APU PS5 Bekas Bitcoin Mining Disulap Jadi Steam Machine
APU PS5 yang sebelumnya dimodifikasi untuk Bitcoin mining berhasil disulap menjadi Steam Machine oleh komunitas DIY.
Hardware gaming bekas ternyata bisa memiliki kehidupan kedua ketika jatuh di tangan komunitas DIY yang kreatif. Terbukti dengan berhasil disulapnya sebuah APU (Accelerated Processing Unit) PlayStation 5 yang sebelumnya telah dimodifikasi untuk kebutuhan Bitcoin mining menjadi platform gaming yang kekuatannya setara dengan Steam Machine.
Dilansir dari PCMag, disebutkan bahwa APU tersebut pada dasarnya merupakan mesin penggerak utama PS5, yang menggabungkan CPU Zen 2 dan GPU berbasis RDNA 2 dalam satu board. Berkat performa yang mampu dihasilkan oleh APU tersebut, hardware ini sering kali digunakan pada proyek mining Bitcoin setelah sistem aslinya dimodifikasi. Setelah itu, komunitas modding kembali mengutak-atik APU tersebut agar dapat digunakan sebagai fondasi mesin yang menjalankan Steam dan game PC.

Hal lain yang membuat eksperimen ini sangat menarik justru bukan sekadar keberhasilannya dalam menjalankan game Steam, melainkan seberapa jauh APU console tersebut masih bisa diperas setelah melalui dua kehidupan yang berbeda. Hardware yang awalnya dirancang khusus untuk PS5, kemudian dimanfaatkan untuk mining, akhirnya kembali diarahkan ke beban kerja gaming kembali.
Menariknya, secara tidak langsung fenomena ini juga memperlihatkan betapa kuatnya APU yang digunakan di PS5 itu. Selain itu, eksperimen ini juga membuktikan bahwa sebenarnya yang membedakan platform gaming masa kini adalah software dan driver yang ada di dalamnya. Sebab, AMD sendiri memang telah lama menggunakan arsitektur APU untuk PlayStation, Xbox, dan perangkat gaming portabel karena lebih ringkas ketika masuk ke dalam kemasan console yang terbatas.
Dari perspektif PC gaming, dampaknya lebih condong kepada potensi penggunaan kembali hardware lama daripada performa proyek DIY itu. Jika APU console bekas dapat dimanfaatkan kembali sebagai mesin gaming Steam, maka modder memiliki lebih banyak ruang untuk membangun sistem kecil tanpa harus membeli komponen CPU dan GPU secara terpisah.
Namun, tentu saja perlu diingat bahwa semua ini bisa terlaksana karena ada di tangan profesional. Pasalnya, proses lain yang jauh lebih sulit seperti modifikasi hardware, penyediaan software pendukung, kompatibilitas driver, dan solusi pendinginan yang pastinya tidak sederhana membuat proyek seperti ini tidak terjangkau untuk gamer biasa.
Menurut Anda, apakah konsep mendaur ulang hardware console menjadi PC gaming layak dikembangkan lebih serius oleh komunitas modder?










