Review Atelier Ryza 2: Terasa Seperti Petualangan Sampingan!

Reading time:
February 15, 2021

Dua Thicc

Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 12 1
Walaupun build next-gen tersedia untuk PS5, Anda tidak akan bertemu dengan peningkatan visual yang signifikan dari seri pertama.

Fakta bahwa Atelier Ryza 2 juga dirilis untuk Playstation 5 dengan build yang berbeda dengan versi Playstation 4 memang mengesankan bahwa ia akan datang dengan peningkatan visual yang signifikan. Namun mencicipi versi “next-gen” ini tidak menawarkan sesuatu yang pantas untuk dipuja-puji. Selain tekstur yang terlihat lebih tajam, ia tetap datang sebagai game dengan cita rasa anime sebagai basis dengan pendekatan yang mirip dengan seri pertamanya. Yang di mata kami terasa berbeda hanyalah efek blur yang kini lebih sering digunakan, apalagi saat kamera mendekat dan berfokus pada karakter Ryza itu sendiri. Efek lain adalah sistem refleksi untuk genangan air yang bisa Anda temukan di beberapa tempat. Kita tentu saja tidak bicara soal ray-tracing, karena pantulan yang sama misalnya, tidak akan Anda temukan di ragam material lain seperti kepingan es misalnya, yang jadi salah satu level di game ini.

Daya tarik utama untuk game ini kembali terletak pada desain karakter wanita, terutama si Ryza. Perbedaan timeline 3 tahun dari seri pertama memang membuat Ryza kini terlibat lebih dewasa. Yang membuat kami cukup heran? Bahwa tingkat sensualitas untuk desain karakternya memang harus diakui, tidak lagi “segarang” seri pertama. Anda tidak akan menemukan postur atau animasi yang berfokus pada tebalnya paha atau dibusungkannya dada, terutama saat bertarung. Namun physics dada dan bokong pada saat berjalan dan berlari memang masih didesain berlebihan. Selain Ryza, kini hadir karakter lain bernama Serri yang kini bahkan berhasil “melampaui” desain Ryza dari hampir semua aspek, membuatnya jadi idola baru di seri ini. Membuat Ryza 2 kini, memiliki dua karakter Thicc di dalamnya.

Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 116 2
Kini dengan dua THICC!
Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 109
Selain sang ibu kota, desain hampir semua level yang lain terasa hambar.

Sayangnya, seperti halnya yang terjadi di seri pertama, desain dunia di Atelier Ryza 2 juga tidak bisa dibilang memukau. Si ibukota yang terbagi ke dalam beberapa distrik berbeda, termasuk salah satunya memuat rumah sekaligus Atelier (markas alchemy) milik Ryza yang bisa dikustomisasi, sisa dunia yang berujung Anda eksplorasi benar-benar terasa hambar. Ia berakhir sekadar dunia terbuka  berisikan musuh atau reruntuhan gelap penuh batu-batu usang. Walaupun standar desain dunia RPG yang membaginya ke dalam berbagai level, seperti hutan dan es misalnya tetap tersedia di sini, namun ia tidak akan datang dengan visualisasi yang akan membuat Anda terpukau. Dunia yang ditawarkan oleh Atelier Ryza 2 terasa seperti “jalan” yang sekadar menghubungkan Anda dan titik tujuan yang ada, tidak lebih.

Sementara dari sisi musik, ia menjalankan tugas yang seharusnya. Anda tentu tidak akan bertemu dengan musik yang mungkin akan berakhir Anda nikmati di akun Spotify atau library .mp3 bajakan Anda mungkin, namun setidaknya ia mendukung atmosfer yang seharusnya. Mengingat Atelier Ryza 2 datang dengan tema cerita fantasi yang tidak terlalu berat, musiknya memang lebih “bersinar” ketika kita bicara soal momen-momen yang lebih riang atau menekankan hubungan personalnya dengan anggota companion yang lain. Sisanya? Tidak akan banyak yang Anda ingat setelah sang cerita berakhir.

Maka dari sisi presentasi, terlepas dari rilisnya untuk Playstation 5 dengan build yang terpisah dengan versi Playstation 4, sisi presentasi Atelier Ryza 2 masih belum terasa seperti game anime “next-gen” yang Anda pikirkan. Kebanyakan peningkatan visual datang dari efek blur dan pantulan bayangan yang terlihat lebih baik, dengan tekstur yang lebih tajam. Sekaligus, ekstra karakter Thicc yang tentu pantas kita sambut dengan tangan terbuka. Sisanya? Ia tak banyak berbeda dengan seri pertama.

Crafting Tetap Jadi Esensi

Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 21 1
Crafting tetap memainkan peran penting di seri kedua ini.

Anda tidak bisa berbicara soal sebuah seri Atelier tanpa membicarakan mekanik yang jadi daya tarik utamanya – Crafting. Bahwa status Ryza sebagai seorang Alchemist tidak hanya dicerminkan lewat cerita saja, tetapi juga gameplay. Dan karenanya, ia juga menjadi motivasi ekstra untuk melakukan ragam eksplorasi dan tentu saja, farming material.

Karena harus diakui, hampir sebagian besar senjata dan item terbaik yang bisa Anda dapatkan di Atelier Ryza 2 tidak akan akan bisa Anda temui di ragam toko dan equipment acak yang Anda temukan di dunia yang ia usung. Sebagian besar darinya akan bisa diperoleh lewat sistem Alchemy (crafting) yang biasanya bergerak per tahap, pelan tapi pasti, ke arah racik item atau senjata yang lebih kuat. Hadir dengan sistem sederhana yang mudah dikuasai, lewat suntikkan material-material yang Anda peroleh untuk tidak hanya meracik tetapi juga memperkuat aspek tetentu, Anda juga akan bisa mengembangkan resep baru dari resep yang sudah ada sebelumnya. Resep-resep baru ini biasanya menawarkan kesempatan untuk mendapatkan material lebih langka, item lebih efektif, dan tentu saja – equipment yang lebih kuat.

