nyaris mustahil, harus berakhir harus Anda ulangi kembali ketika layar Game Over muncul. Sejujurnya, jika Toys for Bob hanya menawarkan mode Retro saja sembari mempertahankan desain level yang ada, kami mungkin akan jadi salah satu gamer yang angkat tangan, terutama di area akhir.

Toys for Bob juga mengaplikasikan beberapa hal yang lain untuk “merasionalisasi” tingkat kesulitan ini dengan ekstra fitur lain yang terlebur dalam playstyle Modern ini. Pertama, sistem checkpoint ini juga berlaku di pertarungan boss. Bahwa kematian tidak akan membawa Anda kembali dari awal saat bertarung melawan boss, tetapi dari titik tertentu, baik ketika ia baru mulai masuk ke fase kedua atau bahkan di pertarungan boss yang lebih panjang, saat baris HP-nya berkurang dalam jumlah tertentu. Jika Anda terlalu sering mati di sebuah level, dua penyesuaian juga akan disertakan: Anda akan mendapatkan ekstra Aku-Aku (maksimal 2) agar Anda tidak mudah mati dan uniknya, pergeseran titik Checkpoint. Benar sekali, jika Anda mati terlalu sering di satu titik level, Crash Bandicoot 4 bisa berujung menawarkan kesempatan untuk mendorong titik Checkpoint Anda lebih dekat, agar Anda tidak perlu lagi berhadapan dengan ancaman yang sama. Pendekatan ini benar-benar  sangat membantu.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 78
Sering mati? Toys for Bob juga akan “memajukan” titik checkpoint untuk Anda.
Crash Bandicoot 4 jagatplay 36
Wumpa tidak lagi “sepenting” di seri lama.

Maka dengan pendekatan Modern, ada banyak hal yang mau tidak mau harus menyesuaikan diri. Sebagai contoh? Buah Wumpa. Di seri klasik, Anda harus mengumpulkannya untuk mendapatkan ekstra nyawa yang tentu saja akan membantu perjalanan Anda. Crash Bandicoot 4 kini mengubah buah Wumpa sebagai “resource” yang jika berhasil Anda kumpulkan dalam jumlah tertentu, akan memberikan Anda sebuah permata. Setiap level akan memuat maksimal tiga permata berbasis jumlah buah Wumpa yang Anda makan dan dapatkan. Buah yang juga akan otomatis termakan dan tidak akan lagi terlontar pada saat Anda memutar ini tidak akan lagi memainkan peran sepenting seri-seri lawasnya.

Lantas, untuk apa permata ini? Kini muncul sebagai sistem reward untuk Crash Bandicoot 4 adalah varian kostum yang bisa Anda pasangkan untuk Crash dan Coco Bandicoot. Jika Anda berhasil mengumpulkan setidaknya 6 – 8 permata di sebuah level, maka biasanya Anda akan mendapatkan kostum ekstra sebagai reward yang bisa Anda kenakan untuk alasan kosmetik semata tanpa pengaruh di sisi performa. Selain jumlah buah Wumpa, pemata lain biasanya berkaitan dengan permata khusus yang posisinya tersembunyi, apakah Anda memecahkan semua kotak yang tersedia di satu level, dan berapa banyak kematian yang Anda catatkan untuk menyelesaikan sebuah level. Benar sekali, mekanik jumlah kematian yang tercatat bukan sekadar untuk status yang bisa Anda tinjau saja, tetapi juga berkontribusi pada kesempatan untuk mendapatkan permata berharga ini.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 116
Permata dalam jumlah tertentu akan bisa membuka item kosmetik untuk dikenakan Crash ataupun Coco.

 

Crash Bandicoot 4 jagatplay 182
Anda juga bisa menyelesaikan level yang sudah Anda selesaikan dalam mode “N.Verse” yang mengubah layout level dalam mode mirror ditambah efek visual unik. Anda bisa mengejar permata ekstra di sini.

Berita baiknya? Crash Bandicoot 4 juga sepertinya memahami bahwa ada banyak gamer di luar sana, seperti kami, yang bisa jadi tidak memiliki skill cukup untuk menyelesaikan setiap level dengan sempurna hingga ke-6 permata untuknya selalu terkumpul atas nama kostum ekstra. Oleh karena itu, setelah Anda mencapai titik cerita tertentu, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mengulangi level-level yang sudah Anda selesaikan dalam mode khusus bernama “N.Verse”. N-Verse akan membalik desain level ini dalam mode mirrored, lengkap dengan efek visual unik yang tidak akan Anda temukan di desain level biasanya. Permata yang bisa Anda dapatkan di N.Verse dihitung terpisah dari mode normal, namun akumulatif untuk berkontribusi pada jumlah permata yang Anda butuhkan untuk membuka kostum per level.  Jadi jika Anda tidak cukup jago untuk mendapatkan ke-6 permata di mode Normal? Selalu ada kesempatan untuk menyibukkan diri untuk kembali memainkan level yang sama di mode N.Verse dan berjuang untuk mendapatkan sisa permata yang Anda butuhkan.

Crash Bandicoot 4 jagatplay 137
Mengingat kotak dan Wumpa tidak lagi mempengaruhi probabilitas Anda untuk bisa menyelesaikan game ini, ada sedikit beban yang teringankan lewat sistem ini.

