Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Reading time:
April 20, 2021

Presentasi Yang Tak Terlihat Istimewa

Outriders jagatplay part 1 6 1
Menikmati Outriders di Playstation 5, ini bukanlah game yang ingin Anda nikmati karena sisi presentasi yang istimewa.

Tersedia untuk platform generasi terbaru tidak lantas membuat Outriders terlihat seperti game “next-gen” yang memesona. Harus diakui, terlepas dari varian dunia yang akan Anda lewati, yang notabene terbagi dari satu hub ke hub lainnya sesuai dengan progress cerita, ia tidak akan tampil sebagai game yang dari sisi visual, pantas untuk dibicarakan. Dunia yang ia usung memang mengusung banyak arstitektur misterius yang cukup untuk membuat Anda bertanya-tanya soal apa yang terjadi di Enoch selama 31 tahun tertidurnya Anda. Namun ia tidak datang dengan presentasi yang cukup dramatis misalnya, untuk terdiam dan menikmati pemandangan yang ia tawarkan.

People Can Fly sayangnya, membangun desain karakter dan musuh yang juga tidak seberapa istimewa. Hampir sebagian besar karakter yang Anda temui datang dengan desain kostum post-apocalyptic yang kotor, kelam, gelap, dan sama sekali tidak memuat kreativitas yang pantas dicatat sedikitpun. Dengan cerita yang berkutat pada tema yang sama, bahkan usaha untuk membuatnya lebih “ringan” lewat humor di sana sini juga berujung terasa garing. Hal yang sama juga datang dari desain musuh, manusia ataupun monster, yang juga hadir dengan varian minim. Namun untuk urusan terakhir ini, setidaknya desainnya cukup jelas untuk menyediakan informasi instan soal tipe dan serangan seperti apa yang bisa Anda antisipasi dari setiap dari mereka.

Outriders jagatplay part 1 79 1
Tidak banyak “keceriaan” bisa Anda temukan di dunia dan karakter Outriders.
Outriders jagatplay part 2 48
Untungnya? Desain armor dan senjata yang digunakan oleh karakter Anda tetap terlihat keren.

Berita baiknya? Tidak kesemua sisi presentasi ini berujung buruk. Kami menyukai dan mengapresiasi setidaknya dua hal dari sisi visual – desain armor dan senjata yang bisa Anda kejar sebagai bagian dari loot. Dengan penampilan yang ikut berubah sesuai dengan equipment yang Anda kenakan, desain armor dan senjata yang memang terbagi ke dalam beragam level kelangkaan ini, setidaknya terlihat keren ketika dikenakan. Anda bisa melihat dan membedakan jelas mana armor dan senjata yang berada di level kelangkaan Legendary dan mana yang sekadar berada di level Epic dan Rare. Satu yang menarik? Semakin langka senjata dan equipment yang Anda temukan, semakin terlihat bak teknologi planet lain pula ia.

Apresiasi ekstra lainnya juga pantas untuk diarahkan untuk animasi beragam skill yang bisa diakses oleh 4 kelas Outriders yang berbeda. Walaupun tidak berada di level yang sama, seperti serangan milik Pyromancer yang sebagian berkutat pada gelombang api dan abu yang terlihat begitu biasa saja, namun setidaknya salah satu kelas seperti Trickster punya visualisasi yang istimewa. Kelas yang memang bermain-main dengan ruang dan waktu ini misalnya, bisa menciptakan gelembung waktu yang akan melambatkan siapapun dan apapun yang berada di dalamnya atau melewatinya. Melihat bagaimana ratusan peluru senapan mesin bergerak pelan di gelembung ini selalu mengagumkan, apalagi mengingat Anda kini bisa menghindarinya bak Neo di Matrix.

Sayangnya, kualitas presentasi audio Outriders juga sama tidak istimewanya. Ada banyak senjata dengan bunyi yang cukup unik memang, namun ketika Anda bertempur bersama 2 player yang lain dengan jenis senjata yang sama dan musuh segudang, suara efek ini justru bisa berakhir jadi kebisingan yang tidak akan diterima telinga Anda begitu saja. Voice acting standar dan musik yang tidak seberapa memorable di sepanjang permainan, kecuali untuk musik tema utama yang menemani Anda di layar login, membuat sisi presentasi yang satu ini berujung tidak memorable untuk kami. Setidaknya, ia memenuhi apa yang kita butuhkan darinya dalam kapasitas yang seharusnya.

Hujan Peluru

Outriders jagatplay part 1 64 3
Third person shooter action RPG dengan elemen looter-shooter, ini mungkin kalimat yang tepat untuk mendefinisikan Outriders.

Outriders bukanlah game yang sulit untuk dipahami. Mengusung konsep yang sebenarnya sudah ditawarkan oleh banyak game sejenis di masa lalu, ia adalah game “action RPG” berbasis third person shooter dimana peluru yang Anda muntahkan juga akan menghasilkan angka damage di layar. Musuh hadir dalam bar HP yang hadir dalam rentang “Butuh beberapa peluru untuk dibunuh” hingga “butuh ratusan peluru untuk dihabisi” yang masing-masing faksi, juga memiliki varian jenis serangan dan tentu saja, boss dan mini-boss untuk dihabisi. Bersama dengan sistem third person-shooter ini, Anda juga bisa menggunakan sistem cover untuk aksi yang lebih aman.