Konsep ini tetap dipertahankan di Atelier Ryza 2 ini. Dengan sistem storage terbatas juga, Anda juga didorong untuk mengumpulkan material sebanyak yang Anda bisa dan kemudian kembali ke markas Anda untuk disimpan ke dalam storage. Berita baiknya? Dengan sistem fast-travel super mudah dan singkat, pekerjaan ini tidak akan jadi sumber rasa frustrasi. Dengan beberapa items yang juga didesain khusus untuk proses mengumpulkan material, dari kapak hingga pancing, didasarkan pada kualitas dan efek yang Anda suntikkan saat proses crafting, aksi Anda mengumpulkan material dari jumlah, varian, hingga kelangkaan juga bisa beragam. Semakin baik Anda membangun item pengumpul resource Anda, semakin “lancar” pula proses crafting Anda. Berita baiknya? Setiap item dan material juga memiliki ensiklopedianya sendiri hingga Anda yang kehabisan, tahu harus mencarinya kemana.

Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 74
Anda kini bisa menyelam!
Atelier Ryza 2 jagatplay part 2 32
Walaupun metode eksplorasi kini lebih banyak, namun sebagian besar dari mereka (selain menunggangi monster ini) hanya bisa dilakukan di lokasi tertentu.

Yang membuat seri Atelier Ryza 2 sedikit berbeda adalah opsi eksplorasi yang kini beragam. Beberapa tempat kini hanya bisa diakses menggunakan grappling hook, yang juga digunakan untuk mengakses beberapa tempat rahasia di luar jalan utama cerita. Ryza kini juga bisa menyelam ke dalam air, mencari jalan rahasia menuju ke lokasi baru atau bahkan mengumpulkan ragam material dan peti yang memang hanya tersedia di sana. Walaupun fitur-fitur ini terasa menyegarkan, namun tempat untuk memicunya masih terhitung terbatas. Anda misalnya, hanya bisa menggunakan grappling hook ini di tempat-tempat yang sudah disediakan, di dalam peta, dengan sebuah tempat spesifik di atasnya. Memiliki grappling hook tidak lantas membuat Anda bisa bergerak bak seekor kera kemanapun Anda inginkan. Sangat disayangkan. Satu-satunya yang bisa bebas Anda picu hanyalah aksi panggil tunggangan yang tidak hanya mempercepat gerak, tetapi juga membuka akses gali material yang baru.

Selain ragam resource langka ini, Anda juga bisa memperluas library item-item yang bisa diracik Ryza dengan mengakses pohon skill yang ia miliki. Dengan resource bernama “SP” sebagai basis, yang bisa didapatkan dari kenaikan level, membunuh monster, atau menyelesaikan beragam misi sampingan yang kebanyakan meminta Anda mencari material atau membunuh target monster tertentu di bulletin board di dalam kota, pohon skill ini akan membuat aksi Alchemy Anda semakin efektif. Ia membuat Anda bisa menyuntikkan lebih banyak item dalam resep, membuat kualitasnya lebih baik, hingga memungkinkan Anda mengakses ragam resep baru begitu saja. Selain item dan equipment, game juga terkadang meminta Anda meracik key item yang dibutuhkan untuk melanjutkan cerita, yang untungnya seringkali menyediakan ragam material yang diperlukan dalam jarak yang dekat.

Atelier Ryza 2 jagatplay part 1 86 1
Skill Tree akan membuat aksi crafting Anda lebih efektif.
Atelier Ryza 2 jagatplay part 2 31
Memastikan pengalaman crrafting Anda lebih minim frustrasi, ada fitur untuk memperkuat atau menggandakan material atau equipment Anda tanpa harus membangunnya dari awal.

Salah satu bagian terbaik dari sistem crafting dari Atelier Ryza 2 adalah beragam opsi yang disediakan untuk memastikan ia tidak berubah menjadi rasa sumber frustrasi yang baru. Bahwa ketika Anda mulai memasuki mid-game sampai end-game, Anda tidak perlu selalu meracik equipment terbaik Anda dari awal. Ada sistem seperti Duplikasi yang memungkinkan Anda untuk menggandakan item ataupun equipment Anda dengan resource bernama “Gem”, yang bisa didapatkan dengan hanya mengorbankan material berlebih Anda. Ada juga opsi untuk melakukan Rebuild – yang memungkinkan Anda mengaktifkan beragam aspek item dan equipment Anda dari terakhir Anda meraciknya, tanpa harus mengorbankan lebih banyak material demi membangunnya dari awal. Beragam opsi ini adalah sesuatu yang kami apresiasi.

Kebutuhan untuk melakukan crafting ini pelan tapi pasti, akan terdorong dari sekadar hal yang bisa Anda lakukan menjadi sesuatu yang memang HARUS Anda lakukan. Salah satunya datang dari fakta bahwa game ini mengusung lompatan tingkat kesulitan yang terhitung tidak rasional di beberapa titik cerita. Bahwa boss yang selama ini bisa Anda lewati dengan mudah sekarang tiba-tiba mampu menghadirkan serangan yang memakan 1/5 HP dengan sekali serangan, dengan giliran super cepat, dan serangan pemungkas mematikan. Ketika lompatan ini terjadi, Atelier Ryza 2 seolah menampar Anda dengan halus sembari berbisik, “Saatnya crafting, sekarang!”.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…