Yang menarik dari konsekuensi mekanik baru ini adalah pengalaman Crash Bandicoot 4 yang pelan tapi pasti, mulai “tanpa beban” terlepas dari tingkat kesulitannya yang tinggi. Mengapa? Karena kini tidak lagi diharuskan, keinginan untuk memecahkan semua kotak, mendapatkan sebanyak mungkin jumlah buah Wumpa, atau mencari permata-permata rahasia, semuanya terasa opsional. Karena pada akhirnya, semua kesibukan tersebut hanya didesain semata-mata untuk membuka kostum kosmetik yang tak punya pengaruh apapun dalam performa dan tidak akan mempengaruhi kans Anda menyelesaikan level tersebut. Anda kini selalu punya opsi untuk hanya menyelesaikan si level saja, mengabaikan semua kotak dan buah Wumpa yang ada jika Anda inginkan. Di tengah sebuah game yang notabene sudah mudah memancing rasa frustrasi, ini adalah desain yang kami sambut dengan tangan terbuka.

Kesimpulan

Crash Bandicoot 4 jagatplay 91
Maka dengan semua kombinasi daya tarik ini, Crash Bandicoot 4: It’s About Time datang sebagai game platformer fantastis yang tidak akan ragu kami rekomendasikan kepada Anda, terlepas dari apakah Anda familiar atau tidak dengan franchise ini. Ia menjadi game yang hadir dengan tantangan dan tingkat kesulitan yang fantastis, sembari memastikan ia tetap seimbang untuk memastikan bahwa yang Anda dapatkan darinya, bukan hanya rasa frustrasi dan stress. Ini adalah game yang akan menguji seberapa baik Anda menghadapi tekanan. Panik? Selamat datang di akhirat!

Selamat datang kembali Crash Bandicoot! Bahwa setelah nyaris belasan tahun tanpa seri terbaru, kelahiran seri teranyar yang bahkan “berani” menyandang angka utama di belakang dan diposisikan sebagai kelanjutan kisah karakter ikonik ini berakhir menjadi sebuah game platformer yang fantastis. Toys for Bob yang diberikan tanggung jawab untuk menanganinya sepertinya memahami apa yang membuat franchise ini mencuri hati di masa lalu, baik dari sisi karakter ataupun gameplay yang diusung. Fakta bahwa mereka tetap mempertahankan sebuah game action platformer yang sulit, bahkan dibandingkan dengan seri lawasnya lewat ragam mekanik baru sembari menawarkan penyeimbang lewat fitur baru seperti playstyle Modern adalah sebuah pencapaian yang pantas mendapatkan pujian. Tantangan yang muncul, sesulit apapun itu, kini bukan lagi soal mustahil diselesaikan atau tidak, melainkan soal seberapa determinasi Anda.

Walaupun demikian, bukan berarti Crash Bandicoot 4: It’s About Time hadir sempurna. Selain keluhan soal desain musuh yang tidak inspiratif dan musik yang memorable, kami juga merasa sedikit bermasalah dengan persepsi kedalaman di dunia tiga dimensi-nya. Tidak jarang persepsi spasial kami sudah meyakini bahwa Crash sudah berada di tempat yang kami inginkan, baik ketika mendarat, melompat, atau sekedar memutar di ruang tiga dimensi. Alangkah terkejutnya kami ketika kami menemukan bahwa posisi kami ternyata sedikit melenceng, seolah mengkhianati informasi yang sudah disampaikan mata dan diterjemahkan lewat kontrol di tangan. Hal ini paling sering terjadi saat sesi gameplay Grind dimana saat menemukan tantangan yang harus dilompati, kami ternyata menekan tombol terlalu cepat dan berakhir tewas. Padahal jelas bahwa informasi yang disampaikan mata, dari apa yang kami kami lihat dan prediksi, lompatan tersebut seharusnya berhasil. Kelemahan yang satu ini memang harus diakui, sedikit sulit untuk dijelaskan.

Maka dengan semua kombinasi daya tarik ini, Crash Bandicoot 4: It’s About Time datang sebagai game platformer fantastis yang tidak akan ragu kami rekomendasikan kepada Anda, terlepas dari apakah Anda familiar atau tidak dengan franchise ini. Ia menjadi game yang hadir dengan tantangan dan tingkat kesulitan yang fantastis, sembari memastikan ia tetap seimbang untuk memastikan bahwa yang Anda dapatkan darinya, bukan hanya rasa frustrasi dan stress. Ini adalah game yang akan menguji seberapa baik Anda menghadapi tekanan. Panik? Selamat datang di akhirat!

Kelebihan

Crash Bandicoot 4 jagatplay 149
WOAH!
  • Crash dan Coco Bandicoot yang terlihat lebih ekspresif
  • Segudang kostum kosmetik untuk digunakan
  • Desain level yang keren
  • Tingkat kesulitan super menantang
  • Fitur playstyle “Modern” yang efektif menjadi penyeimbang
  • Karakter tambahan dengan ekstra cerita sampingan
  • Mekanik Quantum Mask yang seru dan intense
  • Kotak dan buah Wumpa kini hadir sebagai elemen “tanpa beban”

Kekurangan

Crash Bandicoot 4 jagatplay 121
Persepsi spasial tiga dimensi dengan apa yang Anda lihat bisa terasa tidak sinkron di beberapa titik.
  • Desain musuh kurang inspiratif
  • Musik kurang memorable
  • Persepsi spasial seringkali tidak sesuai dengan apa yang Anda lihat

Cocok untuk gamer: yang menginginkan game platformer menantang, mencintai seri Crash Bandicoot lawas

Tidak cocok untuk gamer: yang mudah merasa stress dan frustrasi, tidak suka dengan platformer tiga dimensi

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…