Yang unik adalah fakta bahwa sejak awal pengenalannya, People Can Fly sudah menegaskan bahwa Outriders bukanlah Games as a Service. Ini berarti sejak awal Anda membelinya, Anda sudah disuguhkan dengan sebuah cerita yang punya konklusi akhir tanpa ada kebutuhan untuk menyempurnakannya lewat tambahan konten. Cerita bergerak dari satu hub ke hub lainnya, dimana masing-masing hub biasanya akan memberikan Anda beberapa misi sampingan, misi berburu kriminal dan monster, serta misi utama yang dibutuhkan untuk menggerakkan narasi. Tentu saja, ada reward yang menarik dan pantas untuk dikejar di sana.

Outriders jagatplay part 1 17 1
Cerita akan dibagi ke dalam beberapa area yang masing-masing berperan sebagai hub terpisah.
Outriders jagatplay part 1 61 1
Akan dua jenis EXP yang Anda dapatkan: karakter dan World-Tier.

Seperti game action RPG seharusnya, Anda akan diberikan sejumlah EXP untuk dua kategori berbeda – karakter dan World Tier. Karakter berarti sistem kenaikan level konvensional yang tidak hanya akan menguatkan karakter Anda dari segi status saja, tetapi juga memberikan Skill Points yang bisa didistribusikan untuk cabang yang ada berdasarkan kelas yang Anda pilih atau membuka varian Skill yang lebih kuat. Sementara World Tier bisa disederhanakan sebagai “Level dunia” dimana semakin tinggi ia, semakin sulit pula permainan yang harus Anda jalani. Namun tingkat kesulitan ini akan dijustifikasi dengan loot yang lebih baik dan permainan yang jauh lebih menantang. Hubungan antara World Tier dan loot yang manis akan kita bicarakan nanti.

Maka pengalaman Outriders akan berjalan lugas seperti yang Anda baca di sini. Anda selalu punya opsi untuk menyelesaikan misi sampingan atau tidak, yang tidak akan berpengaruh pada cerita akhir yang Anda dapatkan, namun pada akhirnya ia akan menuntut Anda untuk membersihkan satu area ke area lainnya seperti yang dituntut oleh cerita utama. Loot dan level yang Anda raih akan memperkuat Anda dengan kenikmatan yang tidak berbanding, melihat angka-angka damage yang bisa Anda telurkan kini naik drastis. Musuh akan datang menantang lewat jumlah yang menyerbu Anda sekaligus, serta beberapa spesialis serangan seperti Sniper yang akan mampu memangkas HP Anda dengan efektif dari jarak jauh. Seiring dengan tingginya World Tier, tantangan ini akan mendapatkan eskalasi signifikan di setiap kenaikan yang ada.

Satu berita buruk? Terlepas dari fakta bahwa cerita yang ditawarkan berlangsung linear dan bisa diselesaikan seorang diri, Outriders tetaplah sebuah game always-online. Ini berarti, Anda akan dituntut untuk memiliki internet yang setidaknya stabil untuk bisa mencicipinya dengan mulus. Ini juga berarti bahwa Anda bisa jadi tidak bisa menikmati game ini kapanpun Anda inginkan jika tiba-tiba server milik Outriders tengah mengalami masalah misalnya. Sesuatu yang sempat terjadi di awal rilis dan harus diakui, memang menjengkelkan.

Outriders jagatplay part 1 46 1
Ini adalah game always-online!

Mengapa always-online? Selain untuk memastikan loot yang jatuh tidak lantas berujung dimodifikasi begitu saja, Anda juga bisa membuka sesi permainan Anda untuk dikunjungi player lain untuk mengatasi ancaman yang ada bersama-sama. Ini berarti Anda berkesempatan menyelesaikan misi lebih cepat dan mudah, sementara gamer yang datang berkunjung bisa mendapatkan loot yang akan didistribusikan terpisah. Ini juga akan membantu Anda yang sudah mencapai World Tier super tinggi untuk menyelesaikan misi yang ada, mengingat tingkat kesulitannya biasanya cukup untuk membuat solo player berpengalaman sekalipun, kelabakan. Tenang saja, ini juga berarti Anda juga bisa mengunjungi player yang lain kapanpun Anda mau.

Sayangnya, konsep always-online ini juga datang dengan implementasi yang belum sempurna. Di luar masalah server yang bisa saja memblokir akses main Anda walaupun yang Anda inginkan hanya mode single-player saja, ia juga datang minimnya opsi. Outriders memang akan berusaha untuk secara otomatis memasangkan Anda dengan player lain yang tengah berkutat di progress permainan yang sama. Namun sayangnya, mereka seringkali mengabaikan kedekatan server, yang jadi masalah tersendiri di versi Playstation 5 yang kami jajal. Hampir 90% matchmaking yang kami dapat berujung dengan konektivitas warna merah (lambat) yang membuat permainan jadi sulit untuk dinikmati. Lebih buruknya lagi? Ketika koneksi Anda tidak stabil dan Anda tertendang, hampir mustahil untuk ikut bergabung ke dalam host yang sama. Sebagian besar pengalaman multiplayer Outriders berujung jadi mimpi buruk.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…